Showing posts with label Solar Energy. Show all posts
Showing posts with label Solar Energy. Show all posts

Wednesday, July 10, 2013

Modernkah Rumah Minimalis..?


Beberapa bangunan “kotak” dengan atap datar, dan minim bahkan sangat minim ventilasi muncul di negara tropis kita. Dengan paparan matahari yang cukup banyak dan suhu harian yang cukup panas, bangunan “kotak” itu sebenarnya tak relevan. Alhasil, dibutuhkanlah teknologi tambahan semacam: air conditioning untuk membuat penghuninya nyaman.

Benar, seperti yang tertulis dalam chapter 6 dari solar geometry, bahwa perkembangan akan ilmu pengetahuan dan technology membuat kita percaya bahwa semua masalah dapat dipecahkan sehingga kita tidak butuh lagi untuk hidup harmonis dengan alam, dengan contoh lain yang ditulis dalam chapter 6 tersebut “…in the desert of buildings with very large areas of glazing, which can be kept habitable only by means of huge energy guzzling air conditioning plants”

Tipis bedanya bahwa itu adalah sebuah kejeniusan dalam ber-arsitektur, atau sebaliknya. Sedangkan Le Corbusier berujar “It is the mission of modern architecture to concern itself with the sun”

Berarti sesuai parameter Le Corbusier akankah arsitektur modern, bangunan-bangunan ini yang tak bersesuaian dengan keadaan matahari bukanlah termasuk arsitektur modern?

Referensi :

Sunday, December 9, 2012

Cara membuat bola lampu solar dari botol plastik


[Sumber video : MrIllacdiaz-youtube channel]

Memanfaatkan cahaya matahari untuk penerangan dengan membuat bola lampu dengan botol plastik.

Langkah-langkah cara membuatnya seperti berikut :

  1. Gunting lembaran atap metal (bergelombang atau yang datar) dengan ukuran 9 x 10 inci
  2. Buat dua buah garis lingkaran pada di tengah potongan lembaran atap metal, dengan diameter sebesar diameter botol plastik dan satu lagi sedikit lebih kecil 2 mm dari diameter botol plastik.
  3. Buat lobang pada garis atau pada diameter lingkaran yang kecil 2 mm tsb. kemudian buat lipatan-lipatan kecil yang dilipat kearah atas lembaran atap metal. serta gosok permukaan botol plastik dengan gundar baja atau dengan ampelas, agar perekat bisa merekat pada botol plastik dengan baik.
  4. Pasang atau masukkan botol plastik (tutup botol arah keatas) pada lobang yang telah dibuat pada lembaran atap metal dan pasang atau beri perekat (anti bocor) pada sisi lipatan-lipatan kecil yang bersentuhan dengan sisi botol plastik
  5. Isi botol dengan cairan chlorine lebih kurang sebanyak 10 ml, ditambah dengan air jernih sampai penuh.
  6. Buat lobang lebih kecil 2 mm dari diameter botol plastik pada atap dan buat lipatan arah ketas.
  7. Oleskan perekat yang dapat merekat dengan kuat pada sisi lobang di lembaran atap yang telah dilobang. Pasangkan perangkat lembaran atap metal yang telah terpasang botol plastik yang berisi cairan chlorine dan air diatas pada lobang atap yang telah diberi perekat.
  8. Beri perkuatan dengan memasang paku skerup lebih kurang 6 buah, agar tidak mudah terlepas, terakhir pasang perekat atau lem anti bocor disekeliling lembaran metal dan juga pada penutup botol plastik agar air tidak menguap.
Nah.., nikmati cahaya cahaya solar disiang hari pada kamar anda yang tidak ada jendela dan ventilasinya

Tuesday, September 25, 2012

ARSITEKTUR SURYA

Pilihan-pihihan Untuk Masa Depan

Apabila kita semua sepakat, bahwa dari sederet panjang kisah peradaban manusia ini kita kurunkan dari abad ke abad, kita simak dan bandingkan abad satu ke abad lainnya maka saat ini kita berada pada satu kurun akhir dari abad 20. Satu abad yang begitu menakjubkan tidak saja karena berbagai perubahan besar yang terjadi akan tetapi terlebih karena pada akhir abad inilah nasib peradaban manusia selanjutnya ditentukan. 

Oleh karena itu pada masa-masa yang akan datang kita akan dipojokkan dan dihadapkan pada pilihan-pihihan yang sangat mencemaskan dan menakutkan yakni antara berlangsungnya kehidupan atau bencana dan kehancuran. 

Dari salah satu pihihan yang sangat mandesak saat ini adalah energi yang pada kenyataannya telah menduduki mata rantai terpenting dari lingkaran kehidupan manusia. Dengan angka pertumbuhan konsumsi sebesar 2 % pertahun maka dalam 20 tahun mendatang konsumsi energi yang bersumber dari minyak bumi akan meningkat menjadi 60 juta barrel per hari, satu jumlah besar yang tak sebanding dengan sumber cadangan yang ada.

