Showing posts with label google sketchup plugin. Show all posts
Showing posts with label google sketchup plugin. Show all posts

Monday, August 10, 2026

Pendekatan Arsitektur Kontemporer Menurut Rem Koolhaas



Pendekatan Arsitektur Kontemporer Menurut Rem Koolhaas

Rem Koolhaas adalah salah satu arsitek paling berpengaruh dalam Arsitektur Kontemporer. Sebagai pendiri Office for Metropolitan Architecture (OMA), ia dikenal karena gagasannya yang inovatif dan pemikirannya yang kritis terhadap urbanisme serta arsitektur global. Koolhaas tidak hanya seorang praktisi, tetapi juga seorang teoretikus yang banyak membahas transformasi ruang perkotaan dan bagaimana arsitektur dapat merespons dinamika sosial, ekonomi, dan teknologi.

Pendekatan desain Koolhaas sering kali melibatkan eksplorasi terhadap konsep batasan ruang, pergerakan manusia, serta hubungan antara arsitektur dan budaya. Gaya arsitekturnya cenderung menantang norma konvensional dan sering kali memanfaatkan bentuk yang unik, penggunaan material yang beragam, serta perancangan ruang yang fleksibel dan multi-fungsi.

A. Prinsip Desain Arsitektur Kontemporer Rem Koolhaas

1. Dekonstruksi Dan Narasi Dalam Arsitektur

Desain Rem Koolhaas didasarkan pada konsep pemikiran dekonstruktif yang menolak bentuk geometris konvensional dan menciptakan arsitektur yang lebih naratif serta eksperimental. Ia membongkar struktur dan tata ruang tradisional untuk menghasilkan bangunan yang unik, dinamis, serta mampu membentuk pengalaman baru bagi penggunanya. Koolhaas tidak hanya merancang ruang yang fungsional, tetapi juga menghadirkan arsitektur sebagai medium eksploratif yang merangsang interaksi dan interpretasi yang lebih dalam terhadap lingkungan binaan.

2. Arsitektur Sebagai Respons Terhadap Konteks Perkotaan

Desain Rem Koolhaas menekankan responsivitas terhadap konteks perkotaan, di mana arsitektur tidak berdiri sendiri, tetapi beradaptasi dengan dinamika kota yang kompleks. Ia merancang bangunan yang menanggapi isu-isu kepadatan populasi, keberagaman sosial, serta pola mobilitas yang terus berubah, menciptakan ruang yang fleksibel dan berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Koolhaas menghadirkan arsitektur yang tidak hanya berfungsi sebagai elemen fisik, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem perkotaan yang terus berkembang.

3. Eksperimen Dengan Material Dan Struktur

Desain Rem Koolhaas menekankan eksperimen dengan material dan struktur, di mana ia tidak terpaku pada penggunaan bahan tradisional, tetapi memadukan baja, beton, dan kaca secara inovatif untuk menciptakan bentuk yang unik dan tidak terduga. Pendekatan ini memungkinkan Koolhaas untuk merancang bangunan yang tidak hanya mencerminkan kebebasan ekspresi arsitektural, tetapi juga menghadirkan solusi struktural yang berani dan fungsional. Dengan eksplorasi material yang dinamis, ia menciptakan ruang-ruang yang mencerminkan ketegangan antara keteraturan dan ketidakteraturan, menghasilkan arsitektur yang selalu menarik dan penuh kejutan.

4. Fungsi Multi-Dimensi Dalam Ruang

Desain Rem Koolhaas menekankan fungsi multi-dimensi dalam ruang, di mana setiap ruang dirancang agar fleksibel dan dapat beradaptasi dengan berbagai kebutuhan penggunanya. Koolhaas menciptakan ruang yang tidak kaku, tetapi mampu berubah dan berfungsi dalam berbagai skala sesuai dinamika aktivitas di dalamnya. Konsep pemikiran ini terlihat dalam banyak karyanya yang memungkinkan transformasi ruang secara efisien, sehingga arsitektur tidak hanya bersifat statis, tetapi juga dinamis dan responsif terhadap perubahan sosial serta kebutuhan pengguna.

5. Urbanisme Dan Kota Sebagai Laboratorium Desain

Desain Rem Koolhaas berakar pada konsep pemikiran urbanisme dan kota sebagai laboratorium desain, di mana ia melihat kota sebagai ruang eksperimental yang terus berkembang. Dengan menganalisis dinamika kota modern, ia merancang arsitektur yang tidak hanya beradaptasi dengan perubahan urban, tetapi juga berkontribusi dalam membentuk lingkungan perkotaan. Koolhaas menciptakan bangunan yang merespons pola sosial, ekonomi, dan mobilitas masyarakat, sehingga arsitektur tidak lagi bersifat statis, melainkan menjadi bagian dari ekosistem kota yang dinamis dan terus bertransformasi.

6. Penggunaan Teknologi Dalam Arsitektur

Desain Rem Koolhaas menekankan penggunaan teknologi dalam arsitektur sebagai alat untuk meningkatkan efisiensi, inovasi, dan pengalaman pengguna. Ia mengintegrasikan teknik konstruksi canggih dan sistem bangunan modern untuk menciptakan desain yang tidak hanya unik secara visual, tetapi juga berfungsi secara optimal dalam konteks urban yang terus berkembang. Koolhaas mampu menghasilkan arsitektur yang adaptif, responsif, dan berdaya guna, di mana teknologi tidak sekadar menjadi elemen tambahan, tetapi bagian integral dalam menciptakan ruang yang lebih cerdas dan dinamis.

