Showing posts with label Plan of the Week. Show all posts
Showing posts with label Plan of the Week. Show all posts

Monday, August 10, 2026

Pendekatan Arsitektur Kontemporer Menurut Rem Koolhaas



Pendekatan Arsitektur Kontemporer Menurut Rem Koolhaas

Rem Koolhaas adalah salah satu arsitek paling berpengaruh dalam Arsitektur Kontemporer. Sebagai pendiri Office for Metropolitan Architecture (OMA), ia dikenal karena gagasannya yang inovatif dan pemikirannya yang kritis terhadap urbanisme serta arsitektur global. Koolhaas tidak hanya seorang praktisi, tetapi juga seorang teoretikus yang banyak membahas transformasi ruang perkotaan dan bagaimana arsitektur dapat merespons dinamika sosial, ekonomi, dan teknologi.

Pendekatan desain Koolhaas sering kali melibatkan eksplorasi terhadap konsep batasan ruang, pergerakan manusia, serta hubungan antara arsitektur dan budaya. Gaya arsitekturnya cenderung menantang norma konvensional dan sering kali memanfaatkan bentuk yang unik, penggunaan material yang beragam, serta perancangan ruang yang fleksibel dan multi-fungsi.

A. Prinsip Desain Arsitektur Kontemporer Rem Koolhaas

1. Dekonstruksi Dan Narasi Dalam Arsitektur

Desain Rem Koolhaas didasarkan pada konsep pemikiran dekonstruktif yang menolak bentuk geometris konvensional dan menciptakan arsitektur yang lebih naratif serta eksperimental. Ia membongkar struktur dan tata ruang tradisional untuk menghasilkan bangunan yang unik, dinamis, serta mampu membentuk pengalaman baru bagi penggunanya. Koolhaas tidak hanya merancang ruang yang fungsional, tetapi juga menghadirkan arsitektur sebagai medium eksploratif yang merangsang interaksi dan interpretasi yang lebih dalam terhadap lingkungan binaan.

2. Arsitektur Sebagai Respons Terhadap Konteks Perkotaan

Desain Rem Koolhaas menekankan responsivitas terhadap konteks perkotaan, di mana arsitektur tidak berdiri sendiri, tetapi beradaptasi dengan dinamika kota yang kompleks. Ia merancang bangunan yang menanggapi isu-isu kepadatan populasi, keberagaman sosial, serta pola mobilitas yang terus berubah, menciptakan ruang yang fleksibel dan berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Koolhaas menghadirkan arsitektur yang tidak hanya berfungsi sebagai elemen fisik, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem perkotaan yang terus berkembang.

3. Eksperimen Dengan Material Dan Struktur

Desain Rem Koolhaas menekankan eksperimen dengan material dan struktur, di mana ia tidak terpaku pada penggunaan bahan tradisional, tetapi memadukan baja, beton, dan kaca secara inovatif untuk menciptakan bentuk yang unik dan tidak terduga. Pendekatan ini memungkinkan Koolhaas untuk merancang bangunan yang tidak hanya mencerminkan kebebasan ekspresi arsitektural, tetapi juga menghadirkan solusi struktural yang berani dan fungsional. Dengan eksplorasi material yang dinamis, ia menciptakan ruang-ruang yang mencerminkan ketegangan antara keteraturan dan ketidakteraturan, menghasilkan arsitektur yang selalu menarik dan penuh kejutan.

4. Fungsi Multi-Dimensi Dalam Ruang

Desain Rem Koolhaas menekankan fungsi multi-dimensi dalam ruang, di mana setiap ruang dirancang agar fleksibel dan dapat beradaptasi dengan berbagai kebutuhan penggunanya. Koolhaas menciptakan ruang yang tidak kaku, tetapi mampu berubah dan berfungsi dalam berbagai skala sesuai dinamika aktivitas di dalamnya. Konsep pemikiran ini terlihat dalam banyak karyanya yang memungkinkan transformasi ruang secara efisien, sehingga arsitektur tidak hanya bersifat statis, tetapi juga dinamis dan responsif terhadap perubahan sosial serta kebutuhan pengguna.

5. Urbanisme Dan Kota Sebagai Laboratorium Desain

Desain Rem Koolhaas berakar pada konsep pemikiran urbanisme dan kota sebagai laboratorium desain, di mana ia melihat kota sebagai ruang eksperimental yang terus berkembang. Dengan menganalisis dinamika kota modern, ia merancang arsitektur yang tidak hanya beradaptasi dengan perubahan urban, tetapi juga berkontribusi dalam membentuk lingkungan perkotaan. Koolhaas menciptakan bangunan yang merespons pola sosial, ekonomi, dan mobilitas masyarakat, sehingga arsitektur tidak lagi bersifat statis, melainkan menjadi bagian dari ekosistem kota yang dinamis dan terus bertransformasi.

6. Penggunaan Teknologi Dalam Arsitektur

Desain Rem Koolhaas menekankan penggunaan teknologi dalam arsitektur sebagai alat untuk meningkatkan efisiensi, inovasi, dan pengalaman pengguna. Ia mengintegrasikan teknik konstruksi canggih dan sistem bangunan modern untuk menciptakan desain yang tidak hanya unik secara visual, tetapi juga berfungsi secara optimal dalam konteks urban yang terus berkembang. Koolhaas mampu menghasilkan arsitektur yang adaptif, responsif, dan berdaya guna, di mana teknologi tidak sekadar menjadi elemen tambahan, tetapi bagian integral dalam menciptakan ruang yang lebih cerdas dan dinamis.

