Share : TOP NEWS, ARTICLE, PLAN and SOFTWARE of architecture from various sources
Saturday, May 30, 2026
Biodigestor rumahan
Monday, October 27, 2025
Istana Nabi Sulaiman (Solomon Temple): Sebuah Keajaiban Arsitektur Dan Simbol Kebesaran
Istana Nabi Sulaiman (Solomon Temple): Sebuah Keajaiban Arsitektur Dan Simbol Kebesaran
Nabi Sulaiman (Solomon) dikenal sebagai salah satu nabi besar dalam tradisi Islam, Yahudi, dan Kristen. Dia adalah putra Nabi Dawud (David) dan dikaruniai oleh Allah dengan kebijaksanaan, kekayaan, serta kemampuan untuk memahami bahasa makhluk lain seperti jin dan hewan. Salah satu pencapaian monumental dalam hidupnya adalah pembangunan Istana Nabi Sulaiman, yang juga dikenal sebagai Solomon Temple.
Latar Belakang Pembangunan Istana
Istana Nabi Sulaiman dibangun sebagai pusat ibadah dan simbol kebesaran kerajaan yang dipimpinnya. Pembangunan ini dilaksanakan atas perintah Allah dan melibatkan berbagai elemen arsitektur dan teknologi canggih pada zamannya. Menurut Al-Quran, Nabi Sulaiman memiliki kendali atas jin dan setan yang membantu dalam pembangunan istana ini, yang menjadikannya salah satu bangunan paling megah di dunia saat itu.
Desain dan Arsitektur
Istana Nabi Sulaiman dikenal karena kemegahan dan keindahannya yang luar biasa. Al-Quran menggambarkan istana ini sebagai bangunan yang penuh dengan keindahan, dihiasi dengan berbagai jenis batu permata, emas, dan perak. Di dalamnya terdapat ruang-ruang besar yang digunakan untuk beribadah, pertemuan, serta tempat tinggal bagi keluarganya.
Menurut tradisi, istana ini juga dilengkapi dengan kolam air yang terbuat dari kaca, sehingga saat Ratu Balqis (Queen of Sheba) pertama kali melihatnya, dia mengira itu adalah air dan mengangkat roknya untuk melintasinya. Ini menunjukkan betapa canggihnya teknologi yang digunakan dalam pembangunan istana tersebut.
Simbol Kebesaran dan Kekuasaan
Istana Nabi Sulaiman tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal dan pusat pemerintahan, tetapi juga sebagai simbol kekuasaan dan kebijaksanaan yang diberikan Allah kepadanya. Pembangunan istana ini menunjukkan betapa besarnya kekuasaan Nabi Sulaiman yang mampu mengendalikan jin dan makhluk lainnya untuk membantunya. Ini juga menunjukkan betapa Allah memberkahi umat-Nya dengan kemampuan dan kebijaksanaan yang luar biasa.
Pengaruh dan Warisan
Istana Nabi Sulaiman memiliki pengaruh besar dalam sejarah dan budaya berbagai peradaban. Dalam tradisi Yahudi, Solomon Temple dianggap sebagai tempat suci yang menjadi pusat ibadah Bani Israil. Dalam tradisi Kristen, istana ini juga disebutkan dalam Alkitab sebagai salah satu keajaiban arsitektur kuno.
Dalam tradisi Islam, Istana Nabi Sulaiman diakui sebagai bukti nyata kebesaran dan kekuasaan Allah yang diberikan kepada nabi-Nya. Pembangunan istana ini juga menunjukkan betapa pentingnya kebijaksanaan dan kemampuan untuk memimpin dengan adil dan bijaksana.
Kesimpulan
Istana Nabi Sulaiman adalah salah satu keajaiban arsitektur dan simbol kebesaran yang pernah ada dalam sejarah manusia. Pembangunan istana ini tidak hanya menunjukkan kemampuan teknis dan arsitektur yang luar biasa, tetapi juga menggarisbawahi pentingnya kebijaksanaan dan kekuasaan yang diberikan oleh Allah kepada nabi-Nya. Istana ini tetap menjadi inspirasi dan simbol kebesaran dalam berbagai tradisi dan budaya hingga saat ini.
Sumber : https://www.behaestex.co.id/
Monday, October 13, 2025
3 Sosok Arsitek Masjidilharam dan Masjid Nabawi
3 Sosok Arsitek Masjidilharam dan Masjid Nabawi,
Masjidilharam di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah adalah dua situs tersuci umat Islam di Kerajaan Arab Saudi. Sedangkan situs suci ketiga adalah Masjid al-Aqsa di Yerusalem.
Masjidilharam dan Masjid Nabawi tercatat sebagai proyek arsitektur dan rekayasa terbesar di dunia Islam yang melibatkan banyak arsitek, konsultan, dan kontraktor internasional.
Tidak ada satu arsitek tunggal karena setiap tahap perluasan dilakukan oleh tim berbeda sesuai zaman dan keputusan raja yang berkuasa di Arab Saudi.
Masjidilharam mengalami perluasan di era Raja Abdulaziz (mulai 1955), kemudian di era Raja Fahd (1980-an hingga 1990-an), selanjutnya di era Raja Abdullah (2007–2015), dan juga di era Raja Salman (2015–sekarang).