7. Kolaborasi Multidisiplin Dalam Desain

Desain Rem Koolhaas menekankan kolaborasi multidisiplin dalam desain, di mana arsitektur tidak hanya dipandang sebagai disiplin tunggal, tetapi sebagai hasil interaksi dengan berbagai bidang seperti sosiologi, teknologi, dan ekonomi. Koolhaas menciptakan desain yang lebih holistik dan kontekstual, menyesuaikan arsitektur dengan dinamika sosial, perkembangan teknologi, serta tantangan ekonomi. Kolaborasi lintas disiplin ini memungkinkan bangunan yang ia rancang tidak hanya inovatif secara bentuk, tetapi juga relevan dan responsif terhadap kebutuhan zaman, menjadikannya bagian integral dari ekosistem perkotaan yang terus berkembang.

8. Eksplorasi Program Dan Fungsi Ruang

Desain Rem Koolhaas menekankan eksplorasi program dan fungsi ruang, di mana ia merancang bangunan dengan program yang kompleks dan tidak konvensional. Dengan menggabungkan berbagai fungsi ruang secara unik, Koolhaas menciptakan pengalaman arsitektural yang dinamis dan inovatif bagi penggunanya. Pendekatan ini menghasilkan bangunan yang tidak terbatas pada satu fungsi tetap, tetapi memungkinkan interaksi yang lebih fleksibel antara ruang-ruang di dalamnya.

B. Ciri Dan Karakteristik Arsitektur Kontemporer Rem Koolhaas

1. Dinamika Bentuk Dan Struktur

Desain arsitektur kontemporer Rem Koolhaas ditandai oleh dinamika bentuk dan struktur, di mana bangunan yang ia rancang sering kali meninggalkan simetri konvensional dan mengadopsi bentuk yang lebih ekspresif serta fleksibel. Pendekatan ini mencerminkan ketidakstabilan dan perubahan dalam penggunaan ruang, memungkinkan arsitektur untuk beradaptasi dengan kebutuhan yang terus berkembang. Struktur bangunannya tidak hanya menjadi elemen fungsional, tetapi juga berperan sebagai narasi visual yang menciptakan pengalaman ruang yang dinamis dan inovatif, sejalan dengan kompleksitas kehidupan urban modern.

2. Integrasi Dengan Lingkungan Perkotaan

Desain arsitektur kontemporer Rem Koolhaas menekankan integrasi dengan lingkungan perkotaan, di mana bangunan yang ia rancang tidak berdiri sendiri, tetapi berinteraksi secara erat dengan konteks sekitarnya. Koolhaas menciptakan desain yang menyesuaikan dengan dinamika kota, baik dari segi skala, pola pergerakan, maupun kebutuhan sosial, sehingga arsitekturnya menjadi bagian dari ekosistem urban yang terus berkembang. Jadi bangunannya tidak hanya berfungsi sebagai ruang fisik, tetapi juga sebagai elemen yang mendukung kehidupan perkotaan, memperkuat hubungan antara manusia, ruang, dan lingkungan.

3. Pemanfaatan Void Dan Ruang Kosong

Desain arsitektur kontemporer Rem Koolhaas juga menekankan pada pemanfaatan void dan ruang kosong sebagai elemen strategis dalam arsitektur. Dengan menciptakan ruang terbuka di dalam bangunan, Koolhaas tidak hanya meningkatkan sirkulasi dan aliran udara, tetapi juga menghadirkan pengalaman ruang yang lebih dinamis dan menarik. Void digunakan untuk menghubungkan berbagai zona dalam bangunan, menciptakan keterbukaan visual, serta memberikan fleksibilitas dalam penggunaan ruang. Pendekatan ini menjadikan desainnya lebih adaptif, tidak terfragmentasi, dan memungkinkan interaksi yang lebih luas antara pengguna serta lingkungan sekitarnya.

4. Struktur Terbuka Dan Fleksibel

Desain arsitektur kontemporer Rem Koolhaas menekankan pula pada struktur terbuka dan fleksibel, di mana bangunan yang ia rancang tidak bersifat kaku, tetapi memungkinkan adaptasi dan perubahan fungsi ruang sesuai kebutuhan. Koolhaas menciptakan arsitektur yang dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan sosial, teknologi, dan pola penggunaan ruang, sehingga tidak hanya berfungsi secara optimal saat dibangun, tetapi juga tetap relevan di masa depan. Struktur yang terbuka ini memungkinkan interaksi yang lebih dinamis antar ruang, menciptakan lingkungan yang lebih hidup, responsif, dan inovatif bagi penggunanya.

5. Teknologi Sebagai Elemen Desain

Desain arsitektur kontemporer Rem Koolhaas menekankan teknologi sebagai elemen desain, di mana ia memanfaatkan teknologi digital dan sistem canggih untuk menciptakan arsitektur yang lebih inovatif, efisien, dan adaptif. Teknologi tidak hanya digunakan dalam proses perancangan dan konstruksi, tetapi juga dalam pengelolaan bangunan, sistem pencahayaan, ventilasi, dan interaksi ruang. Koolhaas menghadirkan bangunan yang bukan hanya sebagai struktur statis, tetapi juga sebagai ruang yang cerdas dan responsif, mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungan dan kebutuhan penggunanya.

