Showing posts with label features. Show all posts
Showing posts with label features. Show all posts

Monday, August 10, 2026

Pendekatan Arsitektur Kontemporer Menurut Rem Koolhaas



Pendekatan Arsitektur Kontemporer Menurut Rem Koolhaas

Rem Koolhaas adalah salah satu arsitek paling berpengaruh dalam Arsitektur Kontemporer. Sebagai pendiri Office for Metropolitan Architecture (OMA), ia dikenal karena gagasannya yang inovatif dan pemikirannya yang kritis terhadap urbanisme serta arsitektur global. Koolhaas tidak hanya seorang praktisi, tetapi juga seorang teoretikus yang banyak membahas transformasi ruang perkotaan dan bagaimana arsitektur dapat merespons dinamika sosial, ekonomi, dan teknologi.

Pendekatan desain Koolhaas sering kali melibatkan eksplorasi terhadap konsep batasan ruang, pergerakan manusia, serta hubungan antara arsitektur dan budaya. Gaya arsitekturnya cenderung menantang norma konvensional dan sering kali memanfaatkan bentuk yang unik, penggunaan material yang beragam, serta perancangan ruang yang fleksibel dan multi-fungsi.

A. Prinsip Desain Arsitektur Kontemporer Rem Koolhaas

1. Dekonstruksi Dan Narasi Dalam Arsitektur

Desain Rem Koolhaas didasarkan pada konsep pemikiran dekonstruktif yang menolak bentuk geometris konvensional dan menciptakan arsitektur yang lebih naratif serta eksperimental. Ia membongkar struktur dan tata ruang tradisional untuk menghasilkan bangunan yang unik, dinamis, serta mampu membentuk pengalaman baru bagi penggunanya. Koolhaas tidak hanya merancang ruang yang fungsional, tetapi juga menghadirkan arsitektur sebagai medium eksploratif yang merangsang interaksi dan interpretasi yang lebih dalam terhadap lingkungan binaan.

2. Arsitektur Sebagai Respons Terhadap Konteks Perkotaan

Desain Rem Koolhaas menekankan responsivitas terhadap konteks perkotaan, di mana arsitektur tidak berdiri sendiri, tetapi beradaptasi dengan dinamika kota yang kompleks. Ia merancang bangunan yang menanggapi isu-isu kepadatan populasi, keberagaman sosial, serta pola mobilitas yang terus berubah, menciptakan ruang yang fleksibel dan berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Koolhaas menghadirkan arsitektur yang tidak hanya berfungsi sebagai elemen fisik, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem perkotaan yang terus berkembang.

3. Eksperimen Dengan Material Dan Struktur

Desain Rem Koolhaas menekankan eksperimen dengan material dan struktur, di mana ia tidak terpaku pada penggunaan bahan tradisional, tetapi memadukan baja, beton, dan kaca secara inovatif untuk menciptakan bentuk yang unik dan tidak terduga. Pendekatan ini memungkinkan Koolhaas untuk merancang bangunan yang tidak hanya mencerminkan kebebasan ekspresi arsitektural, tetapi juga menghadirkan solusi struktural yang berani dan fungsional. Dengan eksplorasi material yang dinamis, ia menciptakan ruang-ruang yang mencerminkan ketegangan antara keteraturan dan ketidakteraturan, menghasilkan arsitektur yang selalu menarik dan penuh kejutan.

4. Fungsi Multi-Dimensi Dalam Ruang

Desain Rem Koolhaas menekankan fungsi multi-dimensi dalam ruang, di mana setiap ruang dirancang agar fleksibel dan dapat beradaptasi dengan berbagai kebutuhan penggunanya. Koolhaas menciptakan ruang yang tidak kaku, tetapi mampu berubah dan berfungsi dalam berbagai skala sesuai dinamika aktivitas di dalamnya. Konsep pemikiran ini terlihat dalam banyak karyanya yang memungkinkan transformasi ruang secara efisien, sehingga arsitektur tidak hanya bersifat statis, tetapi juga dinamis dan responsif terhadap perubahan sosial serta kebutuhan pengguna.

5. Urbanisme Dan Kota Sebagai Laboratorium Desain

Desain Rem Koolhaas berakar pada konsep pemikiran urbanisme dan kota sebagai laboratorium desain, di mana ia melihat kota sebagai ruang eksperimental yang terus berkembang. Dengan menganalisis dinamika kota modern, ia merancang arsitektur yang tidak hanya beradaptasi dengan perubahan urban, tetapi juga berkontribusi dalam membentuk lingkungan perkotaan. Koolhaas menciptakan bangunan yang merespons pola sosial, ekonomi, dan mobilitas masyarakat, sehingga arsitektur tidak lagi bersifat statis, melainkan menjadi bagian dari ekosistem kota yang dinamis dan terus bertransformasi.

6. Penggunaan Teknologi Dalam Arsitektur

Desain Rem Koolhaas menekankan penggunaan teknologi dalam arsitektur sebagai alat untuk meningkatkan efisiensi, inovasi, dan pengalaman pengguna. Ia mengintegrasikan teknik konstruksi canggih dan sistem bangunan modern untuk menciptakan desain yang tidak hanya unik secara visual, tetapi juga berfungsi secara optimal dalam konteks urban yang terus berkembang. Koolhaas mampu menghasilkan arsitektur yang adaptif, responsif, dan berdaya guna, di mana teknologi tidak sekadar menjadi elemen tambahan, tetapi bagian integral dalam menciptakan ruang yang lebih cerdas dan dinamis.

7. Kolaborasi Multidisiplin Dalam Desain

Desain Rem Koolhaas menekankan kolaborasi multidisiplin dalam desain, di mana arsitektur tidak hanya dipandang sebagai disiplin tunggal, tetapi sebagai hasil interaksi dengan berbagai bidang seperti sosiologi, teknologi, dan ekonomi. Koolhaas menciptakan desain yang lebih holistik dan kontekstual, menyesuaikan arsitektur dengan dinamika sosial, perkembangan teknologi, serta tantangan ekonomi. Kolaborasi lintas disiplin ini memungkinkan bangunan yang ia rancang tidak hanya inovatif secara bentuk, tetapi juga relevan dan responsif terhadap kebutuhan zaman, menjadikannya bagian integral dari ekosistem perkotaan yang terus berkembang.

8. Eksplorasi Program Dan Fungsi Ruang

Desain Rem Koolhaas menekankan eksplorasi program dan fungsi ruang, di mana ia merancang bangunan dengan program yang kompleks dan tidak konvensional. Dengan menggabungkan berbagai fungsi ruang secara unik, Koolhaas menciptakan pengalaman arsitektural yang dinamis dan inovatif bagi penggunanya. Pendekatan ini menghasilkan bangunan yang tidak terbatas pada satu fungsi tetap, tetapi memungkinkan interaksi yang lebih fleksibel antara ruang-ruang di dalamnya.

B. Ciri Dan Karakteristik Arsitektur Kontemporer Rem Koolhaas

1. Dinamika Bentuk Dan Struktur

Desain arsitektur kontemporer Rem Koolhaas ditandai oleh dinamika bentuk dan struktur, di mana bangunan yang ia rancang sering kali meninggalkan simetri konvensional dan mengadopsi bentuk yang lebih ekspresif serta fleksibel. Pendekatan ini mencerminkan ketidakstabilan dan perubahan dalam penggunaan ruang, memungkinkan arsitektur untuk beradaptasi dengan kebutuhan yang terus berkembang. Struktur bangunannya tidak hanya menjadi elemen fungsional, tetapi juga berperan sebagai narasi visual yang menciptakan pengalaman ruang yang dinamis dan inovatif, sejalan dengan kompleksitas kehidupan urban modern.

2. Integrasi Dengan Lingkungan Perkotaan

Desain arsitektur kontemporer Rem Koolhaas menekankan integrasi dengan lingkungan perkotaan, di mana bangunan yang ia rancang tidak berdiri sendiri, tetapi berinteraksi secara erat dengan konteks sekitarnya. Koolhaas menciptakan desain yang menyesuaikan dengan dinamika kota, baik dari segi skala, pola pergerakan, maupun kebutuhan sosial, sehingga arsitekturnya menjadi bagian dari ekosistem urban yang terus berkembang. Jadi bangunannya tidak hanya berfungsi sebagai ruang fisik, tetapi juga sebagai elemen yang mendukung kehidupan perkotaan, memperkuat hubungan antara manusia, ruang, dan lingkungan.