Begitu juga Masjid Nabawi yang mengalami perluasan di era Raja Abdulaziz (1950-an), kemudian di era Raja Fahd (1985–1994), dan di era Raja Abdullah (2007–2015).
3 Sosok Arsitek Utama Masjidilharam dan Masjid Nabawi
1. Sheikh Mohamed Kamal Ismail, Dikenal Menolak Dibayar
Sheikh Mohamed Kamal Ismail merupakan arsitek rendah hati asal Mesir. Dialah di Balik kemegahan Masjidilharam dan Masjid Nabawi seperti yang terlihat sekarang ini.
Dia bukan sekadar perancang bangunan, melainkan tokoh yang memadukan sains, seni, dan spiritualitas dalam karyanya.
Sheikh Mohamed Kamal Ismail lahir di Mesir pada 1908. Dia menempuh pendidikan di Fakultas Teknik Universitas Fouad I (kini Universitas Kairo), kemudian melanjutkan studi arsitektur di École des Beaux-Arts Paris.
Uniknya, selain menguasai teknik arsitektur modern, Ismail juga memperdalam hukum Islam dan seni bangunan Islam klasik, menjadikannya figur langka yang mampu menjembatani tradisi dan modernitas.
Ketika Raja Fahd bin Abdulaziz Al Saud memulai proyek besar perluasan Masjidilharam dan Masjid Nabawi pada 1980-an, Ismail dipilih langsung sebagai arsitek utama. Pilihan ini tidak lepas dari reputasinya sebagai pakar arsitektur Islam yang menguasai aspek estetika, struktural, sekaligus hukum syariah.
Ismail memimpin desain perluasan besar yang menambah area tawaf (mataf), shaf, dan fasilitas penunjang tanpa merusak keaslian Kakbah dan bangunan bersejarah di sekitarnya.
Sedangkan di proyek Masjid Nabawi, Ismail merancang perluasan harmonis yang mengintegrasikan kubah hijau bersejarah dengan ruang salat modern yang luas. Karya ini juga memperkenalkan sistem mekanik modern, seperti pendingin udara terintegrasi, namun tetap mempertahankan kesakralan.
Salah satu kisah paling terkenal adalah keputusannya menolak menerima bayaran dari proyek perluasan dua masjid suci.
Bagi Ismail, kehormatan bisa mengabdi untuk Baitullah dan Masjid Rasulullah lebih berharga daripada harta. Sikap ini membuatnya dikenang sebagai arsitek dengan integritas spiritual yang tinggi.
Sheikh Mohamed Kamal Ismail wafat pada 2008 di Mesir. Namanya tidak selalu populer di media, tetapi bagi kalangan arsitek dan sejarawan Islam, dia adalah figur monumental. Karyanya masih hidup dalam setiap langkah jutaan jamaah yang menunaikan ibadah haji dan umrah.
2. Dar Al-Handasah, Berperan dalam Kemegahan 2 Masjid Suci
Ketika umat Islam dari seluruh dunia menyaksikan kemegahan Masjidilharam di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah, sedikit yang mengetahui bahwa di balik desain modern dan tata ruangnya terdapat jejak sebuah firma arsitektur asal Lebanon: Dar Al-Handasah (Shair and Partners).
Sejak berdiri pada 1956 di Beirut, perusahaan ini berkembang menjadi salah satu konsultan arsitektur dan teknik terbesar di dunia Arab, dengan portofolio yang mencakup proyek infrastruktur, bandara, jembatan, hingga bangunan ikonik keagamaan.
Didirikan oleh empat insinyur muda Lebanon—Kamal Shair, Nazih Taleb, Suheil Sami Khalaf, dan Khalil Chartouni—Dar Al-Handasah awalnya fokus pada proyek infrastruktur di Timur Tengah yang sedang tumbuh pesat pasca-kolonial.
Reputasinya menanjak berkat kualitas desain dan kemampuan memadukan teknologi Barat dengan kebutuhan lokal. Pada 1970-an, firma ini mulai menembus pasar internasional, termasuk Afrika, Asia, dan Eropa.
Kini, Dar Al-Handasah memiliki lebih dari 45 kantor di berbagai negara, dengan markas besar di Beirut, Kairo, London, Pune, dan Amman. Mereka dikenal sebagai salah satu konsultan teknik terbesar dunia dengan puluhan ribu karyawan lintas disiplin.
Proyek perluasan Masjidilharam dan Masjid Nabawi pada era Raja Fahd (1980-an) hingga Raja Abdullah (2000-an) menandai puncak keterlibatan Dar Al-Handasah dalam proyek keagamaan. Firma ini dipercaya sebagai konsultan utama, bekerja sama dengan kontraktor besar seperti Saudi Binladin Group.
Dalam proyek Masjidilharam, Dar Al-Handasah bertugas menyusun masterplan perluasan, termasuk desain bangunan baru, area tawaf yang lebih luas, sistem pendingin udara raksasa, serta jaringan transportasi internal.
Sedangkan dalam proyek Masjid Nabawi, firma ini membantu merancang tata ruang baru yang mampu menampung jutaan jamaah, mengintegrasikan fasilitas modern tanpa merusak harmoni Kubah Hijau yang bersejarah.
Selain dua masjid suci, Dar Al-Handasah juga terlibat dalam sejumlah proyek besar, seperti: Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah, jembatan besar di Mesir dan Teluk Arab, dan proyek urbanisasi di Afrika Utara dan Teluk.