7. Kolaborasi Multidisiplin Dalam Desain

Desain Rem Koolhaas menekankan kolaborasi multidisiplin dalam desain, di mana arsitektur tidak hanya dipandang sebagai disiplin tunggal, tetapi sebagai hasil interaksi dengan berbagai bidang seperti sosiologi, teknologi, dan ekonomi. Koolhaas menciptakan desain yang lebih holistik dan kontekstual, menyesuaikan arsitektur dengan dinamika sosial, perkembangan teknologi, serta tantangan ekonomi. Kolaborasi lintas disiplin ini memungkinkan bangunan yang ia rancang tidak hanya inovatif secara bentuk, tetapi juga relevan dan responsif terhadap kebutuhan zaman, menjadikannya bagian integral dari ekosistem perkotaan yang terus berkembang.

8. Eksplorasi Program Dan Fungsi Ruang

Desain Rem Koolhaas menekankan eksplorasi program dan fungsi ruang, di mana ia merancang bangunan dengan program yang kompleks dan tidak konvensional. Dengan menggabungkan berbagai fungsi ruang secara unik, Koolhaas menciptakan pengalaman arsitektural yang dinamis dan inovatif bagi penggunanya. Pendekatan ini menghasilkan bangunan yang tidak terbatas pada satu fungsi tetap, tetapi memungkinkan interaksi yang lebih fleksibel antara ruang-ruang di dalamnya.

B. Ciri Dan Karakteristik Arsitektur Kontemporer Rem Koolhaas

1. Dinamika Bentuk Dan Struktur

Desain arsitektur kontemporer Rem Koolhaas ditandai oleh dinamika bentuk dan struktur, di mana bangunan yang ia rancang sering kali meninggalkan simetri konvensional dan mengadopsi bentuk yang lebih ekspresif serta fleksibel. Pendekatan ini mencerminkan ketidakstabilan dan perubahan dalam penggunaan ruang, memungkinkan arsitektur untuk beradaptasi dengan kebutuhan yang terus berkembang. Struktur bangunannya tidak hanya menjadi elemen fungsional, tetapi juga berperan sebagai narasi visual yang menciptakan pengalaman ruang yang dinamis dan inovatif, sejalan dengan kompleksitas kehidupan urban modern.

2. Integrasi Dengan Lingkungan Perkotaan

Desain arsitektur kontemporer Rem Koolhaas menekankan integrasi dengan lingkungan perkotaan, di mana bangunan yang ia rancang tidak berdiri sendiri, tetapi berinteraksi secara erat dengan konteks sekitarnya. Koolhaas menciptakan desain yang menyesuaikan dengan dinamika kota, baik dari segi skala, pola pergerakan, maupun kebutuhan sosial, sehingga arsitekturnya menjadi bagian dari ekosistem urban yang terus berkembang. Jadi bangunannya tidak hanya berfungsi sebagai ruang fisik, tetapi juga sebagai elemen yang mendukung kehidupan perkotaan, memperkuat hubungan antara manusia, ruang, dan lingkungan.

3. Pemanfaatan Void Dan Ruang Kosong

Desain arsitektur kontemporer Rem Koolhaas juga menekankan pada pemanfaatan void dan ruang kosong sebagai elemen strategis dalam arsitektur. Dengan menciptakan ruang terbuka di dalam bangunan, Koolhaas tidak hanya meningkatkan sirkulasi dan aliran udara, tetapi juga menghadirkan pengalaman ruang yang lebih dinamis dan menarik. Void digunakan untuk menghubungkan berbagai zona dalam bangunan, menciptakan keterbukaan visual, serta memberikan fleksibilitas dalam penggunaan ruang. Pendekatan ini menjadikan desainnya lebih adaptif, tidak terfragmentasi, dan memungkinkan interaksi yang lebih luas antara pengguna serta lingkungan sekitarnya.

4. Struktur Terbuka Dan Fleksibel

Desain arsitektur kontemporer Rem Koolhaas menekankan pula pada struktur terbuka dan fleksibel, di mana bangunan yang ia rancang tidak bersifat kaku, tetapi memungkinkan adaptasi dan perubahan fungsi ruang sesuai kebutuhan. Koolhaas menciptakan arsitektur yang dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan sosial, teknologi, dan pola penggunaan ruang, sehingga tidak hanya berfungsi secara optimal saat dibangun, tetapi juga tetap relevan di masa depan. Struktur yang terbuka ini memungkinkan interaksi yang lebih dinamis antar ruang, menciptakan lingkungan yang lebih hidup, responsif, dan inovatif bagi penggunanya.

5. Teknologi Sebagai Elemen Desain

Desain arsitektur kontemporer Rem Koolhaas menekankan teknologi sebagai elemen desain, di mana ia memanfaatkan teknologi digital dan sistem canggih untuk menciptakan arsitektur yang lebih inovatif, efisien, dan adaptif. Teknologi tidak hanya digunakan dalam proses perancangan dan konstruksi, tetapi juga dalam pengelolaan bangunan, sistem pencahayaan, ventilasi, dan interaksi ruang. Koolhaas menghadirkan bangunan yang bukan hanya sebagai struktur statis, tetapi juga sebagai ruang yang cerdas dan responsif, mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungan dan kebutuhan penggunanya.

6. Kontras Material Dan Warna

Desain arsitektur kontemporer Rem Koolhaas menekankan kontras material dan warna sebagai elemen utama dalam menciptakan visual yang menarik dan dinamis. Ia sering memadukan material seperti beton kasar dengan kaca transparan, baja dengan kayu, atau permukaan mengilap dengan tekstur alami untuk menonjolkan perbedaan dan menciptakan kesan visual yang kuat. Pendekatan ini tidak hanya memperkaya estetika bangunan, tetapi juga memberikan dimensi taktil dan pengalaman ruang yang lebih mendalam. Koolhaas dengan demikian dapat menghadirkan arsitektur yang tidak monoton, melainkan penuh kejutan dan eksplorasi visual.