3. Pemanfaatan Void Dan Ruang Kosong

Desain arsitektur kontemporer Rem Koolhaas juga menekankan pada pemanfaatan void dan ruang kosong sebagai elemen strategis dalam arsitektur. Dengan menciptakan ruang terbuka di dalam bangunan, Koolhaas tidak hanya meningkatkan sirkulasi dan aliran udara, tetapi juga menghadirkan pengalaman ruang yang lebih dinamis dan menarik. Void digunakan untuk menghubungkan berbagai zona dalam bangunan, menciptakan keterbukaan visual, serta memberikan fleksibilitas dalam penggunaan ruang. Pendekatan ini menjadikan desainnya lebih adaptif, tidak terfragmentasi, dan memungkinkan interaksi yang lebih luas antara pengguna serta lingkungan sekitarnya.

4. Struktur Terbuka Dan Fleksibel

Desain arsitektur kontemporer Rem Koolhaas menekankan pula pada struktur terbuka dan fleksibel, di mana bangunan yang ia rancang tidak bersifat kaku, tetapi memungkinkan adaptasi dan perubahan fungsi ruang sesuai kebutuhan. Koolhaas menciptakan arsitektur yang dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan sosial, teknologi, dan pola penggunaan ruang, sehingga tidak hanya berfungsi secara optimal saat dibangun, tetapi juga tetap relevan di masa depan. Struktur yang terbuka ini memungkinkan interaksi yang lebih dinamis antar ruang, menciptakan lingkungan yang lebih hidup, responsif, dan inovatif bagi penggunanya.

5. Teknologi Sebagai Elemen Desain

Desain arsitektur kontemporer Rem Koolhaas menekankan teknologi sebagai elemen desain, di mana ia memanfaatkan teknologi digital dan sistem canggih untuk menciptakan arsitektur yang lebih inovatif, efisien, dan adaptif. Teknologi tidak hanya digunakan dalam proses perancangan dan konstruksi, tetapi juga dalam pengelolaan bangunan, sistem pencahayaan, ventilasi, dan interaksi ruang. Koolhaas menghadirkan bangunan yang bukan hanya sebagai struktur statis, tetapi juga sebagai ruang yang cerdas dan responsif, mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungan dan kebutuhan penggunanya.

6. Kontras Material Dan Warna

Desain arsitektur kontemporer Rem Koolhaas menekankan kontras material dan warna sebagai elemen utama dalam menciptakan visual yang menarik dan dinamis. Ia sering memadukan material seperti beton kasar dengan kaca transparan, baja dengan kayu, atau permukaan mengilap dengan tekstur alami untuk menonjolkan perbedaan dan menciptakan kesan visual yang kuat. Pendekatan ini tidak hanya memperkaya estetika bangunan, tetapi juga memberikan dimensi taktil dan pengalaman ruang yang lebih mendalam. Koolhaas dengan demikian dapat menghadirkan arsitektur yang tidak monoton, melainkan penuh kejutan dan eksplorasi visual.

7. Eksplorasi Dalam Program Bangunan

Desain arsitektur kontemporer Rem Koolhaas menekankan eksplorasi dalam program bangunan, di mana ia tidak mengikuti pola konvensional dalam penyusunan ruang, tetapi merancang konfigurasi yang unik dan inovatif. Koolhaas sering menggabungkan fungsi-fungsi yang tidak biasa dalam satu bangunan, menciptakan ruang multifungsi yang fleksibel dan adaptif terhadap perubahan kebutuhan penggunanya. Pendekatan ini menghasilkan arsitektur yang tidak hanya berfungsi secara praktis, tetapi juga menghadirkan pengalaman ruang yang dinamis dan tidak terduga, mencerminkan cara hidup masyarakat modern yang semakin kompleks dan terus berkembang.

8. Keberanian Dalam Skala Dan Proporsi

Desain arsitektur kontemporer Rem Koolhaas menekankan keberanian dalam skala dan proporsi, di mana ia sering bereksperimen dengan konsep pemikiran Bigness, yaitu penggunaan skala besar dalam arsitektur untuk menciptakan dampak visual dan fungsional yang kuat. Bangunan-bangunannya sering kali memiliki dimensi monumental, namun tetap dirancang dengan kepekaan terhadap konteks perkotaan dan kebutuhan pengguna. Pengeksplorasian skala yang ekstrem, membuat Koolhaas mampu mengubah cara ruang digunakan dan dialami, menciptakan arsitektur yang menggugah, dinamis, dan melampaui batas konvensional dalam desain bangunan.

9. Kolaborasi Dengan Berbagai Bidang Ilmu

Desain arsitektur kontemporer Rem Koolhaas menekankan kolaborasi dengan berbagai bidang ilmu, di mana ia sering bekerja sama dengan sosiolog, insinyur, ilmuwan, seniman, dan ahli teknologi untuk menciptakan arsitektur yang lebih holistik dan inovatif. Pendekatan lintas disiplin ini memungkinkan Koolhaas merancang bangunan yang tidak hanya berfokus pada estetika dan fungsi, tetapi juga mempertimbangkan aspek sosial, ekonomi, dan teknologi dalam desainnya. Koolhaas dengan kiat ini berusaha untuk mampu menciptakan arsitektur yang relevan dengan perkembangan jaman, merespons tantangan global, dan menawarkan solusi desain yang lebih visioner serta adaptif terhadap perubahan lingkungan dan kebutuhan manusia.

10. Pendekatan Eksperimental Dalam Desain

Desain arsitektur kontemporer Rem Koolhaas menekankan pendekatan eksperimental dalam desain, di mana setiap proyeknya selalu menghadirkan gagasan baru dan inovatif. Ia tidak terpaku pada konvensi arsitektural yang sudah ada, melainkan terus mengeksplorasi bentuk, material, struktur, dan fungsi ruang untuk menciptakan desain yang unik dan dinamis. Pendekatan eksperimental ini memungkinkan Koolhaas untuk merancang bangunan yang tidak hanya beradaptasi dengan konteks dan kebutuhan jaman, tetapi juga menantang batasan desain arsitektur tradisional, menghasilkan karya yang visioner dan penuh eksplorasi kreatif.

C. Gagasan Dan Ide Arsitektur Kontemporer Rem Koolhaas

1. Arsitektur Sebagai Respons terhadap Globalisasi

Rem Koolhaas memiliki gagasan bahwa arsitektur adalah sebagai respons terhadap globalisasi, di mana ia melihat globalisasi tidak hanya sebagai tantangan, tetapi juga sebagai peluang dalam perancangan arsitektur. Koolhaas menciptakan desain yang adaptif terhadap perubahan sosial, ekonomi, dan budaya global, sehingga bangunannya dapat berfungsi di berbagai konteks tanpa kehilangan identitasnya. Dengan memahami dinamika urbanisasi, teknologi, dan mobilitas global, ia merancang arsitektur yang fleksibel, multifungsi, dan kontekstual, menjadikannya relevan dalam lanskap kota yang terus berkembang serta mampu merespons kebutuhan masyarakat modern yang semakin kompleks.

2. Eksplorasi Ruang Publik Dan Privat

Rem Koolhaas menggagas pengeksplorasian ruang publik dan privat, di mana ia sering menantang batasan konvensional antara keduanya untuk menciptakan interaksi sosial yang lebih luas dan dinamis. Koolhaas merancang bangunan dengan transisi yang cair antara ruang pribadi dan ruang komunal, memungkinkan pengguna merasakan pengalaman ruang yang lebih terbuka dan inklusif. Koolhaas menghadirkan arsitektur yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal atau bekerja, tetapi juga sebagai wadah interaksi sosial dan pertukaran ide, mencerminkan kompleksitas serta dinamika kehidupan urban modern.

3. Adaptasi Terhadap Perubahan Sosial

Rem Koolhaas juga menggagas tentang adaptasi terhadap perubahan sosial, di mana arsitektur tidak boleh statis, tetapi harus berkembang seiring dinamika masyarakat dan budaya. Ia merancang bangunan yang fleksibel dan dapat menyesuaikan diri dengan perubahan gaya hidup, kebutuhan ekonomi, serta interaksi sosial. Koolhaas menciptakan ruang yang tidak hanya berfungsi untuk saat ini, tetapi juga mampu mengakomodasi transformasi sosial di masa depan, menjadikan arsitektur lebih relevan, responsif, dan berkelanjutan dalam menghadapi tantangan jaman.