Sementara itu, cadangan minyak bumi Indonesia pada 2002 kurang lebih sebesar 9 miliar barel dengan kuota ekspor 1,5 juta barel/hari dan kebutuhan Indonesia mencapai 1 juta barel/hari. Kondisi tersebut diperkirakan pada 2010 kuota ekspornya tetap, tapi kebutuhan domestik meningkat menjadi 1,8 juta barel/hari. Asumsi ini sekaligus menunjukkan kemungkinan bahwa cadangan minyak Indonesia akan habis pada tahun 2020. Padahal minyak bumi merupakan salah satu bahan baku utama pasokan energi listrik.

Proyeksi-proyeksi ini menjadi penting dan mutlak supaya manusia berinovasi mencari energi-energi pengganti di luar minyak dan gas bumi, yang dapat dipakai sepanjang masa dengan tanpa merusak kaseimbangan ekologi yang ada di permukaan bumi ini. 

Sinar Matahari Satu Alternatif

Dari usaha-usaha perbaruan, kemungkinan energi ini ternyata menjanjikan potensi-potensi yang cukup besar antara lain dari energi bermassa, energi angin energi panas samudera, energi hydro serta energi matahari. Semua energi mempunyai tingkat pemanfaatan yang lebih tinggi disebabkan ketersedianya energi ini disetiap tempat di seluruh muka bumi ini dalam jumlah tak terbatas, termasuk juga di Indonesia. Dengan karakteristik penyinaran yang berlebih ini, energi di negara kita merupakan potensi besar yang mutlak harus dikembangkan dan dapat menjadi satu komoditi ekspor, atau paling tidak dapat menjadi self propelling bagi seluruh kebutuhan energi nasional. Hingga bila kebutuhan akan sejumlah besar energi nasional ini dapat terpenuhi akan kuatlah “power based” bagi usaha pengembangan industri nasional. Terlebih kalau kita melihat bahwa tingkat elektrifikasi rata-rata per daerah di Indonesia hanya sepersepuluh dari tingkat elektrifikasi rata-rata di daerah Eropa sedang tingkat rata-rata radiasi per daerah di Indonesia besarnya dua kali lipat dari tingkat radiasi yang diterima di Eropa.

Oleh karenanya dalam kerangka ini sangatlah relevan sebetulnya bagi Indonesia yang saat ini mungkin memang tidak terlalu mengalami kesulitan energi, untuk mulai merintis usaha digalinya sumber-sumber energi non konvensional. Hingga pada saatnya nanti dimana sumber-sumber minyak dan gas bumi sudah tidak tersedia lagi kita sudah siap dengan sejumlah alternatif pengganti. Hanya saja tentunya semua ini membutuhkan prasyarat dasar untuk marintisnya baik itu menyangkut kondisi sosial-budaya, ekonomi, tingkat pengatahuan dan teknologi. 
Revolusi Dalam Berfikir
Banyak para ahli berpendapat bahwa dari berbagai prasyarat untuk menentukan pilihan ke mesa depan satu sikap dasar dalam berpikir mutlak harus dipunyai oleh seluruh umat manusia di dunia. Yakni bagaimana kita semua dapat melihat dan sadar bahwasanya di saat manusia berada pada puncak tertinggi keberhasilannya di saat itu pula manusia berada pada puncak kegagalannya dan puncak krisisnya. 

Oleh karena itu kita semua hanya kembali menengok sikap dan pandangan dasar kita, baik terhadap alam sebagai orang dan sumber kehidupan serta terhadap kehidupan itu sendiri. Beberapa gambaran dibawah ini cukup menjadikan kita terkesima, antara lain ternyata bahwa pada setiap detik di Amerika Serikat, dua puluh empat jam sehari, kurang lebih dua juta, mobil berhenti di depan lampu merah dengan mesin-mesin yang masih hidup, dan ini berarti satiap seratus barrel bahan bakar yang dipakai kita hanya akan memperoleh 5% dari manfaatnya, dengan demikian 95% nya telah hilang karena desain serta tata laksana yang sangat buruk. Kesemuanya menjadikan kita berpikir akankah sikap dan bentuk kehidupan yang demikian ini akan kita teruskan ? 

Monday, August 20, 2012

Skelion: A solar energy design plugin for SketchUp



Skelion was designed to make working in SketchUp quite a bit easier for solar professionals. It features the ability to automatically insert solar panels on SketchUp surfaces. Because the developers are solar professionals themselves, I have a feeling others in the industry will find this plugin quite useful. I had a chance to ask one of Skelion’s developers some questions:

Please tell us a little bit about yourself.

Well, I am Sam Jankis, industrial engineer and co-developer of Skelion, although my partner is the real code developer of the plugin: Juan Pons is a Spanish engineer and programmer. Skelion was born in July 2011 after two years of development. It is a plugin for Google SketchUp that allows you to, among other things, insert solar panels on surfaces automatically.