7. Eksplorasi Dalam Program Bangunan

Desain arsitektur kontemporer Rem Koolhaas menekankan eksplorasi dalam program bangunan, di mana ia tidak mengikuti pola konvensional dalam penyusunan ruang, tetapi merancang konfigurasi yang unik dan inovatif. Koolhaas sering menggabungkan fungsi-fungsi yang tidak biasa dalam satu bangunan, menciptakan ruang multifungsi yang fleksibel dan adaptif terhadap perubahan kebutuhan penggunanya. Pendekatan ini menghasilkan arsitektur yang tidak hanya berfungsi secara praktis, tetapi juga menghadirkan pengalaman ruang yang dinamis dan tidak terduga, mencerminkan cara hidup masyarakat modern yang semakin kompleks dan terus berkembang.

8. Keberanian Dalam Skala Dan Proporsi

Desain arsitektur kontemporer Rem Koolhaas menekankan keberanian dalam skala dan proporsi, di mana ia sering bereksperimen dengan konsep pemikiran Bigness, yaitu penggunaan skala besar dalam arsitektur untuk menciptakan dampak visual dan fungsional yang kuat. Bangunan-bangunannya sering kali memiliki dimensi monumental, namun tetap dirancang dengan kepekaan terhadap konteks perkotaan dan kebutuhan pengguna. Pengeksplorasian skala yang ekstrem, membuat Koolhaas mampu mengubah cara ruang digunakan dan dialami, menciptakan arsitektur yang menggugah, dinamis, dan melampaui batas konvensional dalam desain bangunan.

9. Kolaborasi Dengan Berbagai Bidang Ilmu

Desain arsitektur kontemporer Rem Koolhaas menekankan kolaborasi dengan berbagai bidang ilmu, di mana ia sering bekerja sama dengan sosiolog, insinyur, ilmuwan, seniman, dan ahli teknologi untuk menciptakan arsitektur yang lebih holistik dan inovatif. Pendekatan lintas disiplin ini memungkinkan Koolhaas merancang bangunan yang tidak hanya berfokus pada estetika dan fungsi, tetapi juga mempertimbangkan aspek sosial, ekonomi, dan teknologi dalam desainnya. Koolhaas dengan kiat ini berusaha untuk mampu menciptakan arsitektur yang relevan dengan perkembangan jaman, merespons tantangan global, dan menawarkan solusi desain yang lebih visioner serta adaptif terhadap perubahan lingkungan dan kebutuhan manusia.

10. Pendekatan Eksperimental Dalam Desain

Desain arsitektur kontemporer Rem Koolhaas menekankan pendekatan eksperimental dalam desain, di mana setiap proyeknya selalu menghadirkan gagasan baru dan inovatif. Ia tidak terpaku pada konvensi arsitektural yang sudah ada, melainkan terus mengeksplorasi bentuk, material, struktur, dan fungsi ruang untuk menciptakan desain yang unik dan dinamis. Pendekatan eksperimental ini memungkinkan Koolhaas untuk merancang bangunan yang tidak hanya beradaptasi dengan konteks dan kebutuhan jaman, tetapi juga menantang batasan desain arsitektur tradisional, menghasilkan karya yang visioner dan penuh eksplorasi kreatif.

C. Gagasan Dan Ide Arsitektur Kontemporer Rem Koolhaas

1. Arsitektur Sebagai Respons terhadap Globalisasi

Rem Koolhaas memiliki gagasan bahwa arsitektur adalah sebagai respons terhadap globalisasi, di mana ia melihat globalisasi tidak hanya sebagai tantangan, tetapi juga sebagai peluang dalam perancangan arsitektur. Koolhaas menciptakan desain yang adaptif terhadap perubahan sosial, ekonomi, dan budaya global, sehingga bangunannya dapat berfungsi di berbagai konteks tanpa kehilangan identitasnya. Dengan memahami dinamika urbanisasi, teknologi, dan mobilitas global, ia merancang arsitektur yang fleksibel, multifungsi, dan kontekstual, menjadikannya relevan dalam lanskap kota yang terus berkembang serta mampu merespons kebutuhan masyarakat modern yang semakin kompleks.

2. Eksplorasi Ruang Publik Dan Privat

Rem Koolhaas menggagas pengeksplorasian ruang publik dan privat, di mana ia sering menantang batasan konvensional antara keduanya untuk menciptakan interaksi sosial yang lebih luas dan dinamis. Koolhaas merancang bangunan dengan transisi yang cair antara ruang pribadi dan ruang komunal, memungkinkan pengguna merasakan pengalaman ruang yang lebih terbuka dan inklusif. Koolhaas menghadirkan arsitektur yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal atau bekerja, tetapi juga sebagai wadah interaksi sosial dan pertukaran ide, mencerminkan kompleksitas serta dinamika kehidupan urban modern.

3. Adaptasi Terhadap Perubahan Sosial

Rem Koolhaas juga menggagas tentang adaptasi terhadap perubahan sosial, di mana arsitektur tidak boleh statis, tetapi harus berkembang seiring dinamika masyarakat dan budaya. Ia merancang bangunan yang fleksibel dan dapat menyesuaikan diri dengan perubahan gaya hidup, kebutuhan ekonomi, serta interaksi sosial. Koolhaas menciptakan ruang yang tidak hanya berfungsi untuk saat ini, tetapi juga mampu mengakomodasi transformasi sosial di masa depan, menjadikan arsitektur lebih relevan, responsif, dan berkelanjutan dalam menghadapi tantangan jaman.