4. Arsitektur Sebagai Kritik Terhadap Urbanisasi

Rem Koolhaas juga menempatkan gagasan bahwa arsitektur sebagai kritik terhadap urbanisasi, di mana ia menantang perkembangan kota modern yang dianggap terlalu kaku dan terfragmentasi. Melalui desainnya, Koolhaas mengeksplorasi cara baru dalam mengorganisir ruang perkotaan, menciptakan arsitektur yang lebih dinamis, fleksibel, dan merespons kebutuhan sosial yang terus berubah. Ia menolak perancangan kota yang terlalu terstruktur dan justru menghadirkan konsep yang lebih eksperimental dan kontekstual, memungkinkan interaksi yang lebih luas antara ruang publik dan privat. Koolhaas ternyata tidak hanya membangun gedung, tetapi juga memberikan gagasan kritis terhadap bagaimana kota seharusnya berkembang di era modern.

5. Pemanfaatan Infrastruktur Sebagai Ruang Arsitektur

Dalam gagasan dan idenya, Rem Koolhaas juga menekankan pada pemanfaatan infrastruktur sebagai ruang arsitektur, di mana elemen-elemen seperti jembatan, jalan raya, dan ruang transportasi tidak hanya berfungsi secara utilitarian, tetapi juga menjadi bagian integral dari desain bangunan. Koolhaas melihat infrastruktur sebagai ruang hidup yang dapat diaktifkan, bukan sekadar elemen pendukung dalam kota. Dengan mengintegrasikan arsitektur dan infrastruktur, ia menciptakan hubungan yang lebih erat antara bangunan dan sistem perkotaan, memungkinkan interaksi sosial yang lebih luas serta mencerminkan kompleksitas dan dinamika kehidupan urban modern.

6. Kesadaran Terhadap Kebutuhan Ekonomi

Rem Koolhaas juga menggagas akan kesadaran terhadap kebutuhan ekonomi, di mana menurutnya arsitektur harus tetap ekonomis tanpa mengorbankan inovasi dan kualitas desain. Ia merancang bangunan dengan pendekatan yang efisien dalam penggunaan material, teknologi, dan struktur, sehingga tetap berkelanjutan dan sesuai dengan kondisi ekonomi yang terus berubah. Koolhaas juga memahami bahwa arsitektur tidak hanya tentang estetika, tetapi juga harus bernilai fungsional dan dapat diakses oleh banyak orang. Ia menciptakan desain yang cermat dalam pengelolaan sumber daya, namun tetap menawarkan pengalaman ruang yang unik dan relevan dengan perkembangan zaman.

7. Eksplorasi Bentuk Dan Fungsi Yang Tidak Konvensional

Rem Koolhaas mengemukakan pula gagasan yang menekankan pada eksplorasi bentuk dan fungsi yang tidak konvensional, di mana ia sering bereksperimen dengan geometri, struktur, dan tata ruang yang menantang norma arsitektur tradisional. Koolhaas merancang bangunan dengan bentuk yang unik, dinamis, dan sering kali asimetris, menciptakan pengalaman ruang yang tidak terduga. Selain dari segi estetika, pendekatan ini juga mencerminkan cara baru dalam memahami fungsi ruang, di mana arsitektur tidak lagi kaku, tetapi lebih fleksibel, adaptif, dan mampu bertransformasi sesuai kebutuhan pengguna. Koolhaas berinovasi untuk menghadirkan arsitektur yang berani, eksperimental, dan terus mendorong batas-batas desain konvensional.

D. Pemikiran Rem Koolhaas Dalam Elements of Architecture

Elements of Architecture karya Rem Koolhaas menjadi landasan penting dalam pembentukan arsitektur kontemporer yang ia kembangkan. Buku ini mengeksplorasi elemen-elemen fundamental arsitektur seperti dinding, jendela, lantai, atap, dan fasad, bukan sekadar sebagai komponen teknis, tetapi sebagai bagian dari evolusi arsitektur dalam konteks global dan historis. Koolhaas mengurai setiap elemen dengan pendekatan multidisiplin, menghubungkannya dengan perkembangan teknologi, sosial, dan budaya untuk menciptakan arsitektur yang lebih responsif terhadap perubahan zaman. Jadi, Koolhaas memperkuat gagasannya tentang arsitektur kontemporer yang tidak sekadar mengikuti tren, tetapi berkembang sebagai respons terhadap kebutuhan manusia dan lingkungan.

1. Dinding Sebagai Elemen Dinamis

Koolhaas menganggap dinding bukan sekadar pembatas ruang, tetapi elemen yang dapat berubah fungsi, bentuk, dan material sesuai kebutuhan desain.

2. Atap Sebagai Ruang Tambahan

Koolhaas mengeksplorasi bagaimana atap dapat berfungsi sebagai ruang hidup, bukan hanya sebagai penutup bangunan.

3. Lantai Sebagai Media Fleksibel

Koolhaas melihat lantai sebagai elemen yang dapat dikonfigurasi ulang untuk mendukung berbagai aktivitas pengguna.

4. Pintu Sebagai Penghubung Ruang

Dalam pandangannya, pintu tidak hanya berfungsi sebagai akses, tetapi juga sebagai elemen transisi yang menciptakan pengalaman unik dalam ruang.

5. Jendela Sebagai Perantara Lingkungan

Koolhaas merancang jendela dengan pertimbangan cahaya, ventilasi, dan hubungan visual antara interior dan eksterior.

Gambar CCTV Headquarters - Contoh Arsitektur Kontemporer Karya Rem Koolhaas.

Lokasi: Beijing, Tiongkok | Fungsi: Kantor Pusat Penyiaran | Gaya: Kontemporer Dekonstruktivisme

Bangunan ini terkenal dengan bentuknya yang tidak konvensional, menyerupai loop raksasa yang menciptakan ruang negatif di tengahnya. Struktur ini menunjukkan eksperimen Koolhaas dengan geometri dan keberlanjutan dalam desain pencakar langit.

2. Seattle Central Library, Amerika Serikat

Gambar Seattle Central Library - Contoh Arsitektur Kontemporer Karya Rem Koolhaas.

Lokasi: Seattle, AS | Fungsi: Perpustakaan Umum | Gaya: Kontemporer Transparansi

Perpustakaan ini memiliki desain unik dengan bentuk kubus bertumpuk yang berorientasi berbeda, memberikan pencahayaan alami maksimal dan fleksibilitas ruang dalam penggunaannya.

3. Casa da Música, Portugal

Gambar Casa da Música - Contoh Arsitektur Kontemporer Karya Rem Koolhaas.

Lokasi: Porto, Portugal | Fungsi: Gedung Konser | Gaya: Kontemporer Futuristik

Dengan bentuk poligonal asimetris, Casa da Música menjadi ikon arsitektur dengan akustik luar biasa. Bangunan ini juga menggunakan kaca dalam skala besar untuk menghadirkan transparansi antara dalam dan luar.

4. De Rotterdam, Belanda

Gambar De Rotterdam - Contoh Arsitektur Kontemporer Karya Rem Koolhaas.

Lokasi: Rotterdam, Belanda | Fungsi: Kompleks Perkantoran, Hotel, dan Residensial | Gaya: Kontemporer Urban

De Rotterdam terdiri dari tiga menara yang terhubung dengan desain modular, mencerminkan gagasan Koolhaas tentang arsitektur yang fleksibel dan dapat berkembang sesuai kebutuhan urban.

5. Fondazione Prada, Italia


6. Tangga Dan Sirkulasi Sebagai Bagian Dari Pengalaman Arsitektur

Tangga tidak hanya sebagai elemen

Gambar Fondazione Prada - Contoh Arsitektur Kontemporer Karya Rem Koolhaas.

Lokasi: Milan, Italia | Fungsi: Museum dan Pusat Seni | Gaya: Kontemporer Adaptasi Konsep Baru

Koolhaas mengubah kompleks industri tua menjadi ruang seni modern, memadukan elemen bangunan lama dengan arsitektur kontemporer untuk menciptakan interaksi antara masa lalu dan masa kini.