Why did you build Skelion?

Skelion was developed to automate the design of solar systems using Google SketchUp. The goal was to do all the design work we were doing, but automatically. Now we can do with four clicks what we were doing in four hours. Skelion reduced considerably our average time expended on doing layouts and energy production reports of solar systems, and allowed us to multiply by four the preliminary studies we could do.


Thursday, August 16, 2012

Solar Ark : Bangunan "Monumen Tabut Surya" Berdesain Unik



The Ark Surya adalah salah satu bangunan surya yang paling terkenal di dunia. Ini adalah sebuah bahtera berbentuk panel surya fotovoltaik sebagai fasilitas pembangkit listrik yang menawarkan kegiatan untuk menumbuhkan apresiasi yang lebih baik dari generasi tenaga surya. The Ark Surya dibangun oleh sebuah perusahaan elektronik besar bernama Sanyo Electric Co pengembangannya adalah disengaja antara lain. Pada awalnya, Sanyo Electric telah dimaksudkan untuk menciptakan sistem fotovoltaik terbesar di dunia, dengan output 3,4 Megawatt, untuk menandai organisasi ke-50 ulang tahun.

Tuesday, May 22, 2012

Wind ventilation

Wind ventilation is a kind of passive ventilation, using the force of the wind (or local air pressure differences) to pull air through the building.

Wind ventilation is the easiest, most common, and often least expensive form of passive cooling and ventilation.

Successful wind ventilation is determined by having high thermal comfort and adequate fresh air for the ventilated spaces, while having little or no energy use for active HVAC cooling and ventilation.
http://sustainabilityworkshop.autodesk.com/sites/default/files/images/Thermal_Cooling_WindVentilation.JPG 
Using the wind for passive cooling and fresh air

Strategies for wind ventilation include operable windows, ventilation louvers, and rooftop vents, as well as structures to aim or funnel breezes.  Windows are the most common tool.  Advanced systems can have automated windows or louvers actuated by thermostats.   

Quantifying Ventilation Effectiveness

To measure the effectiveness of your ventilation strategies, you can measure both the volume and speed of the airflow..

The volume of the airflow is important because it dictates the rate at which stale air can be replaced by fresh air, and determines how much heat the space gains or loses as a result. The volume of airflow due to wind is:

Q_wind = K • A • V

Q_wind = airflow volumetric rate (m³/h)
K = coefficient of effectiveness (unitless, see below)
A = opening area, of smaller opening (m²)
V = outdoor uninterrupted wind speed (m/h)

The coefficient of effectiveness is a number from 0 to 1, adjusting for the angle of the wind and other fluid dynamics factors, such as the relative size of inlet and outlet openings. Wind hitting an open window at a 45° angle of incidence would have a coefficient of effectiveness of roughly 0.4, while wind hitting an open window directly at a 90° angle would have a coefficient of roughly 0.8.

Saturday, March 31, 2012

Panel Surya Sistem Grid Connected

Sistem grid connected ini banyak diaplikasikan pada perumahan daerah perkotaan yang telah ada jaringan listrik. Tujuan pemakaian panel surya ini, untuk menghemat biaya pemakaian listrik yang berlebihan dan membantu mengurangi efek rumah kaca yang disebabkan oleh penggunakan energi  fosil yang berlebihan yang menimbulkan polusi udara. Energi listrik yang sudah di ubah,  disalurkan ke jaringan listrik yang telah ada dan dapat disimpan dalam jaringan listrik tersebut. Istilah ini disebut dengan Hybrid System, yakni mengabungan pembangkit listrik tenaga surya dengan PLN. Sistem tenaga surya juga dapat di gabungkan dengan pembangkit listrik lainnya seperti Hybrid PV-Genset, Hybrid PV-Mikrohydro, Hybrid PV-Bayu(angin) dan bahkan dapat digabungkan menjadi 3 sistem pembangkit listrik yang berbeda menjadi Hybrid PV-Bayu-Genset.

Berikut illustrasi penerapan system grid connected pada perumahan


[ lihat gambar perbesaran, klik disini ]


Keterangan gambar :
  1. Panel surya dipasang pada lokasi yang tepat untuk menghasilkan tenaga listrik yang optimal.
  2. Inverter (Controler) berfungsi mengubah arus searah (DC) yang dihasilkan PV menjadi arus bolak-balik (AC) sehingga dapat diaplikasikan ke perlengkapan elektronik rumah tangga.
  3. Box distribusi berfungsi untuk mendistribusikan arus AC yang dihasilkan PV melalui jaringan listrik dari PLN.
  4. Pemakaian beban rumah tangga AC system.
  5. Electric meter berfungsi menunjukan arus listrik PLN yang akan digunakan.
[ Sumber : http://sharp-solar.co.id ]
    Artikel Lainnya :