3. SL Rasch GmbH, Arsitek di Balik Payung Raksasa Masjid Nabawi dan Jam Menara Makkah
Di balik teknologi arsitektur canggih yang kini mewarnai dua masjid suci umat Islam, terdapat jejak sebuah firma asal Jerman: SL Rasch GmbH Special and Lightweight Structures.
Berbasis di Stuttgart, perusahaan ini dikenal sebagai pionir dalam bidang desain struktur ringan dan inovasi arsitektur berteknologi tinggi. Dengan spesialisasi uniknya, SL Rasch telah memberikan kontribusi monumental di Masjid Nabawi dan kawasan Masjidilharam.
SL Rasch GmbH didirikan pada awal 1980-an oleh Mahmud Bodo Rasch, seorang arsitek Jerman yang kemudian memeluk Islam.
Rasch menekuni desain struktur ringan (lightweight structures), memadukan prinsip teknik sipil, arsitektur, dan estetika modern. Filosofinya adalah menciptakan bangunan yang fungsional, ramah lingkungan, dan harmonis dengan konteks budaya.
Kontribusi paling terkenal SL Rasch adalah rancangan payung raksasa otomatis di halaman Masjid Nabawi. Payung ini berfungsi melindungi jamaah dari panas terik dan hujan, dapat membuka dan menutup secara otomatis sesuai kondisi, dan dirancang dengan material canggih yang mampu bertahan dalam kondisi iklim ekstrem.
Total ada lebih dari 250 payung raksasa yang dipasang, menjadikannya salah satu proyek arsitektur-spiritual paling inovatif abad ke-20.
Selain di Madinah, SL Rasch juga terlibat dalam desain Jam Menara Abraj al-Bait (Makkah Clock Tower), yang kini menjadi salah satu ikon modern di dekat Masjidilharam. Firma ini merancang sistem struktur ringan untuk menara jam terbesar di dunia, lengkap dengan kaligrafi bercahaya yang dapat terlihat dari puluhan kilometer.
Dalam sebuah wawancara, Mahmud Bodo Rasch menegaskan bahwa proyek di Masjid Nabawi bukan semata urusan bisnis. Firma ini menolak mengambil keuntungan besar, hanya menutup biaya riset dan material, karena menganggap kontribusi pada Masjid Nabi sebagai kehormatan spiritual.
Existing Site :
View Larger Map
Saturday, November 11, 2023
Maqam Nabi Hud
Maqam Hud (مقام هود), atau Maqam Nabi Hud (مقام النبي هود), secara harfiah berarti Maqam Hud, di Hadhramaut Yaman, adalah sebuah kompleks pemakaman, yang secara tradisional diyakini sebagai makam Nabi Hud. Dia adalah seorang nabi Arab kuno yang disebutkan dalam Al-Qur'an. Itu terletak di daerah yang dikenal sebagai Sha'b Nabi Hud (شعب نبي هود, Lembah Nabi Hud), 90 kilometer sebelah timur Tarim. Ada reruntuhan dan prasasti di lingkungan itu.
Robert Bertram Serjeant dalam studinya tentang ritual ziarah ke makam Hud langsung memverifikasi fakta-fakta yang diceritakan oleh al-Harawi [N1] (sekitar tahun 1200 M).
Masjid makam ini konon terletak di tebing tempat Hud naik untuk mengumandangkan azan. Ini adalah bangunan persegi kecil dengan satu kubah.
Makam itu bertempat di bangunan persegi di kiri tengah peta. Makam itu sendiri dimulai di dalam struktur ini dan meluas sekitar 90 meter di luar dan di belakang struktur tersebut. Makam Hud di Hadhramawt adalah salah satu makam terpanjang yang pernah tercatat.
Latar belakang sejarah
sekitar tahun 600 SM
Ibnu Sa’d (sekitar tahun 845 M) meriwayatkan dari gurunya al-Waqidi , bahwa makam tiga nabi saja (yakni Ismail , Muhammad dan Hud ) yang diketahui secara pasti, dan bagi makam Hud merupakan hikf ( al-ahqaf). , artinya pasir menampi) [N2] pasir di bawah dengan salah satu gunung Yaman di atasnya. Penyebutan lain dapat ditemukan dalam buku Muhammad ibn Habib (sekitar tahun 850) Kitab al-Muhabbar dimana dia menyebutkan festival di makam nabi Hud.
Kedua sumber ini mungkin diambil dari beberapa sumber sebelumnya yang saat ini tidak diketahui.
Sebuah tradisi lokal, kemungkinan besar sebuah legenda, mengidentifikasi makam tersebut dan daerah sekitarnya sebagai Iram Dhat al-Imad , yang kemungkinan besar merupakan legenda pasca-Islam.
Sebuah tradisi lokal, kemungkinan besar sebuah legenda, mengidentifikasi makam tersebut dan daerah sekitarnya sebagai Iram Dhat al-Imad , yang kemungkinan besar merupakan legenda pasca-Islam.