Kesimpulan

Rem Koolhaas merupakan salah satu arsitek yang paling berpengaruh dalam dunia Arsitektur Kontemporer. Dengan pendekatan yang berani dan inovatif, ia telah menciptakan desain yang menantang norma dan memberikan solusi baru bagi arsitektur perkotaan. Melalui eksplorasi bentuk, material, serta hubungan antara arsitektur dan urbanisme, Koolhaas telah memberikan kontribusi yang signifikan bagi perkembangan arsitektur global. Karya-karyanya tidak hanya menunjukkan kreativitas dan eksperimentasi, tetapi juga membentuk cara baru dalam memahami arsitektur di era kekinian.

Referensi

Böck, Ingrid, Rem Koolhaas, (2015). Six Canonical Projects by Rem Koolhaas: Essays on the History of Ideas. Jovis

Koolhaas, Rem, (1997). Delirious New York: A Retroactive Manifesto for Manhattan. The Monacelli Press

Koolhaas, Rem, Irma Boom, (2018). Elements of Architecture. Taschen America Llc

Koolhaas, Rem, (2006). Junkspace. Quodlibet

Koolhaas, Rem, (2006). OMA AMO Rem Koolhaas 1996-2006. El Croquis

Koolhaas, Rem, Bruce Mau, Hans Werlemann, (1997). S M L XL. The Monacelli Press

Sumber : https://www.aveharysakti.com/

Saturday, May 30, 2026

Biodigestor rumahan


Biodigestor rumahan bekerja melalui proses pencernaan anaerobik (tanpa oksigen). Sisa makanan dan sampah dapur dimasukkan ke dalam wadah kedap udara di mana mikroorganisme (bakteri) menguraikan bahan organik tersebut. Proses biologis ini menghasilkan biogas (sebagai bahan bakar memasak) dan pupuk organik (cair maupun padat). 

Alur kerja biodigester secara lengkap mencakup langkah-langkah berikut: 

• Pemilahan & Pencacahan: Sampah organik (sisa sayuran, kulit buah, sisa nasi) dipilah dari bahan anorganik, lalu dicacah lebih kecil agar lebih cepat terurai. 

• Pemasukan Sampah (Feeding): Sampah dimasukkan ke dalam tangki biodigester. Pada awal pemakaian, biasanya perlu ditambahkan sedikit air dan kotoran ternak (seperti kotoran sapi) untuk memancing koloni bakteri pengurai. 

• Fermentasi Anaerobik: Di dalam tangki yang tertutup rapat dan kedap udara, bakteri mulai mencerna dan memfermentasi sampah. 

• Pembentukan Gas: Proses pencernaan ini melepaskan gas metana (CH\({}_{4}\)) dan karbon dioksida (CO\({}_{2}\)) yang terkumpul di bagian atas tangki biodigester. 

• Penyaluran Gas: Gas metana dialirkan melalui selang khusus menuju kompor dapur untuk digunakan memasak. 

• Hasil Residu (Biosluri): Selain gas, proses ini menyisakan ampas padat atau cair bernutrisi tinggi yang disebut biosluri. Residu ini dapat dikuras dan digunakan kembali sebagai pupuk tanaman yang sangat subur. 

Teknologi ini mendukung konsep zero waste atau bebas sampah di tingkat rumah tangga. Untuk melihat berbagai inovasi dan sistem biodigester yang bisa diterapkan di lingkungan Anda, Anda dapat mempelajari informasi lebih lanjut melalui Panduan Biodigester Rumah Tangga atau melihat penerapan langsung seperti pada Sistem BioMiRu Rumah Energi. 


Monday, October 27, 2025

Istana Nabi Sulaiman (Solomon Temple): Sebuah Keajaiban Arsitektur Dan Simbol Kebesaran


Istana Nabi Sulaiman (Solomon Temple): Sebuah Keajaiban Arsitektur Dan Simbol Kebesaran

Nabi Sulaiman (Solomon) dikenal sebagai salah satu nabi besar dalam tradisi Islam, Yahudi, dan Kristen. Dia adalah putra Nabi Dawud (David) dan dikaruniai oleh Allah dengan kebijaksanaan, kekayaan, serta kemampuan untuk memahami bahasa makhluk lain seperti jin dan hewan. Salah satu pencapaian monumental dalam hidupnya adalah pembangunan Istana Nabi Sulaiman, yang juga dikenal sebagai Solomon Temple.

Latar Belakang Pembangunan Istana

Istana Nabi Sulaiman dibangun sebagai pusat ibadah dan simbol kebesaran kerajaan yang dipimpinnya. Pembangunan ini dilaksanakan atas perintah Allah dan melibatkan berbagai elemen arsitektur dan teknologi canggih pada zamannya. Menurut Al-Quran, Nabi Sulaiman memiliki kendali atas jin dan setan yang membantu dalam pembangunan istana ini, yang menjadikannya salah satu bangunan paling megah di dunia saat itu.

Desain dan Arsitektur

Istana Nabi Sulaiman dikenal karena kemegahan dan keindahannya yang luar biasa. Al-Quran menggambarkan istana ini sebagai bangunan yang penuh dengan keindahan, dihiasi dengan berbagai jenis batu permata, emas, dan perak. Di dalamnya terdapat ruang-ruang besar yang digunakan untuk beribadah, pertemuan, serta tempat tinggal bagi keluarganya.

Menurut tradisi, istana ini juga dilengkapi dengan kolam air yang terbuat dari kaca, sehingga saat Ratu Balqis (Queen of Sheba) pertama kali melihatnya, dia mengira itu adalah air dan mengangkat roknya untuk melintasinya. Ini menunjukkan betapa canggihnya teknologi yang digunakan dalam pembangunan istana tersebut.

Simbol Kebesaran dan Kekuasaan

Istana Nabi Sulaiman tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal dan pusat pemerintahan, tetapi juga sebagai simbol kekuasaan dan kebijaksanaan yang diberikan Allah kepadanya. Pembangunan istana ini menunjukkan betapa besarnya kekuasaan Nabi Sulaiman yang mampu mengendalikan jin dan makhluk lainnya untuk membantunya. Ini juga menunjukkan betapa Allah memberkahi umat-Nya dengan kemampuan dan kebijaksanaan yang luar biasa.

Pengaruh dan Warisan

Istana Nabi Sulaiman memiliki pengaruh besar dalam sejarah dan budaya berbagai peradaban. Dalam tradisi Yahudi, Solomon Temple dianggap sebagai tempat suci yang menjadi pusat ibadah Bani Israil. Dalam tradisi Kristen, istana ini juga disebutkan dalam Alkitab sebagai salah satu keajaiban arsitektur kuno.

Dalam tradisi Islam, Istana Nabi Sulaiman diakui sebagai bukti nyata kebesaran dan kekuasaan Allah yang diberikan kepada nabi-Nya. Pembangunan istana ini juga menunjukkan betapa pentingnya kebijaksanaan dan kemampuan untuk memimpin dengan adil dan bijaksana.

Kesimpulan

Istana Nabi Sulaiman adalah salah satu keajaiban arsitektur dan simbol kebesaran yang pernah ada dalam sejarah manusia. Pembangunan istana ini tidak hanya menunjukkan kemampuan teknis dan arsitektur yang luar biasa, tetapi juga menggarisbawahi pentingnya kebijaksanaan dan kekuasaan yang diberikan oleh Allah kepada nabi-Nya. Istana ini tetap menjadi inspirasi dan simbol kebesaran dalam berbagai tradisi dan budaya hingga saat ini.

Sumber : https://www.behaestex.co.id/

Monday, October 13, 2025

3 Sosok Arsitek Masjidilharam dan Masjid Nabawi

3 Sosok Arsitek Masjidilharam dan Masjid Nabawi, 

Masjidilharam di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah adalah dua situs tersuci umat Islam di Kerajaan Arab Saudi. Sedangkan situs suci ketiga adalah Masjid al-Aqsa di Yerusalem. 

Masjidilharam dan Masjid Nabawi tercatat sebagai proyek arsitektur dan rekayasa terbesar di dunia Islam yang melibatkan banyak arsitek, konsultan, dan kontraktor internasional. 

Tidak ada satu arsitek tunggal karena setiap tahap perluasan dilakukan oleh tim berbeda sesuai zaman dan keputusan raja yang berkuasa di Arab Saudi. 