6. Kontras Material Dan Warna

Desain arsitektur kontemporer Rem Koolhaas menekankan kontras material dan warna sebagai elemen utama dalam menciptakan visual yang menarik dan dinamis. Ia sering memadukan material seperti beton kasar dengan kaca transparan, baja dengan kayu, atau permukaan mengilap dengan tekstur alami untuk menonjolkan perbedaan dan menciptakan kesan visual yang kuat. Pendekatan ini tidak hanya memperkaya estetika bangunan, tetapi juga memberikan dimensi taktil dan pengalaman ruang yang lebih mendalam. Koolhaas dengan demikian dapat menghadirkan arsitektur yang tidak monoton, melainkan penuh kejutan dan eksplorasi visual.

7. Eksplorasi Dalam Program Bangunan

Desain arsitektur kontemporer Rem Koolhaas menekankan eksplorasi dalam program bangunan, di mana ia tidak mengikuti pola konvensional dalam penyusunan ruang, tetapi merancang konfigurasi yang unik dan inovatif. Koolhaas sering menggabungkan fungsi-fungsi yang tidak biasa dalam satu bangunan, menciptakan ruang multifungsi yang fleksibel dan adaptif terhadap perubahan kebutuhan penggunanya. Pendekatan ini menghasilkan arsitektur yang tidak hanya berfungsi secara praktis, tetapi juga menghadirkan pengalaman ruang yang dinamis dan tidak terduga, mencerminkan cara hidup masyarakat modern yang semakin kompleks dan terus berkembang.

8. Keberanian Dalam Skala Dan Proporsi

Desain arsitektur kontemporer Rem Koolhaas menekankan keberanian dalam skala dan proporsi, di mana ia sering bereksperimen dengan konsep pemikiran Bigness, yaitu penggunaan skala besar dalam arsitektur untuk menciptakan dampak visual dan fungsional yang kuat. Bangunan-bangunannya sering kali memiliki dimensi monumental, namun tetap dirancang dengan kepekaan terhadap konteks perkotaan dan kebutuhan pengguna. Pengeksplorasian skala yang ekstrem, membuat Koolhaas mampu mengubah cara ruang digunakan dan dialami, menciptakan arsitektur yang menggugah, dinamis, dan melampaui batas konvensional dalam desain bangunan.

9. Kolaborasi Dengan Berbagai Bidang Ilmu

Desain arsitektur kontemporer Rem Koolhaas menekankan kolaborasi dengan berbagai bidang ilmu, di mana ia sering bekerja sama dengan sosiolog, insinyur, ilmuwan, seniman, dan ahli teknologi untuk menciptakan arsitektur yang lebih holistik dan inovatif. Pendekatan lintas disiplin ini memungkinkan Koolhaas merancang bangunan yang tidak hanya berfokus pada estetika dan fungsi, tetapi juga mempertimbangkan aspek sosial, ekonomi, dan teknologi dalam desainnya. Koolhaas dengan kiat ini berusaha untuk mampu menciptakan arsitektur yang relevan dengan perkembangan jaman, merespons tantangan global, dan menawarkan solusi desain yang lebih visioner serta adaptif terhadap perubahan lingkungan dan kebutuhan manusia.

10. Pendekatan Eksperimental Dalam Desain

Desain arsitektur kontemporer Rem Koolhaas menekankan pendekatan eksperimental dalam desain, di mana setiap proyeknya selalu menghadirkan gagasan baru dan inovatif. Ia tidak terpaku pada konvensi arsitektural yang sudah ada, melainkan terus mengeksplorasi bentuk, material, struktur, dan fungsi ruang untuk menciptakan desain yang unik dan dinamis. Pendekatan eksperimental ini memungkinkan Koolhaas untuk merancang bangunan yang tidak hanya beradaptasi dengan konteks dan kebutuhan jaman, tetapi juga menantang batasan desain arsitektur tradisional, menghasilkan karya yang visioner dan penuh eksplorasi kreatif.

C. Gagasan Dan Ide Arsitektur Kontemporer Rem Koolhaas

1. Arsitektur Sebagai Respons terhadap Globalisasi

Rem Koolhaas memiliki gagasan bahwa arsitektur adalah sebagai respons terhadap globalisasi, di mana ia melihat globalisasi tidak hanya sebagai tantangan, tetapi juga sebagai peluang dalam perancangan arsitektur. Koolhaas menciptakan desain yang adaptif terhadap perubahan sosial, ekonomi, dan budaya global, sehingga bangunannya dapat berfungsi di berbagai konteks tanpa kehilangan identitasnya. Dengan memahami dinamika urbanisasi, teknologi, dan mobilitas global, ia merancang arsitektur yang fleksibel, multifungsi, dan kontekstual, menjadikannya relevan dalam lanskap kota yang terus berkembang serta mampu merespons kebutuhan masyarakat modern yang semakin kompleks.

2. Eksplorasi Ruang Publik Dan Privat

Rem Koolhaas menggagas pengeksplorasian ruang publik dan privat, di mana ia sering menantang batasan konvensional antara keduanya untuk menciptakan interaksi sosial yang lebih luas dan dinamis. Koolhaas merancang bangunan dengan transisi yang cair antara ruang pribadi dan ruang komunal, memungkinkan pengguna merasakan pengalaman ruang yang lebih terbuka dan inklusif. Koolhaas menghadirkan arsitektur yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal atau bekerja, tetapi juga sebagai wadah interaksi sosial dan pertukaran ide, mencerminkan kompleksitas serta dinamika kehidupan urban modern.