4. Arsitektur Sebagai Kritik Terhadap Urbanisasi

Rem Koolhaas juga menempatkan gagasan bahwa arsitektur sebagai kritik terhadap urbanisasi, di mana ia menantang perkembangan kota modern yang dianggap terlalu kaku dan terfragmentasi. Melalui desainnya, Koolhaas mengeksplorasi cara baru dalam mengorganisir ruang perkotaan, menciptakan arsitektur yang lebih dinamis, fleksibel, dan merespons kebutuhan sosial yang terus berubah. Ia menolak perancangan kota yang terlalu terstruktur dan justru menghadirkan konsep yang lebih eksperimental dan kontekstual, memungkinkan interaksi yang lebih luas antara ruang publik dan privat. Koolhaas ternyata tidak hanya membangun gedung, tetapi juga memberikan gagasan kritis terhadap bagaimana kota seharusnya berkembang di era modern.

5. Pemanfaatan Infrastruktur Sebagai Ruang Arsitektur

Dalam gagasan dan idenya, Rem Koolhaas juga menekankan pada pemanfaatan infrastruktur sebagai ruang arsitektur, di mana elemen-elemen seperti jembatan, jalan raya, dan ruang transportasi tidak hanya berfungsi secara utilitarian, tetapi juga menjadi bagian integral dari desain bangunan. Koolhaas melihat infrastruktur sebagai ruang hidup yang dapat diaktifkan, bukan sekadar elemen pendukung dalam kota. Dengan mengintegrasikan arsitektur dan infrastruktur, ia menciptakan hubungan yang lebih erat antara bangunan dan sistem perkotaan, memungkinkan interaksi sosial yang lebih luas serta mencerminkan kompleksitas dan dinamika kehidupan urban modern.

6. Kesadaran Terhadap Kebutuhan Ekonomi

Rem Koolhaas juga menggagas akan kesadaran terhadap kebutuhan ekonomi, di mana menurutnya arsitektur harus tetap ekonomis tanpa mengorbankan inovasi dan kualitas desain. Ia merancang bangunan dengan pendekatan yang efisien dalam penggunaan material, teknologi, dan struktur, sehingga tetap berkelanjutan dan sesuai dengan kondisi ekonomi yang terus berubah. Koolhaas juga memahami bahwa arsitektur tidak hanya tentang estetika, tetapi juga harus bernilai fungsional dan dapat diakses oleh banyak orang. Ia menciptakan desain yang cermat dalam pengelolaan sumber daya, namun tetap menawarkan pengalaman ruang yang unik dan relevan dengan perkembangan zaman.

7. Eksplorasi Bentuk Dan Fungsi Yang Tidak Konvensional

Rem Koolhaas mengemukakan pula gagasan yang menekankan pada eksplorasi bentuk dan fungsi yang tidak konvensional, di mana ia sering bereksperimen dengan geometri, struktur, dan tata ruang yang menantang norma arsitektur tradisional. Koolhaas merancang bangunan dengan bentuk yang unik, dinamis, dan sering kali asimetris, menciptakan pengalaman ruang yang tidak terduga. Selain dari segi estetika, pendekatan ini juga mencerminkan cara baru dalam memahami fungsi ruang, di mana arsitektur tidak lagi kaku, tetapi lebih fleksibel, adaptif, dan mampu bertransformasi sesuai kebutuhan pengguna. Koolhaas berinovasi untuk menghadirkan arsitektur yang berani, eksperimental, dan terus mendorong batas-batas desain konvensional.

D. Pemikiran Rem Koolhaas Dalam Elements of Architecture

Elements of Architecture karya Rem Koolhaas menjadi landasan penting dalam pembentukan arsitektur kontemporer yang ia kembangkan. Buku ini mengeksplorasi elemen-elemen fundamental arsitektur seperti dinding, jendela, lantai, atap, dan fasad, bukan sekadar sebagai komponen teknis, tetapi sebagai bagian dari evolusi arsitektur dalam konteks global dan historis. Koolhaas mengurai setiap elemen dengan pendekatan multidisiplin, menghubungkannya dengan perkembangan teknologi, sosial, dan budaya untuk menciptakan arsitektur yang lebih responsif terhadap perubahan zaman. Jadi, Koolhaas memperkuat gagasannya tentang arsitektur kontemporer yang tidak sekadar mengikuti tren, tetapi berkembang sebagai respons terhadap kebutuhan manusia dan lingkungan.

1. Dinding Sebagai Elemen Dinamis

Koolhaas menganggap dinding bukan sekadar pembatas ruang, tetapi elemen yang dapat berubah fungsi, bentuk, dan material sesuai kebutuhan desain.

2. Atap Sebagai Ruang Tambahan

Koolhaas mengeksplorasi bagaimana atap dapat berfungsi sebagai ruang hidup, bukan hanya sebagai penutup bangunan.

3. Lantai Sebagai Media Fleksibel

Koolhaas melihat lantai sebagai elemen yang dapat dikonfigurasi ulang untuk mendukung berbagai aktivitas pengguna.

4. Pintu Sebagai Penghubung Ruang

Dalam pandangannya, pintu tidak hanya berfungsi sebagai akses, tetapi juga sebagai elemen transisi yang menciptakan pengalaman unik dalam ruang.

5. Jendela Sebagai Perantara Lingkungan

Koolhaas merancang jendela dengan pertimbangan cahaya, ventilasi, dan hubungan visual antara interior dan eksterior.

Gambar CCTV Headquarters - Contoh Arsitektur Kontemporer Karya Rem Koolhaas.