Masjidilharam mengalami perluasan di era Raja Abdulaziz (mulai 1955), kemudian di era Raja Fahd (1980-an hingga 1990-an), selanjutnya di era Raja Abdullah (2007–2015), dan juga di era Raja Salman (2015–sekarang). 

Begitu juga Masjid Nabawi yang mengalami perluasan di era Raja Abdulaziz (1950-an), kemudian di era Raja Fahd (1985–1994), dan di era Raja Abdullah (2007–2015). 

3 Sosok Arsitek Utama Masjidilharam dan Masjid Nabawi 

1. Sheikh Mohamed Kamal Ismail, Dikenal Menolak Dibayar 


Sheikh Mohamed Kamal Ismail merupakan arsitek rendah hati asal Mesir. Dialah di Balik kemegahan Masjidilharam dan Masjid Nabawi seperti yang terlihat sekarang ini. 

Dia bukan sekadar perancang bangunan, melainkan tokoh yang memadukan sains, seni, dan spiritualitas dalam karyanya. 

Sheikh Mohamed Kamal Ismail lahir di Mesir pada 1908. Dia menempuh pendidikan di Fakultas Teknik Universitas Fouad I (kini Universitas Kairo), kemudian melanjutkan studi arsitektur di École des Beaux-Arts Paris. 

Uniknya, selain menguasai teknik arsitektur modern, Ismail juga memperdalam hukum Islam dan seni bangunan Islam klasik, menjadikannya figur langka yang mampu menjembatani tradisi dan modernitas. 

Ketika Raja Fahd bin Abdulaziz Al Saud memulai proyek besar perluasan Masjidilharam dan Masjid Nabawi pada 1980-an, Ismail dipilih langsung sebagai arsitek utama. Pilihan ini tidak lepas dari reputasinya sebagai pakar arsitektur Islam yang menguasai aspek estetika, struktural, sekaligus hukum syariah. 

Ismail memimpin desain perluasan besar yang menambah area tawaf (mataf), shaf, dan fasilitas penunjang tanpa merusak keaslian Kakbah dan bangunan bersejarah di sekitarnya. 

Sedangkan di proyek Masjid Nabawi, Ismail merancang perluasan harmonis yang mengintegrasikan kubah hijau bersejarah dengan ruang salat modern yang luas. Karya ini juga memperkenalkan sistem mekanik modern, seperti pendingin udara terintegrasi, namun tetap mempertahankan kesakralan. 

Salah satu kisah paling terkenal adalah keputusannya menolak menerima bayaran dari proyek perluasan dua masjid suci. 

Bagi Ismail, kehormatan bisa mengabdi untuk Baitullah dan Masjid Rasulullah lebih berharga daripada harta. Sikap ini membuatnya dikenang sebagai arsitek dengan integritas spiritual yang tinggi. 

Sheikh Mohamed Kamal Ismail wafat pada 2008 di Mesir. Namanya tidak selalu populer di media, tetapi bagi kalangan arsitek dan sejarawan Islam, dia adalah figur monumental. Karyanya masih hidup dalam setiap langkah jutaan jamaah yang menunaikan ibadah haji dan umrah. 

2. Dar Al-Handasah, Berperan dalam Kemegahan 2 Masjid Suci 

Ketika umat Islam dari seluruh dunia menyaksikan kemegahan Masjidilharam di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah, sedikit yang mengetahui bahwa di balik desain modern dan tata ruangnya terdapat jejak sebuah firma arsitektur asal Lebanon: Dar Al-Handasah (Shair and Partners). 

Sejak berdiri pada 1956 di Beirut, perusahaan ini berkembang menjadi salah satu konsultan arsitektur dan teknik terbesar di dunia Arab, dengan portofolio yang mencakup proyek infrastruktur, bandara, jembatan, hingga bangunan ikonik keagamaan. 

Didirikan oleh empat insinyur muda Lebanon—Kamal Shair, Nazih Taleb, Suheil Sami Khalaf, dan Khalil Chartouni—Dar Al-Handasah awalnya fokus pada proyek infrastruktur di Timur Tengah yang sedang tumbuh pesat pasca-kolonial. 

Reputasinya menanjak berkat kualitas desain dan kemampuan memadukan teknologi Barat dengan kebutuhan lokal. Pada 1970-an, firma ini mulai menembus pasar internasional, termasuk Afrika, Asia, dan Eropa. 

Kini, Dar Al-Handasah memiliki lebih dari 45 kantor di berbagai negara, dengan markas besar di Beirut, Kairo, London, Pune, dan Amman. Mereka dikenal sebagai salah satu konsultan teknik terbesar dunia dengan puluhan ribu karyawan lintas disiplin. 

Proyek perluasan Masjidilharam dan Masjid Nabawi pada era Raja Fahd (1980-an) hingga Raja Abdullah (2000-an) menandai puncak keterlibatan Dar Al-Handasah dalam proyek keagamaan. Firma ini dipercaya sebagai konsultan utama, bekerja sama dengan kontraktor besar seperti Saudi Binladin Group. 

Dalam proyek Masjidilharam, Dar Al-Handasah bertugas menyusun masterplan perluasan, termasuk desain bangunan baru, area tawaf yang lebih luas, sistem pendingin udara raksasa, serta jaringan transportasi internal. 

Sedangkan dalam proyek Masjid Nabawi, firma ini membantu merancang tata ruang baru yang mampu menampung jutaan jamaah, mengintegrasikan fasilitas modern tanpa merusak harmoni Kubah Hijau yang bersejarah. 

Selain dua masjid suci, Dar Al-Handasah juga terlibat dalam sejumlah proyek besar, seperti: Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah, jembatan besar di Mesir dan Teluk Arab, dan proyek urbanisasi di Afrika Utara dan Teluk. 

3. SL Rasch GmbH, Arsitek di Balik Payung Raksasa Masjid Nabawi dan Jam Menara Makkah 

Di balik teknologi arsitektur canggih yang kini mewarnai dua masjid suci umat Islam, terdapat jejak sebuah firma asal Jerman: SL Rasch GmbH Special and Lightweight Structures. 

Berbasis di Stuttgart, perusahaan ini dikenal sebagai pionir dalam bidang desain struktur ringan dan inovasi arsitektur berteknologi tinggi. Dengan spesialisasi uniknya, SL Rasch telah memberikan kontribusi monumental di Masjid Nabawi dan kawasan Masjidilharam. 

SL Rasch GmbH didirikan pada awal 1980-an oleh Mahmud Bodo Rasch, seorang arsitek Jerman yang kemudian memeluk Islam. 

Rasch menekuni desain struktur ringan (lightweight structures), memadukan prinsip teknik sipil, arsitektur, dan estetika modern. Filosofinya adalah menciptakan bangunan yang fungsional, ramah lingkungan, dan harmonis dengan konteks budaya. 

Kontribusi paling terkenal SL Rasch adalah rancangan payung raksasa otomatis di halaman Masjid Nabawi. Payung ini berfungsi melindungi jamaah dari panas terik dan hujan, dapat membuka dan menutup secara otomatis sesuai kondisi, dan dirancang dengan material canggih yang mampu bertahan dalam kondisi iklim ekstrem. 

Total ada lebih dari 250 payung raksasa yang dipasang, menjadikannya salah satu proyek arsitektur-spiritual paling inovatif abad ke-20. 

Selain di Madinah, SL Rasch juga terlibat dalam desain Jam Menara Abraj al-Bait (Makkah Clock Tower), yang kini menjadi salah satu ikon modern di dekat Masjidilharam. Firma ini merancang sistem struktur ringan untuk menara jam terbesar di dunia, lengkap dengan kaligrafi bercahaya yang dapat terlihat dari puluhan kilometer.

Dalam sebuah wawancara, Mahmud Bodo Rasch menegaskan bahwa proyek di Masjid Nabawi bukan semata urusan bisnis. Firma ini menolak mengambil keuntungan besar, hanya menutup biaya riset dan material, karena menganggap kontribusi pada Masjid Nabi sebagai kehormatan spiritual. 