3. Adaptasi Terhadap Perubahan Sosial

Rem Koolhaas juga menggagas tentang adaptasi terhadap perubahan sosial, di mana arsitektur tidak boleh statis, tetapi harus berkembang seiring dinamika masyarakat dan budaya. Ia merancang bangunan yang fleksibel dan dapat menyesuaikan diri dengan perubahan gaya hidup, kebutuhan ekonomi, serta interaksi sosial. Koolhaas menciptakan ruang yang tidak hanya berfungsi untuk saat ini, tetapi juga mampu mengakomodasi transformasi sosial di masa depan, menjadikan arsitektur lebih relevan, responsif, dan berkelanjutan dalam menghadapi tantangan jaman.

4. Arsitektur Sebagai Kritik Terhadap Urbanisasi

Rem Koolhaas juga menempatkan gagasan bahwa arsitektur sebagai kritik terhadap urbanisasi, di mana ia menantang perkembangan kota modern yang dianggap terlalu kaku dan terfragmentasi. Melalui desainnya, Koolhaas mengeksplorasi cara baru dalam mengorganisir ruang perkotaan, menciptakan arsitektur yang lebih dinamis, fleksibel, dan merespons kebutuhan sosial yang terus berubah. Ia menolak perancangan kota yang terlalu terstruktur dan justru menghadirkan konsep yang lebih eksperimental dan kontekstual, memungkinkan interaksi yang lebih luas antara ruang publik dan privat. Koolhaas ternyata tidak hanya membangun gedung, tetapi juga memberikan gagasan kritis terhadap bagaimana kota seharusnya berkembang di era modern.

5. Pemanfaatan Infrastruktur Sebagai Ruang Arsitektur

Dalam gagasan dan idenya, Rem Koolhaas juga menekankan pada pemanfaatan infrastruktur sebagai ruang arsitektur, di mana elemen-elemen seperti jembatan, jalan raya, dan ruang transportasi tidak hanya berfungsi secara utilitarian, tetapi juga menjadi bagian integral dari desain bangunan. Koolhaas melihat infrastruktur sebagai ruang hidup yang dapat diaktifkan, bukan sekadar elemen pendukung dalam kota. Dengan mengintegrasikan arsitektur dan infrastruktur, ia menciptakan hubungan yang lebih erat antara bangunan dan sistem perkotaan, memungkinkan interaksi sosial yang lebih luas serta mencerminkan kompleksitas dan dinamika kehidupan urban modern.

6. Kesadaran Terhadap Kebutuhan Ekonomi

Rem Koolhaas juga menggagas akan kesadaran terhadap kebutuhan ekonomi, di mana menurutnya arsitektur harus tetap ekonomis tanpa mengorbankan inovasi dan kualitas desain. Ia merancang bangunan dengan pendekatan yang efisien dalam penggunaan material, teknologi, dan struktur, sehingga tetap berkelanjutan dan sesuai dengan kondisi ekonomi yang terus berubah. Koolhaas juga memahami bahwa arsitektur tidak hanya tentang estetika, tetapi juga harus bernilai fungsional dan dapat diakses oleh banyak orang. Ia menciptakan desain yang cermat dalam pengelolaan sumber daya, namun tetap menawarkan pengalaman ruang yang unik dan relevan dengan perkembangan zaman.

7. Eksplorasi Bentuk Dan Fungsi Yang Tidak Konvensional

Rem Koolhaas mengemukakan pula gagasan yang menekankan pada eksplorasi bentuk dan fungsi yang tidak konvensional, di mana ia sering bereksperimen dengan geometri, struktur, dan tata ruang yang menantang norma arsitektur tradisional. Koolhaas merancang bangunan dengan bentuk yang unik, dinamis, dan sering kali asimetris, menciptakan pengalaman ruang yang tidak terduga. Selain dari segi estetika, pendekatan ini juga mencerminkan cara baru dalam memahami fungsi ruang, di mana arsitektur tidak lagi kaku, tetapi lebih fleksibel, adaptif, dan mampu bertransformasi sesuai kebutuhan pengguna. Koolhaas berinovasi untuk menghadirkan arsitektur yang berani, eksperimental, dan terus mendorong batas-batas desain konvensional.

D. Pemikiran Rem Koolhaas Dalam Elements of Architecture

Elements of Architecture karya Rem Koolhaas menjadi landasan penting dalam pembentukan arsitektur kontemporer yang ia kembangkan. Buku ini mengeksplorasi elemen-elemen fundamental arsitektur seperti dinding, jendela, lantai, atap, dan fasad, bukan sekadar sebagai komponen teknis, tetapi sebagai bagian dari evolusi arsitektur dalam konteks global dan historis. Koolhaas mengurai setiap elemen dengan pendekatan multidisiplin, menghubungkannya dengan perkembangan teknologi, sosial, dan budaya untuk menciptakan arsitektur yang lebih responsif terhadap perubahan zaman. Jadi, Koolhaas memperkuat gagasannya tentang arsitektur kontemporer yang tidak sekadar mengikuti tren, tetapi berkembang sebagai respons terhadap kebutuhan manusia dan lingkungan.

1. Dinding Sebagai Elemen Dinamis

Koolhaas menganggap dinding bukan sekadar pembatas ruang, tetapi elemen yang dapat berubah fungsi, bentuk, dan material sesuai kebutuhan desain.

2. Atap Sebagai Ruang Tambahan

Koolhaas mengeksplorasi bagaimana atap dapat berfungsi sebagai ruang hidup, bukan hanya sebagai penutup bangunan.

3. Lantai Sebagai Media Fleksibel

Koolhaas melihat lantai sebagai elemen yang dapat dikonfigurasi ulang untuk mendukung berbagai aktivitas pengguna.

4. Pintu Sebagai Penghubung Ruang

Dalam pandangannya, pintu tidak hanya berfungsi sebagai akses, tetapi juga sebagai elemen transisi yang menciptakan pengalaman unik dalam ruang.

