Sunday, June 18, 2017

Masjid Sentral Cologne, Masjid Keren di Jerman





Cologne - Sepintas, turis yang lewat mungkin mengira bangunan di hadapannya hanya gedung biasa dengan arsitektur cantik. Tapi di dalam, shaf-shaf salat tertara rapi di atas karpet empuk. Inilah masjid megah di Cologne, Jerman.

Cologne Central Mosque, itulah namanya masjid besar dan penuh jiwa seni di Cologne, Jerman. Masjid ini dikelola oleh komunitas Muslim Jerman-Turki, Diyanet Isleri Turk Islam Birligi (DITIB).

Tidak seperti masjid lain yang umumnya memiliki kubah khas, masjid di Cologne ini tidak terlalu mencolok. Kubahnya cenderung cembung datar, jadi tidak terlalu besar. Tepat di samping bangunan gedung, terdapat dua buah buah menara setinggi 55 meter, seperti yang ditulis situs resmi pariwisata Cologne, Senin (30/6/2014).

Mengambil gaya Turki, masjid dirancang dengan arsitektur Ottoman. Dinding kaca pun mengisi beberapa sisi bangunan masjid.

Masuk ke dalam, masjid tidak hanya memiliki ruang salat. Ada beberapa ruang lain yang mengisi bagian dalam masjid, seperti ruang berkumpul komunitas, perpustakaan, kantor masjid, dan ruang untuk seminar.

Di lantai bawah atau basement masjid rencananya akan dibuat sebuah area bazaar. Di sini, seluruh orang bisa datang dan berbelanja kebutuhan.

Dari lantai basement pula, turis bisa masuk ke lantai dasar masjid. Di lantai dasar ini, turis bisa melihar ruang seminar atau mengajar.

Naik satu lantai lagi, barulah turis menemukan ruang salat. Ruang salat ini bisa menampung 2.000-4.000 jamaah. Masih di lantai yang sama, turis juga bisa masuk ke perpustakaan masjid yang mengoleksi aneka buku Islami.

Ya, memang tidak ada yang menyangka kalau Jerman punya masjid sekeren ini. Anda pun bisa mudah menemukannya karena posisi masjid yang berada di samping jalan raya. Tepatnya berada di Venloer Strasse 160, Cologne, Jerman.

[ Sumber : https://travel.detik.com ]

Thursday, May 25, 2017

Masjid Ashabul Kahfi di Jordan

Kisah :

Seorang pemuda terheran-heran melihat keadaan kota sudah berubah, penduduknya dan bangunan yang ada di sana. Dia bermaksud membeli makanan pagi itu untuk dia dan 6 temannya yang lain. Saat membayar, si penjual kaget karena uang pembayaran yang dipakai itu sudah tak laku lagi. Uang tersebut bergambar raja Diqyanus yang sudah berumur 300 tahun lebih. 

Beberapa orang yang berkerumun di dekat warung menuduhnya sebagai penipu. Beberapa lagi mengatakan pemuda itu kurang waras alias gila. Bahkan beberapa orang mengira bahwa pemuda itu mengetahui tempat  harta karun.


Sang pemuda menjadi kerumunan dan perbincangan orang-orang disekitar warung makan tersebut. Dia  merasa heran, mengapa pedagang makanan tak mau menerima uang pembayaranya dan mengatakan bahwa uang itu sudah tak laku lagi. Padahal ia merasa bahwa uang itu hasil penjualan domba yang diperoleh sehari sebelumnya. Sesaat sebelum dia berlindung dan tidur di sebuah gua bersama teman-temanya yang lain. 


Cerita di atas merupakan cuplikan kisah 7 orang pemuda dan seekor anjing. Demi menjaga iman, mereka melarikan diri dari raja Diqyanus. Penguasa Romawi (249-251 M) yang kejam dan menganggap dirinya sebagai Tuhan. Lalu bersembunyi di sebuah gua. Atas kekuasaan Allah Subhanallahu wa ta'ala, mereka ditidurkan selama lebih dari 3 abad (309 tahun) dan bangun di jaman yang berbeda. Peristiwa ini dikisahkan dalam Al-Qur'an surat al-Kahfi


---

Ada tiga versi tentang gua yang dimaksud dalam kisah Ashabul Kahfi tersebut. Yang pertama adalah gua Ephesus di Anatolia Turki, yang kedua sebuah gua Damsyik Syiria, dan yang ketiga di Amman, Jordan. Karena ada beberapa versi ini maka para ahli arkeologi, para ulama klasik dan kontemporer melakukan penelitian di ketiga tempat tersebut. Mencocokannya dengan keterangan dalam Al-Qur'an. 

Kesimpulannya, gua yang berada di Ar-Raqim Jordan inilah yang mendekati seperti yang digambarkan dalam Al-Qur'an sebagai tempat persembunyian Ashabul kahfi. Salah satu yang memperkuat dugaan tersebut  adalah surat Al-kahfi ayat 17. 


Menyebutkan, matahari cenderung ke kanan dari gua mereka dan terbenam di sebelah kiri. Kemudian, dilanjutkan dengan kalimat, sedang mereka berada dalam tempat yang luas dalam gua itu. (QS 18: 17).


Lokasi gua Ashabul Kahfi di Jordan memiliki sebuah lubang dan atas gua sehingga cahaya bisa masuk. Selain itu, bentuk gua yang terdapat di Ar-Raqim sangat luas dan lapang serta tidak dalam.


---

Di bagian depan gua, ada ukiran khas Romawi, pintunya berbentuk persegi dengan tinggi kurang lebih 2 meter dan lebar 1 meteran. Ruangan dalam gua sebenarnya tidaklah terlalu luas, namun terkesan lapang. Ada  3 serambi yang masing-masing berbentuk melengkung [Sumber : Ellys Utami Purwandari ]

View from the top of the Cave of the Ashabe-Kahf

Sign for the Cave of the Ashabe-Kahf



Exterior of the Cave of the Ashabe-Kahf

Hasil gambar untuk ashabul kahfi mosque

Inside the Cave of the Ashabe-Kahf


Another view of the inside of the Cave of the Ashabe-Kahf




Dapatkan soft-disain rumah tempat tinggal di halaman [KLIK DISINI]

Dezeen Magazine

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...