Existing Site :


View Larger Map

Sumber : https://international.sindonews.com/read/

Saturday, November 11, 2023

Maqam Nabi Hud

Sumber video : https://youtu.be/

Maqam Nabi Hud 

Maqam Hud (مقام هود), atau Maqam Nabi Hud (مقام النبي هود), secara harfiah berarti Maqam Hud, di Hadhramaut Yaman, adalah sebuah kompleks pemakaman, yang secara tradisional diyakini sebagai makam Nabi Hud. Dia adalah seorang nabi Arab kuno yang disebutkan dalam Al-Qur'an. Itu terletak di daerah yang dikenal sebagai Sha'b Nabi Hud (شعب نبي هود, Lembah Nabi Hud), 90 kilometer sebelah timur Tarim. Ada reruntuhan dan prasasti di lingkungan itu.


Ringkasan

Robert Bertram Serjeant dalam studinya tentang ritual ziarah ke makam Hud langsung memverifikasi fakta-fakta yang diceritakan oleh al-Harawi [N1] (sekitar tahun 1200 M).

Masjid makam ini konon terletak di tebing tempat Hud naik untuk mengumandangkan azan. Ini adalah bangunan persegi kecil dengan satu kubah.

Makam itu bertempat di bangunan persegi di kiri tengah peta. Makam itu sendiri dimulai di dalam struktur ini dan meluas sekitar 90 meter di luar dan di belakang struktur tersebut. Makam Hud di Hadhramawt adalah salah satu makam terpanjang yang pernah tercatat.

Latar belakang sejarah

sekitar tahun 600 SM


Hanya ada sedikit pengetahuan tertentu tentang makam suci dalam teks-teks Arab klasik. Selama enam atau tujuh abad pertama sejarah Islam, hampir tidak ada informasi sejarah bernilai tinggi yang tersedia mengenai tempat suci tersebut.

Ibnu Sa’d (sekitar tahun 845 M) meriwayatkan dari gurunya al-Waqidi , bahwa makam tiga nabi saja (yakni Ismail , Muhammad dan Hud ) yang diketahui secara pasti, dan bagi makam Hud merupakan hikf ( al-ahqaf). , artinya pasir menampi) [N2] pasir di bawah dengan salah satu gunung Yaman di atasnya. Penyebutan lain dapat ditemukan dalam buku Muhammad ibn Habib (sekitar tahun 850) Kitab al-Muhabbar dimana dia menyebutkan festival di makam nabi Hud.

Kedua sumber ini mungkin diambil dari beberapa sumber sebelumnya yang saat ini tidak diketahui.

Sebuah tradisi lokal, kemungkinan besar sebuah legenda, mengidentifikasi makam tersebut dan daerah sekitarnya sebagai Iram Dhat al-Imad , yang kemungkinan besar merupakan legenda pasca-Islam.

Sebuah tradisi lokal, kemungkinan besar sebuah legenda, mengidentifikasi makam tersebut dan daerah sekitarnya sebagai Iram Dhat al-Imad , yang kemungkinan besar merupakan legenda pasca-Islam.

Rencana Dasar

sekitar tahun 600 SM


Kompleks pemakaman berorientasi utara-selatan, dengan makam-kuil berbatasan dengan permukaan tebing. Denah umum kompleks makam dibuat dengan mengatur jarak, dan berbagai bagiannya. oleh karena itu berada dalam proporsi yang sangat tepat satu sama lain.

Sebuah jalan lintas dengan tiga tangga batu mengarah ke platform bawah pertama, tetapi bercabang ke kanan dan kiri untuk mencapainya. Di bagian belakang platform ini berdiri sebuah batu lemak babi, yang diyakini sebagai unta yang membatu (Naqah). Di sebelah kanan peron ini, tangga utama dan jalan lintas berlanjut ke atas hingga ke alas atas, tempat makam suci berada. Di sini jalan lintas kembali bercabang ke kanan dan ke kiri hingga mendekati makam sebenarnya.

Di atas platform atas ini dibangun kuil berbentuk kubah yang mengelilingi ujung bawah makam Hud, dengan makam (ceruk pemakaman) membentang ke atas bukit di luarnya. Pada batu di ujung bawah makam terdapat celah ( nukhrah ) yang menurut tradisi, Nabi Hud masuk untuk melarikan diri dari musuh-musuhnya.

A. Pintu masuk jalan lintas
B. Platform bawah
C. Platform Atas
D. Tempat suci Tome
E. Pembelahan batu
F. al-Naqah
G. Pemakaman

Lokasi

sekitar tahun 600 SM


Meskipun beberapa situs dihormati sebagai makam Hud, situs yang paling terkenal, Qabr Nabi Hud , terletak di desa terpencil di Hadhramaut, Yaman, dan sering menjadi tempat ziarah umat Islam.

Hari Raya Nabi Hud

sekitar tahun 600 SM


Sumber video : https://youtube.com/

Festival Ziyarah , yang dirayakan dengan penuh semangat keagamaan, diadakan pada tanggal 15 bulan Sya'ban (secara lokal dikenal sebagai bulan Hud) setiap tahun.

Secara historis festival ini mungkin diadakan setelah festival Suq al-Okaz , yang diadakan di dekat Mekah. Para ulama merasa sulit untuk menentukan dengan tepat kapan festival ini berlangsung karena tidak ada referensi kontemporer atau awal yang cukup, namun waktu ziyara saat ini yang diadakan pada bulan Sya'ban adalah inovasi abad ke-15 Masehi yang dilakukan oleh penduduk setempat. sufi 'Abdullah abu Bakar al-'Aidrous.

Galeri



Catatan

• [N1] Narasi al-Harawi - Tempat Ziarah Hadramaut. Di dalamnya terdapat Makam Hūd as, di sisi gunung dari timur (min al-shark), dan di depan pintu masjid di kota Hadramaut terdapat batu karang tempat beliau biasa memberi. adzan untuk salatnya (dan letaknya di sebelah barat Masjid). - Frase disisipkan dari folio 155 b.

• [N2] Landberg, Hadramout, hal. 148 detik. membahas kata ini, menunjukkan bahwa hakf dapat berarti “ creux dans le ravin ferme par un mur ” (jurang berlubang yang dikelilingi tembok) dan juga “ bande de sable ” (jalur pasir). Pengertian Arab selatan yang mungkin sesuai dengan lokasi makam Hud saat ini mungkin tidak diketahui oleh pihak berwenang seperti al-Wakidi yang merupakan seorang Medina.

Referensi

• Sersan, Robert Bertram (1954). "Hud dan Nabi Pra-Islam Lainnya di Hadhramawt". Le Muséon. Penerbit Peeters. 67: 129.

• Wensinck, AJ; Pelat, Ch. (1960–2007). " Hud " (PDF). Dalam Bearman, P.; Bianquis, Th.; Bosworth, CE; van Donzel, E.; Heinrichs, WP (eds.). Ensiklopedia Islam (Edisi ke-2nd). cemerlang. P. 537. doi:10.1163/1573-3912_islam_SIM_2920. ISBN 9789004161214.

• van der Meulen, Daniel; von Wissmann, Hermann (1964). Hadramaut: Beberapa misterinya terungkap. Publikasi De Goeje Fund no. 9. (edisi ke-1). Leiden: EJ Brill. ISBN 978-90-04-00708-6.

• Ali bin Abi Bakar al-Harawi. Kitab al-Isharat ila Ma rifat al-Ziyarat [Kitab petunjuk untuk memberitahukan tempat-tempat kunjungan].

• Ibnu Batutah. Rihla [Perjalanan]. saya, 205; ii, 203.

• Breton, J.-F. dan C.Darles. “Makam Hud.” Saba 3-4 (1997): 79-81.

• Frantsouzoff, S. (2003). Prasasti penguburan Hadramitik dari gua makam di al-Rukbah (Wādī Ghabr, Pedalaman Ḥaḍramawt) dan upacara penguburan di Ḥaḍramawt kuno . Prosiding Seminar Studi Arab, 33, 251-265. Diakses pada 3 Januari 2021.

• DE KEROUALIN, F., & SCHWARZ, L. (1995). HŪD, UN PÈLERINAGE EN HADRAMAOUT . Quaderni Di Studi Arabi, 13, 181-189. Diakses pada 3 Januari 2021.

• Al-Qur'an: Sebuah Ensiklopedia diedit oleh Oliver Leaman, hal. 271.