5. Jendela Sebagai Perantara Lingkungan

Koolhaas merancang jendela dengan pertimbangan cahaya, ventilasi, dan hubungan visual antara interior dan eksterior.

Gambar CCTV Headquarters - Contoh Arsitektur Kontemporer Karya Rem Koolhaas.

Lokasi: Beijing, Tiongkok | Fungsi: Kantor Pusat Penyiaran | Gaya: Kontemporer Dekonstruktivisme

Bangunan ini terkenal dengan bentuknya yang tidak konvensional, menyerupai loop raksasa yang menciptakan ruang negatif di tengahnya. Struktur ini menunjukkan eksperimen Koolhaas dengan geometri dan keberlanjutan dalam desain pencakar langit.

2. Seattle Central Library, Amerika Serikat

Gambar Seattle Central Library - Contoh Arsitektur Kontemporer Karya Rem Koolhaas.

Lokasi: Seattle, AS | Fungsi: Perpustakaan Umum | Gaya: Kontemporer Transparansi

Perpustakaan ini memiliki desain unik dengan bentuk kubus bertumpuk yang berorientasi berbeda, memberikan pencahayaan alami maksimal dan fleksibilitas ruang dalam penggunaannya.

3. Casa da Música, Portugal

Gambar Casa da Música - Contoh Arsitektur Kontemporer Karya Rem Koolhaas.

Lokasi: Porto, Portugal | Fungsi: Gedung Konser | Gaya: Kontemporer Futuristik

Dengan bentuk poligonal asimetris, Casa da Música menjadi ikon arsitektur dengan akustik luar biasa. Bangunan ini juga menggunakan kaca dalam skala besar untuk menghadirkan transparansi antara dalam dan luar.

4. De Rotterdam, Belanda

Gambar De Rotterdam - Contoh Arsitektur Kontemporer Karya Rem Koolhaas.

Lokasi: Rotterdam, Belanda | Fungsi: Kompleks Perkantoran, Hotel, dan Residensial | Gaya: Kontemporer Urban

De Rotterdam terdiri dari tiga menara yang terhubung dengan desain modular, mencerminkan gagasan Koolhaas tentang arsitektur yang fleksibel dan dapat berkembang sesuai kebutuhan urban.

5. Fondazione Prada, Italia


6. Tangga Dan Sirkulasi Sebagai Bagian Dari Pengalaman Arsitektur

Tangga tidak hanya sebagai elemen

Gambar Fondazione Prada - Contoh Arsitektur Kontemporer Karya Rem Koolhaas.

Lokasi: Milan, Italia | Fungsi: Museum dan Pusat Seni | Gaya: Kontemporer Adaptasi Konsep Baru

Koolhaas mengubah kompleks industri tua menjadi ruang seni modern, memadukan elemen bangunan lama dengan arsitektur kontemporer untuk menciptakan interaksi antara masa lalu dan masa kini.

Kesimpulan

Rem Koolhaas merupakan salah satu arsitek yang paling berpengaruh dalam dunia Arsitektur Kontemporer. Dengan pendekatan yang berani dan inovatif, ia telah menciptakan desain yang menantang norma dan memberikan solusi baru bagi arsitektur perkotaan. Melalui eksplorasi bentuk, material, serta hubungan antara arsitektur dan urbanisme, Koolhaas telah memberikan kontribusi yang signifikan bagi perkembangan arsitektur global. Karya-karyanya tidak hanya menunjukkan kreativitas dan eksperimentasi, tetapi juga membentuk cara baru dalam memahami arsitektur di era kekinian.

Referensi

Böck, Ingrid, Rem Koolhaas, (2015). Six Canonical Projects by Rem Koolhaas: Essays on the History of Ideas. Jovis

Koolhaas, Rem, (1997). Delirious New York: A Retroactive Manifesto for Manhattan. The Monacelli Press

Koolhaas, Rem, Irma Boom, (2018). Elements of Architecture. Taschen America Llc

Koolhaas, Rem, (2006). Junkspace. Quodlibet

Koolhaas, Rem, (2006). OMA AMO Rem Koolhaas 1996-2006. El Croquis

Koolhaas, Rem, Bruce Mau, Hans Werlemann, (1997). S M L XL. The Monacelli Press

Sumber : https://www.aveharysakti.com/

Sunday, April 23, 2017

Plug in : Creating 3D Cityscapes with SuPlaceMaker

Have you ever needed to create a 3D representation of your city? Perhaps you wanted to do a presentation on how your new store location will fit in with the downtown cityscape. This is where SuPlaceMaker can be helpful.
SuPlaceMaker is a Trimble SketchUp plugin that helps you to quickly create a 3D representation of any given location, selected from the built-in map.
Using this plugin can save you hours of work, and a mountain of stress.

The typical process of creating a 3D scene with this plugin is simple:



  • Select your location, and import it into SketchUp.
  • Load high resolution image data, giving you a crisp impression of your location.
    Chances are, the next thing you would want to see are the buildings in your chosen location. When you click the “Buildings” button, SuPlaceMaker loads 3D building data from Open Street Map (OSM) and creates the models for you in the correct positions.
  • You can import road data from OSM. These roads are created as 3D surfaces.
  • Where available, walking paths can also be imported, allowing you to have detailed 3D representation of walkways that do not normally show up on road maps.
  • Rivers and other waterways can also be imported, as well as trees and other vegetation.
Of course, you could go the easy route and allow SuPlaceMaker to import all this (excepting high quality imagery), but chances are you want to nitpick at the details.