Lokasi: Beijing, Tiongkok | Fungsi: Kantor Pusat Penyiaran | Gaya: Kontemporer Dekonstruktivisme

Bangunan ini terkenal dengan bentuknya yang tidak konvensional, menyerupai loop raksasa yang menciptakan ruang negatif di tengahnya. Struktur ini menunjukkan eksperimen Koolhaas dengan geometri dan keberlanjutan dalam desain pencakar langit.

2. Seattle Central Library, Amerika Serikat

Gambar Seattle Central Library - Contoh Arsitektur Kontemporer Karya Rem Koolhaas.

Lokasi: Seattle, AS | Fungsi: Perpustakaan Umum | Gaya: Kontemporer Transparansi

Perpustakaan ini memiliki desain unik dengan bentuk kubus bertumpuk yang berorientasi berbeda, memberikan pencahayaan alami maksimal dan fleksibilitas ruang dalam penggunaannya.

3. Casa da Música, Portugal

Gambar Casa da Música - Contoh Arsitektur Kontemporer Karya Rem Koolhaas.

Lokasi: Porto, Portugal | Fungsi: Gedung Konser | Gaya: Kontemporer Futuristik

Dengan bentuk poligonal asimetris, Casa da Música menjadi ikon arsitektur dengan akustik luar biasa. Bangunan ini juga menggunakan kaca dalam skala besar untuk menghadirkan transparansi antara dalam dan luar.

4. De Rotterdam, Belanda

Gambar De Rotterdam - Contoh Arsitektur Kontemporer Karya Rem Koolhaas.

Lokasi: Rotterdam, Belanda | Fungsi: Kompleks Perkantoran, Hotel, dan Residensial | Gaya: Kontemporer Urban

De Rotterdam terdiri dari tiga menara yang terhubung dengan desain modular, mencerminkan gagasan Koolhaas tentang arsitektur yang fleksibel dan dapat berkembang sesuai kebutuhan urban.

5. Fondazione Prada, Italia


6. Tangga Dan Sirkulasi Sebagai Bagian Dari Pengalaman Arsitektur

Tangga tidak hanya sebagai elemen

Gambar Fondazione Prada - Contoh Arsitektur Kontemporer Karya Rem Koolhaas.

Lokasi: Milan, Italia | Fungsi: Museum dan Pusat Seni | Gaya: Kontemporer Adaptasi Konsep Baru

Koolhaas mengubah kompleks industri tua menjadi ruang seni modern, memadukan elemen bangunan lama dengan arsitektur kontemporer untuk menciptakan interaksi antara masa lalu dan masa kini.

Kesimpulan

Rem Koolhaas merupakan salah satu arsitek yang paling berpengaruh dalam dunia Arsitektur Kontemporer. Dengan pendekatan yang berani dan inovatif, ia telah menciptakan desain yang menantang norma dan memberikan solusi baru bagi arsitektur perkotaan. Melalui eksplorasi bentuk, material, serta hubungan antara arsitektur dan urbanisme, Koolhaas telah memberikan kontribusi yang signifikan bagi perkembangan arsitektur global. Karya-karyanya tidak hanya menunjukkan kreativitas dan eksperimentasi, tetapi juga membentuk cara baru dalam memahami arsitektur di era kekinian.

Referensi

Böck, Ingrid, Rem Koolhaas, (2015). Six Canonical Projects by Rem Koolhaas: Essays on the History of Ideas. Jovis

Koolhaas, Rem, (1997). Delirious New York: A Retroactive Manifesto for Manhattan. The Monacelli Press

Koolhaas, Rem, Irma Boom, (2018). Elements of Architecture. Taschen America Llc

Koolhaas, Rem, (2006). Junkspace. Quodlibet

Koolhaas, Rem, (2006). OMA AMO Rem Koolhaas 1996-2006. El Croquis

Koolhaas, Rem, Bruce Mau, Hans Werlemann, (1997). S M L XL. The Monacelli Press

Sumber : https://www.aveharysakti.com/

Monday, October 13, 2025

3 Sosok Arsitek Masjidilharam dan Masjid Nabawi

3 Sosok Arsitek Masjidilharam dan Masjid Nabawi, 

Masjidilharam di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah adalah dua situs tersuci umat Islam di Kerajaan Arab Saudi. Sedangkan situs suci ketiga adalah Masjid al-Aqsa di Yerusalem. 

Masjidilharam dan Masjid Nabawi tercatat sebagai proyek arsitektur dan rekayasa terbesar di dunia Islam yang melibatkan banyak arsitek, konsultan, dan kontraktor internasional. 

Tidak ada satu arsitek tunggal karena setiap tahap perluasan dilakukan oleh tim berbeda sesuai zaman dan keputusan raja yang berkuasa di Arab Saudi. 

Masjidilharam mengalami perluasan di era Raja Abdulaziz (mulai 1955), kemudian di era Raja Fahd (1980-an hingga 1990-an), selanjutnya di era Raja Abdullah (2007–2015), dan juga di era Raja Salman (2015–sekarang). 

Begitu juga Masjid Nabawi yang mengalami perluasan di era Raja Abdulaziz (1950-an), kemudian di era Raja Fahd (1985–1994), dan di era Raja Abdullah (2007–2015). 

3 Sosok Arsitek Utama Masjidilharam dan Masjid Nabawi 

1. Sheikh Mohamed Kamal Ismail, Dikenal Menolak Dibayar 


Sheikh Mohamed Kamal Ismail merupakan arsitek rendah hati asal Mesir. Dialah di Balik kemegahan Masjidilharam dan Masjid Nabawi seperti yang terlihat sekarang ini. 

Dia bukan sekadar perancang bangunan, melainkan tokoh yang memadukan sains, seni, dan spiritualitas dalam karyanya. 