Rencana Dasar
sekitar tahun 600 SM
Sebuah jalan lintas dengan tiga tangga batu mengarah ke platform bawah pertama, tetapi bercabang ke kanan dan kiri untuk mencapainya. Di bagian belakang platform ini berdiri sebuah batu lemak babi, yang diyakini sebagai unta yang membatu (Naqah). Di sebelah kanan peron ini, tangga utama dan jalan lintas berlanjut ke atas hingga ke alas atas, tempat makam suci berada. Di sini jalan lintas kembali bercabang ke kanan dan ke kiri hingga mendekati makam sebenarnya.
Di atas platform atas ini dibangun kuil berbentuk kubah yang mengelilingi ujung bawah makam Hud, dengan makam (ceruk pemakaman) membentang ke atas bukit di luarnya. Pada batu di ujung bawah makam terdapat celah ( nukhrah ) yang menurut tradisi, Nabi Hud masuk untuk melarikan diri dari musuh-musuhnya.
A. Pintu masuk jalan lintas
B. Platform bawah
C. Platform Atas
D. Tempat suci Tome
E. Pembelahan batu
F. al-Naqah
G. Pemakaman
Lokasi
sekitar tahun 600 SM
Hari Raya Nabi Hud
sekitar tahun 600 SM
Secara historis festival ini mungkin diadakan setelah festival Suq al-Okaz , yang diadakan di dekat Mekah. Para ulama merasa sulit untuk menentukan dengan tepat kapan festival ini berlangsung karena tidak ada referensi kontemporer atau awal yang cukup, namun waktu ziyara saat ini yang diadakan pada bulan Sya'ban adalah inovasi abad ke-15 Masehi yang dilakukan oleh penduduk setempat. sufi 'Abdullah abu Bakar al-'Aidrous.
Galeri
• [N1] Narasi al-Harawi - Tempat Ziarah Hadramaut. Di dalamnya terdapat Makam Hūd as, di sisi gunung dari timur (min al-shark), dan di depan pintu masjid di kota Hadramaut terdapat batu karang tempat beliau biasa memberi. adzan untuk salatnya (dan letaknya di sebelah barat Masjid). - Frase disisipkan dari folio 155 b.
• [N2] Landberg, Hadramout, hal. 148 detik. membahas kata ini, menunjukkan bahwa hakf dapat berarti “ creux dans le ravin ferme par un mur ” (jurang berlubang yang dikelilingi tembok) dan juga “ bande de sable ” (jalur pasir). Pengertian Arab selatan yang mungkin sesuai dengan lokasi makam Hud saat ini mungkin tidak diketahui oleh pihak berwenang seperti al-Wakidi yang merupakan seorang Medina.
Referensi
• Sersan, Robert Bertram (1954). "Hud dan Nabi Pra-Islam Lainnya di Hadhramawt". Le Muséon. Penerbit Peeters. 67: 129.
• Wensinck, AJ; Pelat, Ch. (1960–2007). " Hud " (PDF). Dalam Bearman, P.; Bianquis, Th.; Bosworth, CE; van Donzel, E.; Heinrichs, WP (eds.). Ensiklopedia Islam (Edisi ke-2nd). cemerlang. P. 537. doi:10.1163/1573-3912_islam_SIM_2920. ISBN 9789004161214.
• van der Meulen, Daniel; von Wissmann, Hermann (1964). Hadramaut: Beberapa misterinya terungkap. Publikasi De Goeje Fund no. 9. (edisi ke-1). Leiden: EJ Brill. ISBN 978-90-04-00708-6.
• Ali bin Abi Bakar al-Harawi. Kitab al-Isharat ila Ma rifat al-Ziyarat [Kitab petunjuk untuk memberitahukan tempat-tempat kunjungan].
• Ibnu Batutah. Rihla [Perjalanan]. saya, 205; ii, 203.
• Breton, J.-F. dan C.Darles. “Makam Hud.” Saba 3-4 (1997): 79-81.
• Frantsouzoff, S. (2003). Prasasti penguburan Hadramitik dari gua makam di al-Rukbah (Wādī Ghabr, Pedalaman Ḥaḍramawt) dan upacara penguburan di Ḥaḍramawt kuno . Prosiding Seminar Studi Arab, 33, 251-265. Diakses pada 3 Januari 2021.
• DE KEROUALIN, F., & SCHWARZ, L. (1995). HŪD, UN PÈLERINAGE EN HADRAMAOUT . Quaderni Di Studi Arabi, 13, 181-189. Diakses pada 3 Januari 2021.
• Al-Qur'an: Sebuah Ensiklopedia diedit oleh Oliver Leaman, hal. 271.
• Wheeler, B., & ويلار, . (2006). Para Nabi Arab dalam Al-Qur'an dan Alkitab / الأنبياء العرب في القرآن والکتاب المقدس. Jurnal Kajian Al-Qur'an, 8(2), 24-57. Diakses pada 3 Januari 2021, dari http://www.jstor.org/stable/25728216
• Saba Review, 3 & 4, Hadramawt, Lembah Terinspirasi, 1996, hlm.79-82.
Sumber : https://madainproject-com
Monday, April 24, 2023
Listrik Masjidil Haram akan Disokong Teknologi Langkah Kaki
Listrik Masjidil Haram akan Disokong Teknologi Langkah Kaki
Dua peneliti Saudi baru saja mematenkan sebuah teknologi untuk menghasilkan listrik dengan berjalan di torak atau piston kecil yang diletakkan di bawah lantai. Ada kemungkinan teknologi ini cocok untuk tempat-tempat seperti Masjidil Haram di Makkah untuk mengubah gerakan jamaah di dalam masjid menjadi energi yang akan digunakan untuk menyalakan masjid.