Tuesday, August 23, 2016

10 Plugin sketchup yang harus anda memiliki



Top 10 amazing sketchup plugins

If you do not know how to install sketchup plugin Go to :
https://youtu.be/mIMjkW7-LyY

Download :

10. Soap Skin and Bubble :https://extensions.sketchup.com/en/co...
Helps to create FUTURISTIC ARCHITECTURE shapes

9. Component stringer:
https://extensions.sketchup.com/en/co...

8. Round corner :
http://www.crai.archi.fr/rld/plugin_d...

7. Shape Bender :
https://extensions.sketchup.com/en/co...

6. Curviloft :
http://www.crai.archi.fr/rld/plugin_d...
http://sketchucation.com/forums/viewt...

5. s4u Make Face
https://extensions.sketchup.com/en/co...

4. Work Plane:
http://rhin.crai.archi.fr/rld/plugin_...

3. Joint pushpull :
http://www.crai.archi.fr/rld/plugin_d...

2. CleanUp3 :
https://extensions.sketchup.com/en/co...

1.1001 Bit Tools :
https://extensions.sketchup.com/en/co...

Sunday, January 11, 2015

Cara Instal Plugin, Extentions SketchUp Pro

Dalam video ini di jelaskan proses instalasi dari Plugin atau Extentions SketchUp Pro. Video ini berbahasa Indonesia. Khusus pengguna Windows bukan Mac OS


(Video : http://www.wahyuesgroup.web.id/]

Silahkan download plugin [ KLIK DISINI ]

Wednesday, October 8, 2014

Twilight Render Plugin Untuk SketchUp

Fitur :

Twilight Render V2 adalah komplit studio yang dapat mengubah gambar SketchUp menjadi gambar foto-realistis. Dari bahan-bahan, pencahayaan, lingkungan, pasca produksi, animasi, dan bets rendering,  


Twilight Render brings everything right to your door.



Baca dan download panduannya [Klik Disini]
Pelajari lebih lanjut dan download sotware-nya di halaman [Klik Disini]

Sunday, August 31, 2014

Plugin : Curviloft 1.3a - Loft & Skinning

Freehand On Surface:
This video shows the capabilty of Freehand on Surface to draw over images without inferences.



Curviloft preview 1.mp4:
This is a preview of a future Sketchup plugin dealing with Loft and Skinning geometry. Still a lot to do to finish at an acceptable level.



Download and read more at [CLICK HERE]

Thursday, June 12, 2014

Plugin : Product Connect for Google SketchUp



The Product Connect plugin is a suite of tools that are simple and intuitive, just like SketchUp. Designers using SketchUp use Product Connect to find real product models, access key product information and create organized product reports. With Product Connect its possible to design smarter, earlier in the design process.

Over 2 million people use SketchUp every week to sell design ideas and turn them into real projects. SketchUp is especially popular during the initial stages of the design process when customers and stakeholders are still experimenting with ideas - including product and material selections. 

Wednesday, June 11, 2014

Plugin : KeyShot for SketchUp



Review :

KeyShot is the easiest and fastest rendering engine for SketchUp according to its manufacturer. You will get photo realistic rendering in just fewer steps using this wonderful software. One can get clearer images with the progress of every rendering steps and edit it quickly and hazel free way.

 


How to Use KeyShot for SketchUp?

You can use SketchUp using some simple steps as following:

Step 1: Import your SketchUp model of .SKP file to KeyShot plug-in directly.

Step 2: There are 700+ scientifically accurate materials available in the material library of KeyShot. You can choose the perfect one for your model and start paint under the current lighting position.

Step 3: After completing the painting, you must choose the light of the model properly to provide the photo realistic effect to the model.

Step 4: Now you only have to adjust the camera according to your photo composition.

Step 5: The next step is to adjust the background to get the perfect finish.

Advantage of Using KeyShot for SketchUp:

There are numerous advantages of using KeyShot for SketchUp. We are discussing few of them.
Fast: With the unique rendering technology, the process of KeyShot happens in almost real-time.
Easy: As the motto of SketchUp was 3D for everyone, the motto of KeyShot may be rendering for everyone. You don’t need to be a pro to use this easiest software.

Accurate: The Photorealistic outcome is proof of the point that this software is capable of accurate rendering.

See more tutorials here: http://keyshot.com/learning/tutorials/
Download and try KeyShot here: http://keyshot.com/try/

Wednesday, June 4, 2014

Curtain Wall Plugin in SketchUp



The plugin’s functions for architects are able to respond to the need of 3D modelling in facade development during the schematic phase, and the curtain wall 3D modelling systems consisting of stick system , and unitised system are used to drive design decisions by façade consultant.

The process of working can now bring the speed of compelling presentations with integrated the material take-off that ready to win the job.




More about Curtain Wall plugin in SketchUp >>>

Wednesday, May 14, 2014

3skeng - 3D conceptual engineering

Innovative engineering software for SketchUp



3skeng* is the Engineering extension for Trimble SketchUp. If you like SketchUp you will like 3skeng. This extension is as intuitive as SketchUp and phenomenal easy to learn. 3skeng has a large professional functional range:

3skeng is a product in the field of 3D CAD, MEP, and 3D piping and steel structure. Are you an engineer, planner, HVAC installer or pipe fitter, architect working in the building technology-, waste water-, electronics-, oil-, semiconductor-, solar-, opto-electronics-, energy-, chemical-, life science-, petrochemical-, water treatment-, food-, biochemical-, pharmaceutical-, ship building-industry.