• Wheeler, B., & ويلار, . (2006). Para Nabi Arab dalam Al-Qur'an dan Alkitab / الأنبياء العرب في القرآن والکتاب المقدس. Jurnal Kajian Al-Qur'an, 8(2), 24-57. Diakses pada 3 Januari 2021, dari http://www.jstor.org/stable/25728216

• Saba Review, 3 & 4, Hadramawt, Lembah Terinspirasi, 1996, hlm.79-82.

Sumber : https://madainproject-com

Monday, April 24, 2023

Listrik Masjidil Haram akan Disokong Teknologi Langkah Kaki

Listrik Masjidil Haram akan Disokong Teknologi Langkah Kaki 

Dua peneliti Saudi baru saja mematenkan sebuah teknologi untuk menghasilkan listrik dengan berjalan di torak atau piston kecil yang diletakkan di bawah lantai. Ada kemungkinan teknologi ini cocok untuk tempat-tempat seperti Masjidil Haram di Makkah untuk mengubah gerakan jamaah di dalam masjid menjadi energi yang akan digunakan untuk menyalakan masjid. 

“Kami membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk mendaftarkan paten ini,” kata Asisten Profesor Teknik Medis Universitas King Abdulaziz, Dr. Abdul Hamid Al Khatib, Gulf News melaporkan. 

Al Khatib menjelaskan teknologi ini bekerja dengan menekan piston kecil yang ditempatkan di bawah lantai. Energi yang dihasilkan dikumpulkan dalam baterai. Teknologi ini mensyaratkan tempat-tempat yang jumlah pejalan kaki yang banyak dan jarak yang jauh. Al Khatib menekankan tidak diperlukan bahan atau peralatan mahal untuk mengoperasikan penemuan ini. 

“Anda bisa menggunakan ubin biasa dengan piston di bawahnya. Kami menggunakan cairan yang mungkin air, minyak, atau gas lembam. Saat piston ditekan, turbin mirip dengan yang menghasilkan tenaga melalui udara atau air bergerak,” kata Al Khatib, dilansir About Islam, Jumat (11/12). 

Jalan kaki adalah aktivitas paling umum dalam kehidupan sehari-hari. Ketika seseorang berjalan, dia kehilangan energi ke permukaan jalan dalam bentuk benturan, getaran, suara, dan lain-lain. Energi ini dapat disadap dan diubah dalam bentuk yang dapat digunakan seperti bentuk listrik. 

Dalam rangka mengembangkan teknik untuk memanfaatkan energi langkah kaki, perangkat pembangkit listrik langkah kaki dikembangkan di Divisi Kontrol Reaktor (BARC). Perangkat ini jika berada di trotoar, dapat mengubah energi benturan kaki menjadi bentuk listrik dengan prinsip kerja yang sederhana. Perusahaan energi berkelanjutan Amerika, Pavegen juga telah mengembangkan instalasi interaktif dengan teknologi yang memanen energi dari jejak pejalan kaki. 

Sumber : https://ihram.republika.co.id/

----

Video dibawah ini :

Perusahaan teknologi yang berbasis di Inggris, Pavegen, menyulap lantai gedung, stasiun, hingga trotoar menjadi penghasil listrik.

Lantai-lantai tesebut dipasang dengan ubin yang dilengkapi dengan sensor elektromagnetik yang dapat mengubah tekanan pada ubin menjadi energi.

Pejalan kaki dapat menikmati indahnya lampu taman dan bahkan mengisi daya telepon genggam dari listrik yang dihasilkan.

Untuk menambah minat pejalan kaki, Pavegen menyediakan aplikasi yang dapat tersambung dengan bluetooth ke telepon pintar untuk melihat berapa energi yang dihasilkan dari langkah mereka. IBL

Saturday, January 28, 2023

UEA DAN INSPIRASINYA UNTUK PENGEMBANGAN SAINS DAN TEKNOLOGI


UEA dan Inspirasinya untuk Pengembangan Sains dan Teknologi

Wahana milik Uni Emirat Arab (UEA) yang disebut Amal berhasil mencapai Mars pada 9 Februari 2021, tepat pada hari ulang tahun pembentukan negara tersebut. Pencapaian ini menahbiskannya sebagai negara Arab dan negara Muslim pertama yang mencapai planet merah itu. Wahana tersebut akan mengumpulkan data-data tentang kondisi di Mars. Sebelumnya, pada 2019, UEA juga berhasil menerbangkan astronotnya, Hazza Al Mansouri ke luar atmosfir bumi. Ia menjadi orang Arab pertama yang pergi ke luar angkasa.

Yang cukup membanggakan bagi UEA, proyek Mars ini dikelola oleh para ilmuwan perempuan. Hal ini tentu akan menjadi kekuatan pendorong reformasi sosial di Timur Tengah untuk memberi ruang yang lebih besar pada peran-peran perempuan di ruang publik.

Uni Emirat Arab (UEA) memiliki strategi berbeda dalam mengelola kekayaan alamnya, berupa minyak bumi yang suatu saat akan habis. Kini, negara tersebut berupaya untuk terlibat dalam proyek-proyek ambisius pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menginspirasi generasi mudanya agar lebih tekun menekuni bidang ini.

Negara kecil gabungan dari tujuh emirate ini telah berhasil menempatkan dirinya sebagai pusat perhatian dunia, dari sebelumnya sebagai sebuah wilayah yang tidak dikenal. Dubai kini dikenal karena memiliki gedung tertinggi di dunia. Bandara internasional Dubai kini menjadi salah satu bandara tersibuk di dunia karena menjadi tempat perlintasan perjalanan internasional. Kota ini juga menjadi pusat bisnis keuangan di Timur Tengah dan tujuan wisata populer. Semua hal tersebut tentu bisa dicapai karena didasari sebuah visi besar.


Jadi, apa yang dilakukan oleh UEA yang visinya beberapa langkah ke depan dibandingkan dengan beberapa negara teluk lainnya, akan turut mengubah pandangan dalam dunia Islam. Penguasa di negara-negara tetangganya, akan dianggap tidak kompeten mengelola negara oleh rakyatnya jika mereka tidak mampu membuat perubahan dari mengebor minyak dan kemudian hidup bermewah-mewah atau untuk membeli senjata. Persoalan yang dihadapi negara-negara kaya tersebut mungkin berupa tiadanya mimpi yang cukup besar yang menantang mereka untuk menggunakan sumber dayanya dengan baik.

Saudi Arabia, sebagai contoh, telah mengumumkan program Visi 30 yang merupakan upaya pemerintah untuk mengurangi ketergantungan negara tersebut dari minyak pada tahun 2030. Salah satunya adalah dengan membangun kota Neom yang nantinya diharapkan menjadi pusat bisnis baru. Inspirasi dan persaingan dalam konteks seperti ini tentu menjadi hal yang baik.

Untuk mensukseskan program-program tersebut, disyaratkan adanya keterbukaan dan perubahan pandangan di Arab Saudi, kepastian hukum, dan tata kelola pemerintahan yang lebih baik. Nilai-nilai agama konservatif yang selama ini mendominasi pelan-pelan diubah menjadi lebih moderat. Larangan menyetir bagi perempuan yang menjadi sudah dicabut. Perempuan boleh menonton pertandingan olahraga di stadion, dan sejumlah perubahan lainnya.

Perubahan di Saudi Arabia, akan berdampak kepada dunia Muslim secara umum, mengingat ada sebagian Muslim yang menjadikan Saudi sebagai rujukan dalam beragama. Kelompok-kelompok agama di Indonesia yang selama ini berafiliasi ke Saudi Arabia, juga akan menjadi lebih moderat.


Visi wahana antarplanet yang diluncurkan oleh Uni Emirat Arab telah menimbulkan kebanggaan kepada warga negaranya dan menginspirasi anak-anak muda untuk menekuni bidang sains dan teknologi serta menimbulkan gairah dari negara-negara lain untuk memasuki bidang yang sama. Apa yang dilakukan oleh negara kecil tetangga Arab Saudi ini, jika dilakukan secara konsisten, akan mengubah fokus dari perdebatan kebenaran aliran agama yang tiada hentinya, menjadi pencapaian nyata.