“Kami membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk mendaftarkan paten ini,” kata Asisten Profesor Teknik Medis Universitas King Abdulaziz, Dr. Abdul Hamid Al Khatib, Gulf News melaporkan.
Al Khatib menjelaskan teknologi ini bekerja dengan menekan piston kecil yang ditempatkan di bawah lantai. Energi yang dihasilkan dikumpulkan dalam baterai. Teknologi ini mensyaratkan tempat-tempat yang jumlah pejalan kaki yang banyak dan jarak yang jauh. Al Khatib menekankan tidak diperlukan bahan atau peralatan mahal untuk mengoperasikan penemuan ini.
“Anda bisa menggunakan ubin biasa dengan piston di bawahnya. Kami menggunakan cairan yang mungkin air, minyak, atau gas lembam. Saat piston ditekan, turbin mirip dengan yang menghasilkan tenaga melalui udara atau air bergerak,” kata Al Khatib, dilansir About Islam, Jumat (11/12).
Jalan kaki adalah aktivitas paling umum dalam kehidupan sehari-hari. Ketika seseorang berjalan, dia kehilangan energi ke permukaan jalan dalam bentuk benturan, getaran, suara, dan lain-lain. Energi ini dapat disadap dan diubah dalam bentuk yang dapat digunakan seperti bentuk listrik.
Dalam rangka mengembangkan teknik untuk memanfaatkan energi langkah kaki, perangkat pembangkit listrik langkah kaki dikembangkan di Divisi Kontrol Reaktor (BARC). Perangkat ini jika berada di trotoar, dapat mengubah energi benturan kaki menjadi bentuk listrik dengan prinsip kerja yang sederhana. Perusahaan energi berkelanjutan Amerika, Pavegen juga telah mengembangkan instalasi interaktif dengan teknologi yang memanen energi dari jejak pejalan kaki.
Sumber : https://ihram.republika.co.id/
----
Video dibawah ini :
Perusahaan teknologi yang berbasis di Inggris, Pavegen, menyulap lantai gedung, stasiun, hingga trotoar menjadi penghasil listrik.
Lantai-lantai tesebut dipasang dengan ubin yang dilengkapi dengan sensor elektromagnetik yang dapat mengubah tekanan pada ubin menjadi energi.
Pejalan kaki dapat menikmati indahnya lampu taman dan bahkan mengisi daya telepon genggam dari listrik yang dihasilkan.
Untuk menambah minat pejalan kaki, Pavegen menyediakan aplikasi yang dapat tersambung dengan bluetooth ke telepon pintar untuk melihat berapa energi yang dihasilkan dari langkah mereka. IBL
Saturday, January 28, 2023
UEA DAN INSPIRASINYA UNTUK PENGEMBANGAN SAINS DAN TEKNOLOGI
Wahana milik Uni Emirat Arab (UEA) yang disebut Amal berhasil mencapai Mars pada 9 Februari 2021, tepat pada hari ulang tahun pembentukan negara tersebut. Pencapaian ini menahbiskannya sebagai negara Arab dan negara Muslim pertama yang mencapai planet merah itu. Wahana tersebut akan mengumpulkan data-data tentang kondisi di Mars. Sebelumnya, pada 2019, UEA juga berhasil menerbangkan astronotnya, Hazza Al Mansouri ke luar atmosfir bumi. Ia menjadi orang Arab pertama yang pergi ke luar angkasa.
Yang cukup membanggakan bagi UEA, proyek Mars ini dikelola oleh para ilmuwan perempuan. Hal ini tentu akan menjadi kekuatan pendorong reformasi sosial di Timur Tengah untuk memberi ruang yang lebih besar pada peran-peran perempuan di ruang publik.
Uni Emirat Arab (UEA) memiliki strategi berbeda dalam mengelola kekayaan alamnya, berupa minyak bumi yang suatu saat akan habis. Kini, negara tersebut berupaya untuk terlibat dalam proyek-proyek ambisius pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menginspirasi generasi mudanya agar lebih tekun menekuni bidang ini.
Negara kecil gabungan dari tujuh emirate ini telah berhasil menempatkan dirinya sebagai pusat perhatian dunia, dari sebelumnya sebagai sebuah wilayah yang tidak dikenal. Dubai kini dikenal karena memiliki gedung tertinggi di dunia. Bandara internasional Dubai kini menjadi salah satu bandara tersibuk di dunia karena menjadi tempat perlintasan perjalanan internasional. Kota ini juga menjadi pusat bisnis keuangan di Timur Tengah dan tujuan wisata populer. Semua hal tersebut tentu bisa dicapai karena didasari sebuah visi besar.
Saudi Arabia, sebagai contoh, telah mengumumkan program Visi 30 yang merupakan upaya pemerintah untuk mengurangi ketergantungan negara tersebut dari minyak pada tahun 2030. Salah satunya adalah dengan membangun kota Neom yang nantinya diharapkan menjadi pusat bisnis baru. Inspirasi dan persaingan dalam konteks seperti ini tentu menjadi hal yang baik.