Is design, engineering or installation of piping-, steelwork-, tray- mounting-, ventilation-, or exhaust systems part of your work? If any of this applies to you, 3skeng is most likely the best choice for you.

* 3skeng (speak “3” as the number three from 3D add “sk” as the first three letters from SketchUp and add “eng” and pronounce as the first syllable from “Engineering”.

Download [ CLICK HERE

Thursday, May 1, 2014

Plugin : Animate Sections

The animate sections plugin automates the functioning of the application of the animating sections to the groups. Its Size is 9.99 KB. The version of the animate sections plugin is Animate Sections 1.1; April 3, 2014. It comes under the category of the Animation and the Productivity.

The SketchUp Compatibility of this tool is with the SketchUp 2014. When we talk about the OS Compatibility, it is compatible with the Mac OS X and the Windows. Its guideline and instructions are available in the language of the English.



The users can apply its sections in 2 ways. These ways are the "Animate UP" and the "Animate by Vector".

The Animate UP can handle with all the groups which have been selected and then can apply the sections to each group. This will make the sections to get animated in the upward direction. The Animate by the Vector can take a single selected group and then can apply the sections in any of the ends of the line of the vector. This will help the users to cut the section in any of the directions. It will place all the sections in the layers by the animated names which will be provided by the user.

[ READ MORE & DOWNLOAD ]

Thursday, April 17, 2014

CL3VER 2.0 for Sketchup

CL3VER adalah platform berbasis web pertama yang memungkinkan arsitek, desainer 3D, studio visualisasi dan lembaga untuk membuat presentasi 3D interaktif yang bekerja di browser tanpa perlu menginstal atau memelihara perangkat lunak apapun.  

CL3VER dapat digunakan untuk menjelaskan pada klien untuk memungkinkan mereka untuk melihat bangunan, produk, dan proyek 3D apapun dari sudut yang berbeda, di dalam atau di luar, dan melihat dan membandingkan alternatif desain.


Silahkan baca/pelajri selengkapnya di halaman, klik tautan berikut :

http://extensions.sketchup.com/en/content/cl3ver

Monday, October 21, 2013

Simplify Contours Tool for SketchUp



Simplify Contours Tool for SketchUp is a very useful tool for producing curves to make terrains. The SketchUp users can apply this plugin while performing with larger models and for site modeling. It eliminates about 50% or more of the points (also known vertices) that make up a typical surveyed contour line.

The plugin is compatible with SketchUp 6, SketchUp 7, SketchUp 8, SketchUp 2013.

Simplify Contours Tool plugin facilitates the contours or other poly-line curves to work smoothly and easily by trimming down their number of sections.

While  importing contour line drawings accomplished in other CAD software’s, SketchUp frequently transforms polyspline contours into polylines that consist of numerous straight-line segments. This add on lessens the number of edge sections which form the contour lines, and at the same time decreases the file size in general. It allows SketchUp users to make their modeling process simpler with the contours in SketchUp.

The latest version of Simplify Contours Tool is 1.1.0.
Download Simplify Contours Tool
Download Link 1

Friday, October 18, 2013

SketchUp Plug-in for 4D scheduling



n recent years 3D modeling and 4D scheduling & visualization play an important role to facilitate the complex phase of the construction project. SketchUp is a useful tool that can be applied to visualize any construction process efficiently. It facilitates the project managers to detect the delays and inaccuracies earlier. 4D modeling merges 3D drawings with a construction schedule and presents the sequence of construction over time.

There are several plug-in which are compatible with SketchUp to provide better construction scheduling.

Synchro: It is a 4D application (the last D being the “time” dimension) which is utilized to make building projects and schedule them simultaneously. This is useful to find out the parts of the building designs in 3 dimensional view and scrutinize advancement and schedules on each section. Synchro adjoins scheduling to Google SketchUp and convert Google SketchUp from 3D to 4D.

The users can assign human resources, costs, and materials to the building pieces, in 3D. This can monitor the development of the construction in a superior and efficient way without any problems.

Synchro project constructor: It is a plug-in for Google SketchUp which can work as a scheduling and project controlling tool for visualizing how construction phases will take place. Synchro Project Constructor is purposely intended to work with SketchUp models.

Read more at [Click Here]

Wednesday, October 2, 2013

Plugin : Dynamic Components for SketchUp



Dynamic Components for SketchUp are 3d models which contain special attributes to enhance the functionality of SketchUp. In order to make component dynamic some attributes are included with the component. Attributes may contain following additional information
  •   Name of the component
  •   Component's description
  •   Component’s behavior
  •   Model number
  •   Part number
  •   Size, price and weight
  •   Spatial Relationship 
The SketchUp users can transform any SketchUp component into a dynamic component but one has to utilize SketchUp Pro 7 or advanced version. If any SketchUp user wants to generate new dynamic component, he has to apply SketchUp Pro and should be well versed with the formulas in excell.

The SketchUp users can find premade Dynamic Components in SketchUp component browser and on the 3d warehouse. The Dynamic Component for SketchUp is represented by a tiny green icon. In SketchUp component browser, select Menu and then Window and click on Components. In the 3D warehouse, select advance search and put dynamic models or use the search term “is:dynamic”. As for instance search [chair is:dynamic].