Sheikh Mohamed Kamal Ismail lahir di Mesir pada 1908. Dia menempuh pendidikan di Fakultas Teknik Universitas Fouad I (kini Universitas Kairo), kemudian melanjutkan studi arsitektur di École des Beaux-Arts Paris. 

Uniknya, selain menguasai teknik arsitektur modern, Ismail juga memperdalam hukum Islam dan seni bangunan Islam klasik, menjadikannya figur langka yang mampu menjembatani tradisi dan modernitas. 

Ketika Raja Fahd bin Abdulaziz Al Saud memulai proyek besar perluasan Masjidilharam dan Masjid Nabawi pada 1980-an, Ismail dipilih langsung sebagai arsitek utama. Pilihan ini tidak lepas dari reputasinya sebagai pakar arsitektur Islam yang menguasai aspek estetika, struktural, sekaligus hukum syariah. 

Ismail memimpin desain perluasan besar yang menambah area tawaf (mataf), shaf, dan fasilitas penunjang tanpa merusak keaslian Kakbah dan bangunan bersejarah di sekitarnya. 

Sedangkan di proyek Masjid Nabawi, Ismail merancang perluasan harmonis yang mengintegrasikan kubah hijau bersejarah dengan ruang salat modern yang luas. Karya ini juga memperkenalkan sistem mekanik modern, seperti pendingin udara terintegrasi, namun tetap mempertahankan kesakralan. 

Salah satu kisah paling terkenal adalah keputusannya menolak menerima bayaran dari proyek perluasan dua masjid suci. 

Bagi Ismail, kehormatan bisa mengabdi untuk Baitullah dan Masjid Rasulullah lebih berharga daripada harta. Sikap ini membuatnya dikenang sebagai arsitek dengan integritas spiritual yang tinggi. 

Sheikh Mohamed Kamal Ismail wafat pada 2008 di Mesir. Namanya tidak selalu populer di media, tetapi bagi kalangan arsitek dan sejarawan Islam, dia adalah figur monumental. Karyanya masih hidup dalam setiap langkah jutaan jamaah yang menunaikan ibadah haji dan umrah. 

2. Dar Al-Handasah, Berperan dalam Kemegahan 2 Masjid Suci 

Ketika umat Islam dari seluruh dunia menyaksikan kemegahan Masjidilharam di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah, sedikit yang mengetahui bahwa di balik desain modern dan tata ruangnya terdapat jejak sebuah firma arsitektur asal Lebanon: Dar Al-Handasah (Shair and Partners). 

Sejak berdiri pada 1956 di Beirut, perusahaan ini berkembang menjadi salah satu konsultan arsitektur dan teknik terbesar di dunia Arab, dengan portofolio yang mencakup proyek infrastruktur, bandara, jembatan, hingga bangunan ikonik keagamaan. 

Didirikan oleh empat insinyur muda Lebanon—Kamal Shair, Nazih Taleb, Suheil Sami Khalaf, dan Khalil Chartouni—Dar Al-Handasah awalnya fokus pada proyek infrastruktur di Timur Tengah yang sedang tumbuh pesat pasca-kolonial. 

Reputasinya menanjak berkat kualitas desain dan kemampuan memadukan teknologi Barat dengan kebutuhan lokal. Pada 1970-an, firma ini mulai menembus pasar internasional, termasuk Afrika, Asia, dan Eropa. 

Kini, Dar Al-Handasah memiliki lebih dari 45 kantor di berbagai negara, dengan markas besar di Beirut, Kairo, London, Pune, dan Amman. Mereka dikenal sebagai salah satu konsultan teknik terbesar dunia dengan puluhan ribu karyawan lintas disiplin. 

Proyek perluasan Masjidilharam dan Masjid Nabawi pada era Raja Fahd (1980-an) hingga Raja Abdullah (2000-an) menandai puncak keterlibatan Dar Al-Handasah dalam proyek keagamaan. Firma ini dipercaya sebagai konsultan utama, bekerja sama dengan kontraktor besar seperti Saudi Binladin Group. 

Dalam proyek Masjidilharam, Dar Al-Handasah bertugas menyusun masterplan perluasan, termasuk desain bangunan baru, area tawaf yang lebih luas, sistem pendingin udara raksasa, serta jaringan transportasi internal. 

Sedangkan dalam proyek Masjid Nabawi, firma ini membantu merancang tata ruang baru yang mampu menampung jutaan jamaah, mengintegrasikan fasilitas modern tanpa merusak harmoni Kubah Hijau yang bersejarah. 

Selain dua masjid suci, Dar Al-Handasah juga terlibat dalam sejumlah proyek besar, seperti: Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah, jembatan besar di Mesir dan Teluk Arab, dan proyek urbanisasi di Afrika Utara dan Teluk. 

3. SL Rasch GmbH, Arsitek di Balik Payung Raksasa Masjid Nabawi dan Jam Menara Makkah 

Di balik teknologi arsitektur canggih yang kini mewarnai dua masjid suci umat Islam, terdapat jejak sebuah firma asal Jerman: SL Rasch GmbH Special and Lightweight Structures. 

Berbasis di Stuttgart, perusahaan ini dikenal sebagai pionir dalam bidang desain struktur ringan dan inovasi arsitektur berteknologi tinggi. Dengan spesialisasi uniknya, SL Rasch telah memberikan kontribusi monumental di Masjid Nabawi dan kawasan Masjidilharam. 

SL Rasch GmbH didirikan pada awal 1980-an oleh Mahmud Bodo Rasch, seorang arsitek Jerman yang kemudian memeluk Islam. 

Rasch menekuni desain struktur ringan (lightweight structures), memadukan prinsip teknik sipil, arsitektur, dan estetika modern. Filosofinya adalah menciptakan bangunan yang fungsional, ramah lingkungan, dan harmonis dengan konteks budaya. 