Untuk mensukseskan program-program tersebut, disyaratkan adanya keterbukaan dan perubahan pandangan di Arab Saudi, kepastian hukum, dan tata kelola pemerintahan yang lebih baik. Nilai-nilai agama konservatif yang selama ini mendominasi pelan-pelan diubah menjadi lebih moderat. Larangan menyetir bagi perempuan yang menjadi sudah dicabut. Perempuan boleh menonton pertandingan olahraga di stadion, dan sejumlah perubahan lainnya.
Perubahan di Saudi Arabia, akan berdampak kepada dunia Muslim secara umum, mengingat ada sebagian Muslim yang menjadikan Saudi sebagai rujukan dalam beragama. Kelompok-kelompok agama di Indonesia yang selama ini berafiliasi ke Saudi Arabia, juga akan menjadi lebih moderat.
Ada beberapa persoalan mendasar yang belum selesai dalam dunia Islam, seperti masalah hubungan Sunni Syiah yang kemudian terefleksikan dalam perebutan pengaruh regional antara Saudi Arabia dan Iran. Beberapa konflik yang terjadi di Timur Tengah didasari oleh persoalan aliran agama tersebut sebagaimana yang terjadi di Yaman, perang Irak Iran yang berlangsung beberapa dekade lalu, konflik di Lebanon, dan lainnya.
Pencapaian-pencapaian baru dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikontribusikan oleh aliran apapun dalam Islam, akan mendapatkan apresiasi dari seluruh dunia. Warga dunia tidak melihat aliran agamanya apa, tetapi kontribusi apa yang telah diberikannya kepada perbaikan kondisi dunia ini. Membangun kekuatan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi, akan mengurangi menguatnya sentiment aliran dalam agama.
Umat lain pun pernah mengalami konflik agama seperti yang pernah terjadi antara pemeluk Protestan dan Katolik beberapa abad lalu dalam bentuk perang yang menimbulkan banyak korban kematian dan kerusakan. Namun seiring dengan berjalannya waktu, akhirnya mereka menyadari bahwa tidak mungkin untuk memaksakan pihak lain untuk mengikuti keyakinannya. Persoalan Sunni Syiah yang hingga kini masih bisa dirasakan, akarnya bisa ditelusuri hingga ke era Khulafaur Rasyidin, 14 abad lalu.
Peradaban-peradaban besar, telah mencurahkan energinya untuk menguasai masa depan. Di saat teknologi seluler 5G baru diinisiasi dan digunakan di segelintir tempat, Amerika dan China sudah berlomba untuk melakukan riset guna menemukan teknologi 6G. Persaingan juga terjadi dalam bidang-bidang lainnya seperti artifisial intelegence (AI), robotika, genomic, dan lainnya yang mana penguasaan pada bidang-bidang tersebut akan menentukan siapa yang mendominasi dunia.
Negara-negara Muslim, sejauh ini hanya menjadi konsumen atas produk-produk teknologi tersebut. Tak ada yang patut dibanggakan sebagai sebuah bangsa atau peradaban besar jika sekedar menjadi konsumen produk yang dibuat pihak lain. Upaya-upaya untuk memberi kontribusi yang lebih besar kepada peningkatan pengetahuan dan teknologi perlu terus didorong dan difasilitasi.
(Achmad Mukafi Niam)
Sumber : https://uninus.ac.id
Monday, July 25, 2022
Putra Mahkota Arab Saudi Muhammad Bin Salman Umumkan Desain The Line Di NEOM
Putra Mahkota Arab Saudi Muhammad bin Salman mengumumkan rencana pengembangan The Line di NEOM pada hari Senin (25/7).
Pangeran Muhammad mengatakan desain ini akan memperjelas struktur internal kota berlapis-lapis dan mengatasi masalah kota datar horizontal tradisional, mencapai keselarasan antara pembangunan perkotaan dan pelestarian alam, tulis Saudi Press Agency (SPA).
Pangeran Muhammad meluncurkan ide dan visi awal kota yang mendefinisikan kembali konsep pembangunan perkotaan dan seperti apa kota masa depan pada Januari 2021.
“Di NEOM, kami berusaha untuk menjadi yang terdepan dalam memberikan solusi baru dan inovatif, dan hari ini kami bertekad untuk mengimplementasikan ide ‘Building to the Top‘ melalui tim yang dipimpin oleh NEOM dan sekelompok pemikir paling cerdas,” kata MBS.
Pangeran Muhammad juga mengatakan The Line akan mencapai “kehidupan yang ideal” dan mengatasi tantangan mendesak yang dihadapi umat manusia.
“NEOM adalah salah satu proyek terpenting dari Visi Saudi 2030 dan The Line adalah penegasan komitmen kuat kami untuk menghadirkan proyek ke seluruh dunia, NEOM adalah tempat bagi mereka yang memimpikan hari esok yang lebih baik,” katanya.
Desain The Line mewujudkan bagaimana komunitas perkotaan di masa depan dalam lingkungan yang bebas dari jalan, mobil dan emisi, tambahnya.
Putra Mahkota mengatakan proyek tersebut menawarkan pendekatan baru untuk desain perkotaan, akan berjalan dengan 100 persen energi terbarukan dan memprioritaskan kesehatan masyarakat.