Ada beberapa persoalan mendasar yang belum selesai dalam dunia Islam, seperti masalah hubungan Sunni Syiah yang kemudian terefleksikan dalam perebutan pengaruh regional antara Saudi Arabia dan Iran. Beberapa konflik yang terjadi di Timur Tengah didasari oleh persoalan aliran agama tersebut sebagaimana yang terjadi di Yaman, perang Irak Iran yang berlangsung beberapa dekade lalu, konflik di Lebanon, dan lainnya.

Pencapaian-pencapaian baru dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikontribusikan oleh aliran apapun dalam Islam, akan mendapatkan apresiasi dari seluruh dunia. Warga dunia tidak melihat aliran agamanya apa, tetapi kontribusi apa yang telah diberikannya kepada perbaikan kondisi dunia ini. Membangun kekuatan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi, akan mengurangi menguatnya sentiment aliran dalam agama.

Umat lain pun pernah mengalami konflik agama seperti yang pernah terjadi antara pemeluk Protestan dan Katolik beberapa abad lalu dalam bentuk perang yang menimbulkan banyak korban kematian dan kerusakan. Namun seiring dengan berjalannya waktu, akhirnya mereka menyadari bahwa tidak mungkin untuk memaksakan pihak lain untuk mengikuti keyakinannya. Persoalan Sunni Syiah yang hingga kini masih bisa dirasakan, akarnya bisa ditelusuri hingga ke era Khulafaur Rasyidin, 14 abad lalu.

Peradaban-peradaban besar, telah mencurahkan energinya untuk menguasai masa depan. Di saat teknologi seluler 5G baru diinisiasi dan digunakan di segelintir tempat, Amerika dan China sudah berlomba untuk melakukan riset guna menemukan teknologi 6G. Persaingan juga terjadi dalam bidang-bidang lainnya seperti artifisial intelegence (AI), robotika, genomic, dan lainnya yang mana penguasaan pada bidang-bidang tersebut akan menentukan siapa yang mendominasi dunia.

Negara-negara Muslim, sejauh ini hanya menjadi konsumen atas produk-produk teknologi tersebut. Tak ada yang patut dibanggakan sebagai sebuah bangsa atau peradaban besar jika sekedar menjadi konsumen produk yang dibuat pihak lain. Upaya-upaya untuk memberi kontribusi yang lebih besar kepada peningkatan pengetahuan dan teknologi perlu terus didorong dan difasilitasi. 

(Achmad Mukafi Niam)

Sumber : https://uninus.ac.id

Monday, July 25, 2022

Putra Mahkota Arab Saudi Muhammad Bin Salman Umumkan Desain The Line Di NEOM

Putra Mahkota Arab Saudi Muhammad bin Salman mengumumkan rencana pengembangan The Line di NEOM pada hari Senin (25/7).

Pangeran Muhammad mengatakan desain ini akan memperjelas struktur internal kota berlapis-lapis dan mengatasi masalah kota datar horizontal tradisional, mencapai keselarasan antara pembangunan perkotaan dan pelestarian alam, tulis Saudi Press Agency (SPA).


Pangeran Muhammad meluncurkan ide dan visi awal kota yang mendefinisikan kembali konsep pembangunan perkotaan dan seperti apa kota masa depan pada Januari 2021.

Sumber video : https://youtu.be/0y0

“Di NEOM, kami berusaha untuk menjadi yang terdepan dalam memberikan solusi baru dan inovatif, dan hari ini kami bertekad untuk mengimplementasikan ide ‘Building to the Top‘ melalui tim yang dipimpin oleh NEOM dan sekelompok pemikir paling cerdas,” kata MBS.

Pangeran Muhammad juga mengatakan The Line akan mencapai “kehidupan yang ideal” dan mengatasi tantangan mendesak yang dihadapi umat manusia.

“NEOM adalah salah satu proyek terpenting dari Visi Saudi 2030 dan The Line adalah penegasan komitmen kuat kami untuk menghadirkan proyek ke seluruh dunia, NEOM adalah tempat bagi mereka yang memimpikan hari esok yang lebih baik,” katanya.

Desain The Line mewujudkan bagaimana komunitas perkotaan di masa depan dalam lingkungan yang bebas dari jalan, mobil dan emisi, tambahnya.

Putra Mahkota mengatakan proyek tersebut menawarkan pendekatan baru untuk desain perkotaan, akan berjalan dengan 100 persen energi terbarukan dan memprioritaskan kesehatan masyarakat.

“Ide untuk melapis fungsi kota secara vertikal, memberikan kemungkinan bagi masyarakat untuk bergerak mulus dalam tiga dimensi untuk mengaksesnya adalah sebuah konsep yang disebut sebagai Zero Gravity Urbanism,” ujarnya.

Menurut rencana desain yang diungkapkan, The Line akan memiliki fasad cermin luar yang akan memberikan struktur karakter uniknya dan memungkinkan bahkan tapaknya yang kecil untuk menyatu dengan alam, sementara interiornya akan dibangun untuk menciptakan “pengalaman luar biasa dan momen magis,” tambah Putra Mahkota.

Jalur tersebut pada akhirnya akan menampung 9 juta penduduk dan akan dibangun di atas tapak seluas 34 kilometer persegi, yang belum pernah terdengar jika dibandingkan dengan kota-kota lain dengan kapasitas serupa.

The Line akan dibuat oleh tim arsitek dan insinyur terkenal di dunia, yang dipimpin oleh NEOM, untuk mengembangkan konsep revolusioner untuk kota masa depan,” kata Pangeran Muhammad.

Iklim yang ideal di dalam bangunan, sepanjang tahun, akan memastikan bahwa penghuni dapat menikmati alam sekitar sambil berjalan-jalan. Penghuni juga akan memiliki akses ke semua fasilitas di The Line dalam lima menit berjalan kaki.[]

Sumber : https://saudinesia.com


Friday, March 8, 2019

"Artificial Intelligence" dalam Arsitektur dan Konstruksi



Industri konstruksi kini mendapatkan tambahan bantuan tenaga, yakni teknologi kecerdasan buatan Artificial Intelligence (AI).

Selama beberapa tahun, berbagai inovasi teknologi semakin jauh masuk ke dalam lingkup pekerjaan, menawarkan efisiensi dan informasi dalam waktu singkat.

Hal tersebut meliputi kemampuan untuk mengintegrasikan kecerdasan buatan dalam operasional sehari-hari, serta proses pengambilan keputusan. Tentunya hanya data yang terhubung lah yang memiliki nilai.

AI kini mampu melakukan berbagai pekerjaan dengan cara mengumpulkan, mengolah, dan menyimpulkan data.

Teknologi ini diperkirakan akan mengubah wajah banyak industri, termasuk properti. Selama beberapa tahun kecerdasan buatan telah mengubah banyak hal dalam beberapa sektor seperti:

1. Perencanaan 

AI membantu dalam proses perencanaan konstruksi. Peralatan otomatis yang dalam tahap perencanaan, teknologi kecerdasan buatan mampu membantu menentukan lokasi konstruksi dan mendapatkan informasi yang cukup untuk membuat rancangan peta 3D, cetak biru, dan perencanaan konstruksi.


Teknologi ini mampu menghemat waktu. Dengan AI, proses yang dulu membutuhkan beberapa minggu kini hanya perlu satu hari untuk merampungkannya. Hal ini tentunya mampu menghemat pengeluaran.

Monday, January 28, 2019

Desain Biophilic Yang Ramah Lingkungan



Hunian yang baik ialah hunian yang dapat menciptakan kebahagiaan dan kenyamanan bagi penghuninya. Salah satu faktor pendukung untuk mewujudkan hal tersebut ialah dengan menyematkan unsur alam pada hunian.

Pada dasarnya manusia memiliki kecenderungan bawaan untuk berhubungan dengan alam yang dikenal dengan hipotesa biophilia (cinta alam). Dalam dunia arsitektur, hunian dengan sentuhan natural atau alam dikenal dengan istilah biophilic design atau desain biophilic.
Istilah ini mungkin terasa asing untuk Anda. Untuk mengetahui lebih jauh mengenai desain biophilic, yuk, simak tulisan berikut yang mungkin bisa menjadi inspirasi bagi hunian Anda.
Apa itu Desain Biophilic?
Istilah biophilia (cinta alam) muncul sekitar tahun 1980 ketika urbanisasi meningkat yang mengakibatkan terputusnya hubungan manusia dengan alam. Tingkat migrasi ke perkotaan di negara maju dan berkembang sangat tinggi saat itu.