Kontribusi paling terkenal SL Rasch adalah rancangan payung raksasa otomatis di halaman Masjid Nabawi. Payung ini berfungsi melindungi jamaah dari panas terik dan hujan, dapat membuka dan menutup secara otomatis sesuai kondisi, dan dirancang dengan material canggih yang mampu bertahan dalam kondisi iklim ekstrem. 

Total ada lebih dari 250 payung raksasa yang dipasang, menjadikannya salah satu proyek arsitektur-spiritual paling inovatif abad ke-20. 

Selain di Madinah, SL Rasch juga terlibat dalam desain Jam Menara Abraj al-Bait (Makkah Clock Tower), yang kini menjadi salah satu ikon modern di dekat Masjidilharam. Firma ini merancang sistem struktur ringan untuk menara jam terbesar di dunia, lengkap dengan kaligrafi bercahaya yang dapat terlihat dari puluhan kilometer.

Dalam sebuah wawancara, Mahmud Bodo Rasch menegaskan bahwa proyek di Masjid Nabawi bukan semata urusan bisnis. Firma ini menolak mengambil keuntungan besar, hanya menutup biaya riset dan material, karena menganggap kontribusi pada Masjid Nabi sebagai kehormatan spiritual. 

Existing Site :


View Larger Map

Sumber : https://international.sindonews.com/read/

Wednesday, November 6, 2024

7 Fakta The Mukaab, Gedung Pencakar Langit Saudi Mirip 'Ka'bah Baru'


7 Fakta The Mukaab, Gedung Pencakar Langit Saudi Mirip 'Ka'bah Baru' 


Proyek ambisius Arab Saudi, The Mukaab, menjadi sorotan usai negara kerajaan itu mengumumkan akan mendirikan bangunan raksasa berbentuk kubus setinggi 400 meter.  

Jika terealisasi, bangunan yang disebut sejumlah pihak bak Ka'bah baru ini akan menjadi gedung tertinggi di Riyadh dan menjadi pusat baru ibu kota. 

Dalam pernyataan resmi, Saudi menyatakan The Mukaab akan menarik pengunjung dari mancanegara. Gedung ini bagian dari proyek The New Muraba Development Company yang dipimpin langsung oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MbS). 

" Pusat kota modern terbesar di dunia. Inilah wajah baru Riyadh," demikian pernyataan soal The Mukaab di situs resmi New Muraba. 

Terlepas dari klaim Saudi, berikut fakta-fakta soal proyek The Mukaab. 

1. Setinggi 400 meter 


Gedung pencakar langit ini bakal memiliki ketinggian 400 meter dengan panjang setiap sisinya 400 meter. 

Bangunan berbentuk kubus juga akan ditutup dengan fasad atau muka bangunan yang berbentuk segitiga tumpang tindih. Gedung ini terinspirasi gaya arsitektur di wilayah Najd. 

2. Luas The Makaab bisa untuk bangun 20 istana 


Dalam pernyataan resmi, Saudi juga mengklaim proyek itu cukup besar untuk bisa membangun 20 bangunan istana. 

3. Akan diisi ribuan hunian dan hiburan 


Gedung tersebut nantinya akan berisi pameran budaya dan wisata, teater imersif, serta atrium. 

Di kawasan itu pula akan dibangun lebih dari 100 ribu unit hunian, 9.000 kamar hotel, 980 ribu meter untuk pertokoan, dan 1,4 meter persegi untuk ruang kantor. 

Selain itu, The Mukaab bakal menampung 80 tempat hiburan dan budaya universitas teknologi dan desain, ruang serba guna dan museum ikonik. 

4. Diklaim selesai 2030 


Pemerintah Saudi menyatakan proyek ini akan selesai pada 2030. 

5. Tambah cuan Saudi hingga Rp728 T 


Proyek itu disebut akan menambah pemasukan ekonomi Saudi sebesar 180 miliar riyal atau sekitar Rp728 triliun, demikian dikutip Middle East Eye.
The Mukaab juga bakal menciptakan 334 ribu lapangan pekerjaan langsung dan tak langsung, demikian menurut pernyataan resmi. 

6. Sesuai visi Saudi 2030 


Menurut media arsitektur, Dezeen, The Mukaab merupakan salah satu mega proyek yang dikembangkan Saudi. Pembangunan ini didanai Dana Investor Publik (Public Investment Fund) sebagai bagian dari VISI 2030. 

Visi 2030 merupakan kerangka strategi untuk mendiversifikasi ekonomi negara dalam bentuk budaya, hiburan atau yang lain, agar pemasukan tak bergantung pada minyak. 

7. Panen kritik, disebut Ka'bah Baru 


Namun, kemegahan proyek itu tak membuat warga semringah.
Beberapa netizen mengkritik The Makaab mirip 'Ka'bah baru.' 

"Membangun Ka'bah baru yang secara eksklusif dikhususkan untuk kapitalisme agak terlalu sulit," kata jurnalis Murtaza Hussain di media sosial. 

Sementara itu, akademisi Asad Abu Khalil juga menyampaikan hal serupa. 

"Tampaknya [MbS] sedang membangun Ka'bahnya sendiri. Apakah dia akan menjadikan ini kiblat baru untuk para jemaahnya," ujar Khalil di Twitter. 


Sunday, August 4, 2019

Desain Resort Menyerupai Bunga Teh di Tiongkok

Desain resort menyerupai bunga teh di Tiongkok.
(Foto: Stylus Studio & JADE+Q
A)

Desain sebuah resort yang berada di dekat pegunungan Moganshan, Tiongkok, ini memanfaatkan potensi utama kawasan tersebut. Lingkungan alam yang asri dengan pemandangan danau, air terjun, dan perkebunan.