“Ide untuk melapis fungsi kota secara vertikal, memberikan kemungkinan bagi masyarakat untuk bergerak mulus dalam tiga dimensi untuk mengaksesnya adalah sebuah konsep yang disebut sebagai Zero Gravity Urbanism,” ujarnya.
Menurut rencana desain yang diungkapkan, The Line akan memiliki fasad cermin luar yang akan memberikan struktur karakter uniknya dan memungkinkan bahkan tapaknya yang kecil untuk menyatu dengan alam, sementara interiornya akan dibangun untuk menciptakan “pengalaman luar biasa dan momen magis,” tambah Putra Mahkota.
Jalur tersebut pada akhirnya akan menampung 9 juta penduduk dan akan dibangun di atas tapak seluas 34 kilometer persegi, yang belum pernah terdengar jika dibandingkan dengan kota-kota lain dengan kapasitas serupa.
“The Line akan dibuat oleh tim arsitek dan insinyur terkenal di dunia, yang dipimpin oleh NEOM, untuk mengembangkan konsep revolusioner untuk kota masa depan,” kata Pangeran Muhammad.
Iklim yang ideal di dalam bangunan, sepanjang tahun, akan memastikan bahwa penghuni dapat menikmati alam sekitar sambil berjalan-jalan. Penghuni juga akan memiliki akses ke semua fasilitas di The Line dalam lima menit berjalan kaki.[]
Sumber : https://saudinesia.com
Friday, March 8, 2019
"Artificial Intelligence" dalam Arsitektur dan Konstruksi
Industri konstruksi kini mendapatkan tambahan bantuan tenaga, yakni teknologi kecerdasan buatan Artificial Intelligence (AI).
AI membantu dalam proses perencanaan konstruksi. Peralatan otomatis yang dalam tahap perencanaan, teknologi kecerdasan buatan mampu membantu menentukan lokasi konstruksi dan mendapatkan informasi yang cukup untuk membuat rancangan peta 3D, cetak biru, dan perencanaan konstruksi.
Monday, January 28, 2019
Desain Biophilic Yang Ramah Lingkungan
Hunian yang baik ialah hunian yang dapat menciptakan kebahagiaan dan kenyamanan bagi penghuninya. Salah satu faktor pendukung untuk mewujudkan hal tersebut ialah dengan menyematkan unsur alam pada hunian.
Pada dasarnya manusia memiliki kecenderungan bawaan untuk berhubungan dengan alam yang dikenal dengan hipotesa biophilia (cinta alam). Dalam dunia arsitektur, hunian dengan sentuhan natural atau alam dikenal dengan istilah biophilic design atau desain biophilic.
Friday, July 15, 2016
Gedung Pencakar Langit Berpilin Di Dubai
Wednesday, March 16, 2016
Mewujudkan Cyber City di Indonesia
Cyber city merupakan salah satu konsep kota modern berbasis teknologi informasi yang kini telah banyak diterapkan di sejumlah kota besar di seluruh dunia. Ini adalah konsekuensi logis dari meningkatnya kebutuhan masyarakat yang ingin mengakses informasi dan berkomunikasi dengan mudah dan cepat.
Saturday, February 28, 2015
Google New Campus – A Sci-Fi Glass Utopia
Google, the internet monster which has more than 50,000 employees, is looking for new ways to attract engineers and retain staff as it expands its product lineup beyond its core search business. The company might have new plans for a headquarters of its own, the campus is designed by Bjarke Ingels at BIG and Thomas Heatherwick at Heatherwick Studio, and it will be the first time Google has built offices from scratch, instead of taking over previously existing buildings.
Wednesday, December 24, 2014
Film Arsitektur : Kota Terapung
Transformasi New Orleans menjadi kota di laut merupakan tantangan besar, tetapi insinyur memiliki teknologi untuk membangunnya.
Kota terapung adalah Proyek rekayasa ambisius (ambitious engineering projects) masa depan untuk menunjukkan bagaimana kemajuan teknologi saat ini akan menghasilkan bangunan besok.( tomorrow's buildings)
Silahkan tonton stiap episodenya di halaman [Klik Disini]
Friday, October 24, 2014
Kata Gehry, Sebagian besar arsitek hari ini "benar-benar pendusta...?"
By giving a middle finger, Gehry responded to a reporter who was asking the starchitect how he answers those who accuse him of practicing “showy architecture”! Right after that, the crowd fell silent and the moderator asked for the next question. But Gehry was not finished, according to El Mundo (translated by Gizmodo).
“Let me tell you one thing. In this world we are living in, 98 percent of everything that is built and designed today is pure shit. There’s no sense of design, no respect for humanity or for anything else. They are damn buildings and that’s it.
“Once in a while, however, there’s a small group of people who does something special. Very few. But good god, leave us alone! We are dedicated to our work. I don’t ask for work. I don’t have a publicist. I’m not waiting for anyone to call me. I work with clients who respect the art of architecture. Therefore, please don’t ask questions as stupid as that one.”
Sunday, May 11, 2014
PERTAMINA ENERGY TOWER
Website : http://www.som.com/
Konsultan properti spesialis pembangunan gedung tertinggi dunia, Skidmore, Owing & Merril LLP (SOM) akhirnya angkat bicara soal proyek Pertamina Energy Tower. Gedung yang digadang menjadi salah satu menara tertinggi di dunia ini dijanjikan bakal menyuguhkan sejumlah kemegahan dan teknologi tercanggih dan paling ramah lingkungan.