Video Tutorial :
Creating Dynamic Components -1 
Creating Dynamic Components -2
Creating Dynamic Components -3  

Dynamic Components user guide:
http://help.sketchup.com/en/article/115544  

Thursday, September 26, 2013

Plugin : eDrawings for SketchUp

Review
EDrawings for SketchUp is a software program developed by Geometric Ltd.. We know of versions 11.0, 8.0, 7.2, 7.1, 7.0, 6.0, 5.1. Version 11.0.0.720 is available for free download at our site. EDrawings for SketchUp package has a size of 48,298,474 bytes.
As Geometric Ltd. says: Publish, share and collaborate with read-only representations of your Google SketchUp models with eDrawings.

eDrawings for Google SketchUp provides an innovative way to share your designs. You can publish your SketchUp models to eDrawings files that can be packed into a self-executable (.exe). The self-executable file contains the viewer as well as the design data.This ensures that the recipients of such a files do not need to purchase or install any viewer to see the model.

Review enabled eDrawings files allow an unlimited number of recipients to easily query product designs and provide feedback. With eDrawings, the end recipients don’t need to buy any additional software for design review, markup, measurement and dynamic cross sectioning.

eDrawings also provides you with greater control over your design information by disabling measurement and STL export as well as password protection.

Main Features :
  • View, publish and share exact read-only representations of SketchUp models for design review and collaboration.
  • Export your models to eDrawings to generate ultra compact (upto 95% compression) representations for sharing over email.
  • Add markup elements, such as geometric elements, clouds, text and dimensions to your comments using the markup tool.
  • Measure geometry. Use in-built filters for easy selection of vertices, edges, faces and holes. This option can be disabled while publishing to eDrawings.
  • View cross sections of models by creating a variety of cross section planes.
  • Password protect your eDrawings. Disable measurement and STL export of eDrawings files to protect sensitive data.
  • eDrawings offers a complete, self-contained communication tool since no other viewing software is needed.
  • eDrawings can be exported by the eDrawings Viewer as HTML/STL/BMP/JPG/TIFF files.
  • Move, Show & Hide components to understand assembly structure more quickly
  • Insert your company logos and images as stamps in the eDrawings file.
Download eDrawing [KLIK DISINI]
Atau download di halaman, kli http://www.edrawingsviewer.com/ed/download.htm

Thursday, July 11, 2013

Plugin : Google SketchUp and Kerkythea – fast start 4Architects

By Majid Yeganegi

Hi every one!  I embarked on this project to show my appreciation and respect to the Kerkythea team, who have had a great impact on my insight into easy high-quality rendering. I hope you too will find Kerkythea easy to use and as fun as I did. This is an updated and revised version of a tutorial I posted over at the KT forums.

There are a few points that I need to mention first before you start to learn KT using this tutorial. First of all, because this is an easy-to-use and simplified tutorial and also an architect-oriented guide, I have ignored some intricate technical material tips. Maybe in the future you will be so impressed by KT that it will encourage you to learn KT deeper. I have done another follow-up tutorial called Kerkythea – take a deeper look at materials. It is based on more accurate material making, which may be worth looking at once you have gone through this one. One thing for sure, if you are interested in making true materials, you need to know about them, so that tutorial will come in handy. In the mean time at this early stage don’t worry about the advanced stuff, you can ignore it and enjoy simple material making. Also, there is a little known fact about KT that by knowing and using some simple material, light, render settings with a few simple tips, you will almost certainly start creating great photo-realistic renders. Please note that this is a SketchUp based tutorial. On other 3d software it may vary somewhat. A PDF of this tutorial is also available for download in our Download Section.

majid

Installation – Placing Lights in Google SketchUp – Export

Ok, let’s get started;  first of all, be sure that you have installed the latest version of Kerkythea, and appropriate exporter (copy su2kt.rb and su2kt folder into SketchUp\Plugings folder) for exporting your model to Kerkythea. Just ask ask at the Forum if you have any problems. I strongly recommend you to use this installer because it is the easiest to install.  If all is successful you should have a new toolbar called SU2KT like the one shown below.

toolbar
Kerkythea Toolbar

Wednesday, June 26, 2013

ecoScorecard plugin for SketchUp


The SketchUp lovers can generate sustainable building design by adding environmental data to their SketchUp model. It can be applied for sustainable analysis and lead documentation. The ecoScorecard SketchUp plugin can also evaluate green building products in the model and instantly generate brief, precise and easy-to-use reports highlighting the performance of the products utilized in your project.

Search, choose and analyze your projects ecological impacts all through the design stage with ecoScorecard SketchUp Plugin approved collection of objects which can be acquired from Trimble’s® 3D Warehouse.

Download ecoScorecard for SketchUp
Download ecoScorecard for PC
Download ecoScorecard for MAC

ecoScorecard allows you to search our client’s product catalogue for a particular product, by environmental feature or by a third party evaluation, more info>>>


Sunday, June 23, 2013

How to Convert PDF to SKP

There are many times when you want to import existing information into Sketchup in order to incorporate it with your model. PDF is a very common file format, and you'll find many architectural drawings are shared in PDF format as well as most product data manuals. Currently, you cannot import a PDF directly into Sketchup on the Windows version so the usual way to import something at least is to convert the PDF file into a raster image.

In this SketchUp tutorial, we'll introduce a free tool that you can use to convert PDF's to DXF files, which you can import into Sketchup Pro.

Read more full step by step tutorial at [CLICK HERE]

Wednesday, June 19, 2013

Plugin "Dibac for SketchUp"



Dibac for SketchUp is a plugin for architectural drawing. It's a great tool for Architects and for anyone who wants to draw architectural plans using 2D tools and then getting the 3D automatically.

You can draw walls, doors, windows, wardrobes and stairs, all dinamically created. And many more features will come in future upgrades. Watch our video to see it in action.

Try the Dibac for SketchUp free trial now!