(Foto: Stylus Studio & JADE+QA)

Studio JADE + QA membangun sebuah resort dengan material yang diambil dari alam, seperti bambu, kayu, dan bahan-bahan lokal lainnya. Tak hanya itu, resort ini juga dibangun dengan konsep bangunan hijau dan berkelanjutan.

Friday, March 1, 2013

In Progress: CityLife Milano

Architects: Zaha Hadid




CityLife Milano is an ambitious commercial and residential development on Milan’s historic former trade fair grounds: the Fiera Milano. On the surface, over half of CityLife Milano will be covered with upwards of 168,000 square meters of landscaped parkland dedicated to pedestrians and bicycles. This lush, pedestrianized space will be centered around a grand new piazza - named piazza delle tre torri’ - shaped by a trio of towers and surrounded by a cluster of residences, all designed by three world-renowned architects. As previously mentioned, Arata Isozaki and Andrea Maffei has contributed the Isozaki Tower, which is planned to become the tallest skyscraper in Italy at 202 meters and will be built alongside the curved, 150 meter Libeskind Tower by – you guess it – Daniel Libeskind. To complete the triad, Zaha Hadid has designed a twisting, glazed tower, which will rise 170 meters into the skyline.

Read more >>>

Tuesday, September 11, 2012

Case Study: By Land and By Sea

A coastal virginia weekend house rises from the ruins of an industrial past.


If the land underneath the Oyster House were to someday vanish, the building wouldn’t move an inch. Architect Dale Overmyer, AIA, and his client, Bill Dean, took no chances with the waterside site’s sandy soil. They placed the house atop 105 wood pilings, each one driven about 35 feet down into the earth. “The house is not reliant on the soil at all,” says project manager Jeremy Fletcher.

The home’s exposed structure lends it a resemblance to a boat dock or an industrial maritime building. In fact, it occupies the footprint of an old oyster-processing plant on a narrow spit of land curling out into the Chesapeake Bay. “This was clearly the most extraordinary place on the site to experience the water,” Overmyer says.

Tuesday, July 10, 2012

Plan of the week : MASJID - SHELTER TSUNAMI



Disain yang ditayangan pada video diatas ini merupakan disain "MASJID sebagai SHELTER TSUNAMI" atau "SHELTER TSUNAMI berfungsi sebagai MASJID".  

Lantai 1 (ground floor) :

Ruang kosong (tanpa dinding), dimaksudkan agar arus tsunami dari laut yang mempunyai energi yang kuat dapat mengalir leluasa dengan tidak mempengaruhi kekohan atau kestabilan bangunan disaat arus tsunami terjadi menimpa bangunan. (Gbr. 1)


Gambar 1 : DENAH LANTAI 1 (Ground Floor)

Friday, May 11, 2012

Victorian Style House Plans


When you think “Victorian”, think gingerbread.

Evoking the candy-decorated gingerbread house that Hansel and Gretel found in the woods, Victorian architecture had its basis in more practical matters. New building techniques and advances in industrialization enabled builders to design fanciful, highly adorned homes that were limited only by the imagination. The gingerbread trim we commonly associate with Victorian home plans could be mass-produced thanks to the development of the steam-powered scroll saw and lathe, making it affordable, accessible, and nearly ubiquitous through the late 19th century.

Tuesday, April 3, 2012

Plan of the Week : The Elegant French Country Home

This elegant French Country home features beautiful details and flexible spaces. A covered entry ushers you in through the foyer to the grand family room, which showcases vaulted ceilings, built-in cabinets, and ample lighting from the back deck; a fireplace provides a natural focal point. In the master suite, beamed and vaulted ceilings, deck access, and a lavish bathroom create a soothing retreat.

Also on this level, a private bedroom adjoins a full bath. On the second floor, two bedrooms with large closets share another bath. A loft can become another bedroom, while a bonus room provides even more space. Special offer for builders! Select a CAD, PDF, or Reproducible format, and you will receive an unlimited use license at no additional cost.

An unlimited use license is also available for purchase with an 8-set package. Build as many times as you like with no re-use fees! This offer only applies to plans bearing this note. Unless explicitly noted, a purchased plan may only be built once. An unlimited use license is not transferable.

Get soft-plan - Dapatkan Soft Disainnya, [CLICK HERE]

Monday, November 14, 2011

Plan of the Week : European Flair

Plan of the WeekCode : House Plan # HWEPL14762

At 2,246 square feet, this strikingly handsome, stone-accented home surprises with lots of impressive amenities, like the master vaulted private sitting room and walk-in closet. Other beautiful highlights include the bayed breakfast nook, roomy kitchen, and decorative columns giving definition to the vaulted family room. Two additional bedrooms upstairs are joined by a spacious bonus room, which can be finished to become anything you like.

Get Soft-copy the design of this house soon, [click here]
Dapatkan Soft-copy disain rumah-rumah ini segera, [klik disini


Tuesday, November 1, 2011

Plan of the Week : Elegant and Effortlessly Fun



Dreaming of a home with estate-like elegance and cottage allure? Explore this flexible small-scale chateau. Allow your guests the delight of wandering through the garden courtyard, just off the dining room, before dinner. Retire to the handsome study, with soaring 14-foot ceilings, for a nightcap and conversation. Prepare holiday pastries in the island kitchen with friends to keep you company in the comfortable breakfast room. Feel closer without sacrificing space in the open family room fully outfitted with built-ins and a stunning extended-hearth fireplace.

More image [click]

Find it here [click] browse code "House Plan # DHSW41016"