Dikutip dari situsnya, Rabu (18/12/2013), Pertamina Energy Tower akan memancang tegak setinggi 500 meter di kawasan Ibukota. Ketinggiannya tersebut bakal menjadikan gedung ini sebagai ikon baru di langit Jakarta.
SOM mengungkapkan, Pertamina Energy Tower akan menjadi gedung pencakar langit pertama di dunia dengan desain pembangunan yang dirancang khusus untuk memanfaatkan energi. .
"Strategi berkelanjutan yang menjadi kunci rancangannya tampil dalam desain yang sederhanan namun mengambarkan arsitektur yang canggih," ungkap laporan SOM.
Berikut adalah kecanggihan dan kemegahan Pertamina Energi Tower yang dibeberkan SOM yang juga perancang menara tertinggi Burj Khalifa Dubai:
1. Dengan arsitektur lembut di bagian atas, menara terbuka di bagian tersebut dan menjadikannya serupa dengan salurang atau corong angin. Rancangan tersebut ditujukan untuk memanfaatkan angin dan meningkatkan kecepatannya di lantai atas untuk menghasilkan energi. Tepatnya, berkolasi di tengah kota Jakarta, menara tersebut mendapat pancaran sinar matahari yang luar biasa sepanjang tahun.
2. Cahaya matahari dari luar akan secara dramatis meningkatkan lingkungan tempat kerja dan menghemat energi dengan mengurangi kebutuhan cahaya lampu di dalam kantor
3. Secara keseluruhan, pengembangannya akan mengurangi kebutuhan air dan meminimalisir limbah sekaligus mengurangi emisi karbondioksida sebesar 26% pada 2020. Selain itu, kondisi tersebut dapat mengasilkan sumber daya terbarukan di tahun yang sama.
4. Berlokasi di kawasan Epicentrum Rasuna Jakarta, bangunan tersebut akan menjadi kota di dalam kota. Di dalamnya terdapat tempat tinggal, bekerja dan bermain sebagai model rancangan tempat kerja yang kolaboratif, efisien dan berkelanjutan.
5. Menara tersebut juga dilengkapi dengan auditorium berkapasitas 2.000 perserta untuk pembinaan dan penampilan khusus. Bangunan tersebut menyediakan mesjid untuk masyarakat umum yang menawarkan ruang publik dinamis serta sejumlah kawasan pertemuan.
Sementara pabrik pengolahan energi akan menjadi pusat produksinya untuk menara tersebut dan berperan sebagai lokasi distribusi energi dan jasa.
6. Energy Ribbon (pita energi), jalan tertutup yang menyediakan akses masuk cahaya matahari serta berperan sebagai pelindung hujan akan menjadi sumber energi melalui sistem Fotovoltaik (PV). Sistem tersebut merupakan aplikasi panel surya untuk menghasilkan energi dengan memanfaatkan sinar matahari. [http://bisnis.liputan6.com/]
See more at: http://www.som.com/projects/pertamina_energy_tower#sthash.gHOglOul.dpuf
Tuesday, May 6, 2014
Smart buildings - the future of building technology
A study on the future of building technology shows that requirements are undergoing lasting changes.
Which changes are coming up and how Building Technologies is dealing with these changes is shown in this movie.
Read more [ Click Here ]
Tuesday, April 1, 2014
Rumah Apung, Cara Belanda Atasi Perubahan Iklim
![]() |
Thursday, October 24, 2013
ABSOLUTE TOWERS BY MAD
Lihat Peta Lebih Besar
The Absolute Towers, two residential towers in Mississauga, Canada has been judged the best new high-rise building in the America's by the Council on Tall Buildings and Urban Habitat (CTBUH).
As the first building by MAD architects to be completed in North America, the 56 and 50 storey twin towers form an organic punctuation in the landscape between the concrete boxed high-rises of downtown of Toronto and the surrounding low-density suburbs.
Fondly dubbed the Marilyn Monroe towers by local residents, the Absolute Towers parallel the twisting fluidity of natural lines found in nature. MAD's design was the favourite by jury and general public during an international competition in 2006, and won continuous support from local municipality during the whole process.
Saturday, October 19, 2013
"The Life Aquatech" by thinkTANK fuses aesthetics and performance with hydronics
After 16 months of computational and fabrication research into building system technology, a team of students known as thinkTANK created "The Life Aquatech" for their thesis project at the AA Design Research Laboratory (AADRL). Prioritizing human comfort in terms of temperature, the structure has a self-regulating hydronic system that behaves more like a biological mechanism instead of the standard HVAC system. Additionally, the water-based system easily fuses with the building's contoured aesthetics and doesn't compromise performance.
Here's the project description and images that thinkTANK sent to us:
"The Life Aquatech investigates the relationship between the building systems that mediate between interior and exterior and architectural design by shifting from air-based systems to a water-based system.
Read more>>>
Thursday, October 17, 2013
Hypersonic vactrains are widespread
Significant areas of the world have established a hypersonic, evacuated tube transport system connecting their major population centres. Its routes primarily extend throughout Russia, Northern Europe, Canada and the US. These trains are more advanced versions of the slower, simpler prototypes first introduced decades previously.



















